Contradictory Love

Contradictory Love
47 - Terlanjur Sayang


__ADS_3

Pagi itu di kamar apartemen Calista, Daniel sudah lebih dulu bangun. Waktu menunjukkan pukul 06.15.


Daniel membelai kepala istrinya sambil terus menatap wajah Calista yang masih tertidur. Ia masih sangat merindukan sosok didepan matanya itu. Ia tak mau lagi terpisahkan oleh apapun juga kecuali dari maut Sang Kuasa.


Calista membuka matanya karena Ia merasakan nafas Daniel di wajahnya.


"Sayang, kamu sudah bangun dari tadi?" Tanya Calista dengan suara yang masih mengantuk.


Daniel mengecup bibirnya. "Iya, sayang. Aku sudah bangun sekitar tiga puluh menit yang lalu."


"Trus kamu selama itu cuma mandangin wajah aku? ucap Calista sambil memegang wajah suaminya.


"Aku gak pernah puas mandangin kamu. Sebesar apapun kebencianku dulu padamu, kalau sudah memandang wajahmu, aku pasti kalah. Gak heran kalau aku menciummu habis-habisan di tempat fitness itu juga di.....apartemenku waktu ...itu." kata Daniel pelan dan agak malu. "Aku sudah terlanjur sayang kamu sampai ke sum-sum."


"Gombal ah..." ucap Calista sambil terus menutup matanya. Daniel mulai menciumnya lagi dengan lembut dan berpindah-pindah diseluruh bagian wajah.


"Sayang... aku gak izinkan dulu kamu nyetir sendirian ke restoranmu. Nanti sopirku aja yang ngantarin kamu kemana-kemana ya?" ucap Daniel dengan nada agak khawatir.

__ADS_1


"Kenapa? Aku bisa kok sendirian selama ini." Calista mencibirkan bibirnya. Melihat itu Daniel menggigit bibir itu.


Calista menjerit pelan. "Sayang... jangan digigit, nanti aku mual lagi nih." ancam Calista.


Daniel tersenyum. "Aku tahu kamu wanita tangguh. Buktinya, tanpa bantuanku kamu bisa membangun sebuah usaha restoran yang sukses. Tapi aku tetap tidak tenang. Aku tak ingin ada apa-apa dengan anak kita." kata Daniel sambil mengelus perut istrinya yang belum terlalu menonjol, tapi sudah terasa agak membesar.


Calista langsung membuka matanya dan mengangkat tubuhnya dengan sedikit menindih suaminya. "Sayang... kamu tahu dari mana aku hamil?" selidik Calista. Ia menatap wajah tampan itu sambil menunggu jawaban.


"Hmm....err...err .." Daniel kehabisan kata-kata untuk menjawab.


"Jangan bilang kalau Kim yang memberitahukanmu!"


Mendengar itu Calista kembali tersenyum. "Dan jangan bilang kalau semua barang-barang yang diberikan Kim kemarin adalah dari kamu juga kan? Aku gak bodoh, sejak kapan Kim mampu membeli semua kebutuhan makanan dan minuman, produk kecantikan, produk ibu hamil dan bayi semahal itu?"


Daniel menggaruk-garuk kepalanya. Ia tak berkutik dihadapan Calista. "Susah emang ya punya istri terlalu encer otaknya...gak bisa dibohongin!"


Daniel menarik kepala istrinya di dadanya kemudian membelai tubuh itu. "Sayang, Aku melakukan semua itu agar kamu gak menolak. Aku hanya gak mau kamu dan anak kita menderita ataupun kekurangan sesuatu. Aku sangat sayang kalian berdua."

__ADS_1


Calista tersenyum karena terharu mendengar ucapan suaminya. "Karena udah tahu aku lagi hamil.....itukah sebabnya...semalam ...err... kamu melakukannya dengan sangat hati-hati?"


Daniel tersenyum sambil mengangguk. "Aku takut kalau aku akan menyakiti anak kita. Bagaimanapun, aku gak mau egois. Sayang..coba katakan padaku...apakah semalam kamu tidak sepuas dulu? Ak...aku cuma gak ingin kamu kelelahan."


Calista mengangkat wajahnya dari dada suaminya. "Makasih ya sayang, kamu sudah memikirkan aku dan anak kita. Aku puas kok."


Daniel seketika membalikkan posis tubuh mereka dan kini istrinya sudah berada dibawahnya.


"Sayang... kamu capek gak pagi ini, setelah semalam?" bisik Daniel dengan senyum penuh arti.


Calista menggeleng pelan.


"Kalau begitu...boleh gak aku minta sekali lagi? Aku janji akan pelan-pelan."


Calista berpikir sesaat kemudian mengangguk pelan sambil tersenyum menyambut sebuah lumatan dibibirnya.


Pada saat sedang mencumbu istrinya, Daniel berbisik lagi...."tapi aku gak bisa janji kalau yang satu ini gak akan lama." ucapnya dalam desahan.

__ADS_1


Calista tak bisa berkata-kata lagi. Ia hanya mejamkan matanya dan mulai mengimbangi setiap gerakan lembut suaminya yang mampu menyengat keduanya dengan kenikmatan yang berulang kali!


__ADS_2