
Di apartemen Calista
Calista mengeringkan rambutnya yang basah setelah tadi berendam selama 30 menit. Jari-jarinya mengkerut karena terlalu lama didalam air.
"Cal, kamu mandi apa tidur di kamar mandi?" tanya Kimberly sambil senyum-senyum.
"Aku berendam sekalian menghilangkan perasaan dongkol sewaktu di pesawat tadi."
"Emang kenapa di pesawat?" Tanya Kimberly penasaran.
"Tadi di pesawat ada cowok yang terlambat naik pesawat. aku pikir dia udah gak bakalan muncul. trus tempat duduknya yang dekat jendela aku ambil. Eh, tau-taunya dia muncul dan minta aku pindah. kamu tau sendirikan kalau aku paling suka duduk di dekat jendela. tapi yang paling bikin aku super dongkol itu pas dianya nabrak aku sampai hampir jatuh waktu di lorong toilet. bukannya minta maaf dia malahan kata-katain aku. benar-benar kesal aku dibuatnya."
"Hmm...ganteng gak cowoknya?" Tanya Kim dengan pandangan nakal.
"Gimana ya.... ganteng sih iya tapi aku terlanjur tidak memperhatikan itu Karena udah terlanjur kesal. Ah, sudahlah....aku lapar. Ayam bumbu Balinya mana?"
Kimberly buru-buru menyiapkan meja makan begitu mendengar pertanyaan Calista.
"Ayo makan." kata Kimberly. merekapun makan masakan Kimberly dengan lahap terutama Calista Karena sudah lama iya tidak menikmati masakan temannya itu.
Beberapa saat kemudian mereka sudah selesai membereskan dapur dan bercakap-cakap diruang keluarga.
"Kim, cerita dong tempat kerja kamu. katamu tadi perusahaan tempatmu bekerja adalah perusahaan terbesar?" Tanya Calista dengan serius. begitulah Calista, kalau sedang bicara tentang pekerjaan pasti wajahnya serius banget kayak emak-emak yang lagi menginterogasi seseorang.
"Iya benar, Cal. Pemiliknya masih lumayan muda. Namanya Tuan Daniel Nielson. Dia pengusaha properti. bukan itu saja, perusahaan miliknya yang lain seperti supermarket dan restaurant juga tersebar hampir disemua negara Asia Tenggara. Tapi dia paling jarang dilihat bawahannya Karena selain sibuk, dia juga punya pintu masuk sendiri di kantor. Aku saja belum pernah melihatnya. Kata teman-teman aku yang udah pernah lihat dia, Tuan Daniel Nielson itu sangat gagah walau jarang senyum. Wajahnya kayak bintang film gitu. tapi....."
Kimberly berhenti sejenak.
"Tapi kenapa?" Tanya Calista mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
"Dia sudah bertunangan! hikksss."
sontak Calista melemparkan bantal kursi ke wajah Kimberly.
"Kamu itu ya Kim, gak bisa tahan diri kalo yang namanya cowok ganteng....emang kalau dia udah bertunangan kamu bisa apa??"
Gelak tawapun pecah diantara mereka. Kimberly memang sedikit playgirl. cowoknya gonta ganti dan pastinya berwajah cute dan cool. tapi Kimberly bukanlah wanita yang sembarangan tidur dengan prianya. dia cuman suka senang-senang aja. Gak heran kalau teman-teman Kimberly banyakan cowok dari pada cewek.
"Eits...tunggu dulu. Apakah nama perusahaanmu bekerja itu Wikatama International Group?" Tanya Calista penasaran.
"Lho....kok kamu bisa tau?" jawab Kimberly penuh selidik.
"Soalnya tadi kamu bilang perusahaan itu yang terbesar dan dibidang property. Dan nama pimpinannya Tuan Daniel Nielson. Sepertinya aku pernah dengar nama itu tapi......sebentar ya." ucap Calista sambil berdiri dan mengambil beberapa map dari dalam kopernya yang belum sempat ia bawa ke kamar. Calista membuka-buka kertas ditangannya dan...
"Wah...benar! Aku gak menyangka!"
mendengar itu Kimberly mendekat.
"Kim. ternyata aku ditugaskan perusahaan aku kesini untuk mempelajari tawaran kerjasama dengan perusahaan dimana kamu kerja sekarang." kata Calista tersenyum lebar.
"What??? Really???" Tanya Kimberly tak percaya. Matanya membulat dan berbinar.
"Iya benar, Kim. Aku lusa akan bertemu langsung dengan CEOnya Tuan Daniel Nielson dan beberapa manajernya untuk rapat tentang tawaran kerja sama perusahaan Wikatama dengan perusahaan dimana aku bekerja. tugasku untuk memastikan apakah mereka layak kerjasama dengan kami." tutur Calista.
Kimberly terdiam.
"Baguslah kalau begitu. Dan dalam Hal ini aku kalah satu langkah dari kamu." kata Kim lesu.
"Kenapa? apa maksudmu?"
__ADS_1
Kim cemberut mendengar pertanyaan sahabatnya.
"Iya, kamu bakalan lebih dulu melihat ketampanan bossku yang belum pernah aku saksikan."
"Hahahaha.....Kim, Kim....kamu memang....di otakmu cuman ada pria-pria tampan."
Kimberly tertawa sampai air matanya hampir keluar.
"Kalau dia sampai tidak terpesona padamu berarti benar kata orang kalau dia pria dingin terhadap wanita. Bertunanganpun, dengar-dengar Hanya diatur orang tuanya karena dia gak pernah punya pilihan sendiri. Kamu sangat cantik Cal, bodymu, kulitmu, wajah glowingmu dan plus plusmu alias otak dan karirmu sungguh cemerlang. Di usiamu yang masih sangat muda ini, kamu bikin cowok takut nembak kamu. Aku penasaran apakah Tuan Daniel akan mengabaikan itu dari padamu."
Mendengar celoteh Kimberly, Calista tertawa terbahak-bahak.
"Kamu emang gila ya. Aku tuh mau kerja bukan Cari perhatian pria yang sudah bertunangan. Lagian aku ingin menikmati hidup. Dua bulan lagi aku sudah tidak bekerja di perusahaan aku. aku baru saja resign. peraturannya, aku harus mengajukan resign paling lambat 3 bulan sebelum berhenti." jelas Calista diikuti wajah terkejut sahabatnya.
"Whaaaat??? Kenapa bisa begitu?"
Calista tersenyum tipis mendengar pertanyaan temannya.
"Perusahaanku tidak rela aku resign. Makanya tugas terakhir aku adalah memastikan bahwa tawaran kerjasama Wikatama Group pada perusahaan kami benar-benar saling menguntungkan dan tidak bercacat. Aku harus benar-benar jeli Kali ini Karena ini akan menjadi tugas Dan sekaligus prestasiku yang terakhir bila berhasil sebelum aku benar-benar berhenti."
Kimberly terdengar sedih mendengar penjelasan sahabatnya.
"Trus...rencana kamu mau ngapain setelah itu?" Tanya Kimberly dengan suara lesu.
"Hey....cheer up, girl. Aku mau berlibur selama sebulan penuh ke beberapa negara. Setelah itu uang deposito Dan tabunganku selama ini akan aku jadikan modal untuk membuka beberapa restoran frenchise di Taiwan. aku mau punya usaha sendiri. lelah jadi karyawan. aku maunya jadi boss atas diriku sendiri."
Kimberly memeluk sahabatnya dengan haru.
"Andai aku sepintar kamu..... aku mendoakan dan mendukungmu, Cal. Kamu pasti sukses!"
__ADS_1
Merekapun berpelukan lagi sesaat.