Contradictory Love

Contradictory Love
03 - Sahabat Lama Berasa Saudara


__ADS_3

Calista tiba di area penjemputan, disana ia sudah ditunggu seorang gadis berambut merah karena dicat. "Kim!" teriak Calista.


"Cal! OMG!" kedua Sahabat Lama itu saling berpelukan sambil loncat-loncat kecil.


"Wah..kamu tambah cantik banget sekarang. Aku dengar kamu sudah sukses di Taiwan." Kimberly tersenyum kagum menatap sahabatnya. walaupun terpisah cukup lama, hubungan pertemanan yang bagaikan saudara diantara mereka tetap terjalin. setiap kali Calista datang ke Indonesia, Kimberly yang membantunya mengatur segalanya.


"Apartemen kamu aman kok. semuanya sudah aku siapkan." kata Kimberly mantap.


Calista tersenyum. "Makasih Kim. You are the best!"


"Sebenarnya bulan lalu ada beberapa orang ingin membeli apartemen kamu, tapi aku bilang gak dijual karena pemiliknya sering-sering datang ke Indonesia. Oh iya, makasih ya Cal, kamu mewariskanku apartemenmu yang lama. Sekarang aku udah gak tinggal lagi menumpang pada orang tua angkatku. walaupun mereka sangat baik tapi gak enak udah setua ini masih jadi parasit." imbuh Kimberly dengan penuh ketulusan.


"Kita sudah sama kayak sodara, dan kamu selalu membantu aku kalau aku kesini. Jangan terlalu sungkan ya?" ucap Calista dengan senyum dikulum.


"By the way, aku baru saja dapat pekerjaan baru dan pastinya gajiku jauh lebih tinggi dari pekerjaan yang lama." kata Kimberly penuh semangat.


"Oh ya? posisi apa? Dimana?


"Sebagai assisten pemasaran di perusahaan terbesar sekarang ini. wah...aku juga gak nyangka bisa diterima. Aku sudah bekerja selama seminggu ini." kata Kim dengan tersenyum.


Calista ikut senang. "Selamat ya, buddy. I'm so happy for you. Malam ini kamu tidur di apartemenku saja ya. Kita ngobrol sampe pagi!"

__ADS_1


Kim kembali tersenyum.


"Siap! Aku akan masakan ayam bumbu Bali kesukaanmu"


Mereka berdua berjalan menuju parkiran. Kimberly menarik koper Calista dibelakang.


"Sekitar tiga tahun yang lalu waktu aku terakhir kesini, kayaknya bandara belum semegah ini ya... sekarang udah keren banget deh terminal barunya." ucap Calista kagum.


"Iya, banyak yang berubah sejak kepulanganmu. Kamu sih....udah jarang ke Indonesia sejak kerja diperusahaanmu yang sekarang." Kimberly sedikit cemberut.


"Atau jangan-jangan kamu udah punya pacar lagi ya setelah kepergian Edward?"


Calista hanya tersenyum kecut.


"Apa??? umur kamu masih semuda ini tapi udah bosan kerja? Ckckck.... mana bisa begitu?"


Calista hanya nyengir mendengar ocehan sahabatnya.


Kimberly menjalankan mobilnya keluar dari area bandara.


"Kalau kamu gimana? Udah dapat cowok spesial atau masih gonta ganti melulu?" Tanya Calista yang langsung membuat Kimberly cemberut.

__ADS_1


"Mungkin aku akan berakhir di panti jompo sebagai perawan tua."


Keduanya tertawa terbahak-bahak. Kimberly memang lucu orangnya. Sayang Ia gak pernah serius dengan satu pria manapun selama ini. Entah apakah dia terlalu pemilih atau memang masih ingin terus hidup bebas tanpa ikatan apapun.


Berbeda dengan Calista yang tak mudah jatuh cinta. Ia masih trauma dengan kisahnya dengan Edward. Membuka hatinya untuk pria lain tidak mudah baginya.


"Kim, selama aku kerja di perusahaanku sekarang ini, aku belum pernah mengambil cuti sekalipun. Aku gak pernah liburan. Itulah mengapa aku mengatakan bahwa aku udah bosan kerja. Aku hanya ingin break sejenak."


Kimberly mengangguk tanda mengerti.


Calista menarik nafasnya dalam-dalam..


"Aku kemari dalam rangka kerja, bukan liburan. Hmm...aku benar-benar merindukan masa kecil kita Kim."


Keduanya tersenyum satu sama lain. Dalam perjalanan menuju ke apartemen Calista, mereka berdua asyik mengenang masa kecil mereka sambil sesekali tertawa lepas.


 


**KIMBERLY**


 

__ADS_1



__ADS_2