Contradictory Love

Contradictory Love
33 - Fakta - Fakta Baru


__ADS_3

Kantor itu masih sangat sunyi. Waktu menunjukkan baru pukul 06.30 tapi pimpinan tertinggi perusahaan itu sudah berada di ruangan kerjanya bersama dengan seorang pria penyidik sewaannya.


"Boleh saya tahu informasi terbarunya?" suara Daniel memecah keheningan.


Pria itu menyerahkan sebuah amplop coklat berukuran besar. "Ini hasil cetakan foto-foto terakhir tadi malam yang sudah aku perbesar supaya lebih puas melihatnya. Saya juga sudah mengirimkan copiannya ke nomor WhatsApp Bapak beserta hasil rekaman yang bisa saya dapatkan. Ada sedikit masalah sewaktu menyadap pembicaraan mereka jadi..... tidak semua percakapan mereka bisa saya rekam. Hanya bagian awal saja, tapi saya yakin itu sudah cukup menjawab keinginan Bapak."


Daniel masih mematung mendengar penjelasan penyidik itu.


"Oh iya Pak, saya masih kesulitan mengungkap identitas keduanya. Itu membutuhkan waktu yang lumayan mengingat kedua orang ini tidak pernah mengekspos diri mereka di social media manapun. Kalau si pria dalam foto itu sudah jelas adalah pimpinan perusahaannya walaupun baik wajah dan identitasnya masih sulit untuk saya dapatkan. Dan mengenai si wanita, saya ju...."


"Tidak perlu mencari tahu tentang hal itu. Saya mengenal wanita itu, jadi cukup hentikan sampai disini saja. Saya puas dengan hasil kerjamu." potong Daniel.


Si penyidik tersenyum senang mendengar tanggapan Big Bossnya. "Jadi... anda mengenal si wanita ya...baguslah kalau begitu. Saya juga senang bila Bapak puas dengan informasi yang saya sudah dapatkan."

__ADS_1


Daniel membuka laci mejanya dan mengeluarkan sebuah amplop berukuran sedang. "Ini bayaran pelunasannya. Pastikan semua informasi yang anda dapatkan menjadi rahasia diantara kita." kata Daniel sambil menyerahkan amplop tersebut kepada penyidik itu.


"Rahasia anda aman ditangan saya, Pak. Tolong informasikan saya jika anda telah mendownload semua bukti-bukti elektronik yang saya kirimkan pada anda karena setelah itu saya akan menghancurkan semuanya. Ini sudah menjadi kode etik kerja Saya."


Daniel mengangguk. "Silahkan dihancurkan saja semua bukti-bukti itu. Saya sudah menyimpannya."


"Baiklah kalau begitu. Saya pamit dulu. Senang bekerjasama dengan anda."


Pria itu keluar dari ruangan Daniel setelah berjabat tangan.


Ia berusaha menguatkan hatinya sekaligus mengatur nafasnya. Ia memandang setiap foto itu dengan ritme jantung yang berdetak agak cepat. Air mukanya berubah merah. Rahangnya dikatupkan erat menahan rasa sakit yang tiba-tiba muncul dan menggaruk-garuk disana. Ia menelan ludah untuk melegakan tenggorokannya yang mulai terasa tidak nyaman.


Wanita difoto itu terlihat sedang menggenggam salah satu tangan pria didepannya. Mereka terlihat saling peduli, saling menyayangi.

__ADS_1


"Mengapa kau mengkhianatiku, Calista! Apa rencana besar selanjutnya yang akan kau lakukan padaku? Apakah kalian bersekongkol untuk mendapatkan semua uangku?"


Daniel terus bergumam dalam amarahnya.


Daniel kemudian membuka hapenya dan memutar rekaman pembicaraan hasil sadapan yang sudah tersimpan dihapenya. Percakapan yang singkat tapi sudah cukup baginya untuk menjawab segala pertanyaan yang mengganggu pikirannya!


"Kau memang wanita iblis! Kau manfaatkan rasa cintaku dengan berpura-pura jatuh cinta padaku dan menikah denganku agar kau bisa memperoleh bagian besar dari hartaku jika telah bercerai? Ha...ha...ha.... kau memang wanita licik. Sangat jenius!"


Daniel menatap salah satu tangannya yang sedang diperban karena meninju sebuah kaca tempo hari. "Aku akan membalaskan semua rasa sakit ini, sayangku. Kau harus bertanggung jawab atas penghianatanmu padaku!"


Daniel tersenyum sinis. Ia benar-benar menyesal telah mencintai Calista dan menikahinya hanya karena ingin memiliki gadis itu seutuhnya. Baginya saat ini, Ia terlalu terburu-buru menikahi istrinya tanpa mengenalnya lebih jauh dulu.


"Kamu ternyata seorang ****** yang rela menjual tubuhmu hanya demi seorang pria kaya. Kau tidak benar-benar mencintaiku. Nice acting, sayangku. Akan kubuat kau berlutut dikakiku untuk menyesali apa yang sudah kau perbuat padaku. Jangan sebut namaku Daniel Nielson jika aku tak sanggup membuatmu menderita!"

__ADS_1


Daniel menatap lurus kedepan dengan wajah geramnya, mencoba meredam perasaannya yang kacau balau yang disebabkan oleh seorang perempuan bernama, Calista, istrinya sendiri!


__ADS_2