
"Jadi, kali ini kamu sudah yakin dengan pilihanmu, sayang?" Tanya suara ditelepon yang tak lain adalah Ibunya.
"Semoga Ma. Aku sudah bertemu orang tuanya dan mereka menerimaku dengan sangat baik. Daniel ingin kami menikah sebelum aku kembali ke Taiwan menuntaskan pekerjaanku sebelum resign."
Calista berusaha meyakinkan Ibunya.
Orang tua Calista bukanlah tipe orang tua kolot yang membatasi pilihan hidup anak-anaknya. Contohnya adalah Marcel, saudara kembar Calista yang sejak lulus kuliah telah membuka bisnis di Singapura dan hidup terpisah dalam waktu lama dengan keluarganya. Seperti halnya orang tua Daniel, orang tua Calista sangat menghargai pilihan hidup anak-anaknya.
"Baiklah, asal kamu bahagia, Sayang. Nanti mama yang akan menyampaikan berita rencana pernikahanmu dengan Papamu. Selanjutnya tolong secepatnya beritahukan tanggalnya ya. Mama mau mengurus keberangkatan sekalian Mama kangen bertemu saudara-saudara Mama di Indonesia nanti."
Calista sangat bahagia luar biasa mendengar tanggapan positif orang tuanya. Ia tak sabar mengabarkan hal ini pada calon suaminya.
Walaupun Ia agak sedih karena Marcel saudara kembarnya, tidak bisa hadir, seperti yang sudah Calista prediksikan.
Saudara kembarnya itu orangnya agak aneh tapi sangat baik dan juga pintar. Kesamaan mereka berdua adalah paling gak suka dengan sosial media. Itulah sebabnya orang gak bakalan menemukan mereka berdua di media sosial manapun.
Sebenarnya Calista banyak dianggap orang sebagai anak tunggal. Mengapa? Itu Karena Marcel tidak banyak diketahui keberadaannya oleh orang lain selain keluarganya sendiri. Marcel tak ingin identitasnya diketahui orang lain. Itulah mengapa baik orang tuanya maupun Calista hampir tidak pernah membicarakan keberadaan Marcel pada siapapun.
__ADS_1
Entahlah...mungkin Marcel sangat nyaman dengan kehidupannya yang tak banyak diketahui orang lain. Ia bahagia dengan cara hidupnya seperti itu.
Tut...tut... hape Calista berbunyi. Dilayar tertulis nama 'Kim My Bestie'
"Hey....aku udah diapartemen nih. Baru selesai fiting gaun pengantin dengan Daniel dua jam yang lalu." ucap Calista pada Kimberly diseberang.
"Okelah. Aku mau kasih tau kalau Chapel kecil di Resort Blue Dolphin sudah fix seratus persen." kata Kimberly menjelaskan.
"Thanks a lot, sweetie, udah bantu aku." ucap Calista dengan excited.
"Cal, pesta tamannya hanya untuk 20 orang, bukan? Tanya Kimberly ingin memastikan.
Kimberly terdengar tersenyum diseberang mendengar perkataan Calista.
"Jangan khawatir, sweetie... semua sudah fix. Termasuk kamar pengantinmu diresort nanti. VVIP, dengan dekorasi spesial untuk pengantin baru paling hot tahun ini."
Calista tertawa lebar mendengar jawaban Kimberly. "Makasih ya Kim. Tanpa kamu aku pasti batal nikah nih...hehehe."
__ADS_1
"Udah ah...jangan sungkan begitu. Kamu itu sudah kayak saudara sedarah, jadi sudah sewajarnya aku tolongin kamu. Kita sambung nanti yah...Aku mau cek undangan pernikahanmu dulu kalau udah bisa diambil besok. Bye, Cal."
"Bye Kim."
Calista tersenyum puas. Besok Ia akan mengirimkan rundown acara pernikahannya pada orang tuanya.
Sebenarnya Calista agak sedih karena Ia hanya bisa menikmati moment indah pengantin baru dengan Daniel selama seminggu saja. Ia harus segera balik ke Taiwan untuk menyelesaikan semua pekerjaannnya disana sebelum Ia balik lagi ke Indonesia.
Calista dan Daniel sudah memutuskan untuk tinggal di Indonesia karena perusahaan Daniel ada disini. Sebenarnya Daniel tidak mengizinkan Calista bekerja sesudah Ia balik lagi ke Indonesia nanti, tapi bukan Calista namanya kalau harus berdiam diri di rumah. Ia adalah sosok yang sudah terbiasa bekerja keras.
Calista ingin mewujudkan impiannya untuk membuka bisnis restoran franchise walaupun Daniel sudah memintanya membatu mengurus beberapa perusahaan restoran dan supermarketnya.
Calista sudah menyanggupinya. Lagian Ia tak mau menyia-nyiakan talenta dan ijasah cumlaudenya dengan hanya berdiam di rumah.
"Hidupku akan berubah dalam beberapa hari lagi..." desah Calista.
Diluar terdengar hujan yang mulai turun. Calista memandang titik titik hujan dari kaca jendelanya.
__ADS_1
"Semoga pernikahan ini akan menjadi yang pertama dan yang terakhir." Bisik Calista pada dirinya.