
#Setahun kemudian....
Daniel meneguk segelas jus dinginnya sambil matanya tak berkedip menatap sosok cantik yang sedang berenang dihadapannya.
Calista tampak sangat menggiurkan dimata Daniel dengan bikini two-piecesnya yang berwarna merah menyala.
Calista terengah-engah setelah menyelesaikan dua putaran terakhirnya. Ia merasa sangat kelelahan dan ingin beristirahat. Ia keluar dari kolam dan berjalan perlahan-lahan ke arah suaminya yang sedang duduk.
Calista berjalan dengan susah payah karena Ia seperti tak sanggup lagi menopang berat tubuhnya.
Daniel tersenyum melihat istrinya yang semakin seksi dengan perutnya yang membuncit itu. Usia kandungan istrinya sudah memasuki bulan ke sembilan dan itu berarti tak lama lagi mereka akan menjadi orang tua bagi si kembar di dalam perut istrinya.
"Sayang kamu makin seksi saja dengan perutmu ini." kata Daniel yang sudah menarik istrinya dipangkuannya.
Calista tertawa sambil melingkarkan kedua tangannya dileher suaminya. "Apanya yang seksi sayang. Aku sudah tambah gendut nih karena si kembar."
__ADS_1
Daniel mengecup bibir istrinya. "Gak! bagiku kamu tambah sexy dan memikat."
"Sayang..." ucap Daniel, "Segera sesudah si kembar lahir, aku sudah memutuskan dan mengatur segalanya untuk tidak bekerja lagi seratus persen dikantor."
Calista mengernyit. "Kenapa, sayang? Kamu kan orangnya gila kerja."
"Justru itu aku ingin lebih banyak meluangkan waktuku untukmu dan si kembar. Aku gak mau menghabiskan sisa hidupku hanya kerja dan kerja terus. Aku juga mau sering-sering mengajak keluargaku liburan. Mama dan Papaku sangat mendukung keputusanku. Aku juga mau ke Taiwan menjenguk mertuaku sekalian memperkenalkan cucu mereka. Kita bisa tinggal berlama-lama di Taiwan. Aku penasaran aja bagaimana kehidupanmu disana.
Kakakku Ayunda dan suaminya sudah setuju untuk membantuku di perusahaan. Anak-anak Ayunda sudah besar-besar dan lumayan mandiri jadi mereka langsung setuju membantuku mengurus perusahaan." ucap Daniel dengan wajah senang.
"Benarkah sayang?" Tanya Daniel sedikit terkejut. Calista tersenyum sambil mengangguk.
"Aku sangat bahagia mendengarnya." ucap Daniel sambil mengecup bibir istrinya dengan lembut. Tangannya mengelus-elus perut buncit istrinya.
"Anyway....si kembar mau dinamakan apa? Sebentar lagi mereka lahir tapi kita belum menemukan sebuah nama untuk mereka." ucap Calista sambil berpikir.
__ADS_1
"Tenang aja sayang, aku sudah menyiapkan nama mereka sejak dokter mengumumkan bahwa anak kita kembar dan keduanya laki-laki. Aku akan menamakan mereka Carlos dan Carlton Nielson.
Calista tersenyum. "Aku suka nama-nama itu. Mereka pasti setampan kamu kalau sudah lahir nanti. Aku ingin mereka punya mata berwarna coklat seperti kamu, sayang. Matamu yang selalu mampu menggetarkanku sejak kita pertama saling berdebat."
"Mataku mampu memikatmu karena mataku itu sudah terpikat padamu waktu itu. Aku benar-benar gak menyangka kedatanganmu saat itu benar-benar membuat duniaku berubah! Aku mau selamanya seperti ini. Mencintaimu apa adanya dan terus membahagiakanmu selama aku hidup." Daniel berkata sambil sesekali mengecup hidung mancung istrinya.
Calista membalasnya dengan sebuah ciuman di bibir. "Aku juga mau mencintaimu selama aku hidup dan semakin menyayangimu dari hari ke hari." bisiknya lembut ditelinga Daniel.
Daniel menarik tengkuk istrinya dan memperdalam ciumannya dibibir sexy itu.
Seketika kedua insan itu larut dalam gairah yang semakin membakar mereka disana.
Matahari mulai turun perlahan lahan dan meninggalkan guratan-guratan berwarna orannye kemerah-merahan yang begitu indah dilangit senja, seindah hati kedua insan yang sedang memadu kasih itu.
************* SELESAI **************
__ADS_1
Hi readers, Terima kasih saya ucapkan atas atensi anda semua selama membaca novel saya ini. Terima kasih juga atas semua saran dan kritik yang membangun. Sampai berjumpa di novel-novel saya selanjutnya ya.