
Waktu menunjukkan pukul 05.45 ketika Calista terjaga dari tidur singkatnya. Cahaya samar-samar menembus dari celah-celah gorden dijendela kaca resort Blue Dolphin.
Calista sudah terbiasa bangun pagi-pagi di negaranya mengingat mobilitas disana sangat tinggi.
Calista mencoba duduk, tapi tubuhnya terasa pegal disana sini. Ia memandang sosok tampan yang masih terlelap disampingnya.
Daniel terlihat sangat cute dengan rambutnya yang acak-acakan serta dada kekarnya yang tak lagi tertutup selimut.
Calista tak ingat lagi jam berapa Ia dan suaminya baru tertidur. Yang jelas sewaktu Ia mencoba terlelap samar-samar dikejauhan terdengar suara adzan.
Calista tersenyum memandang wajah suaminya. Ia masih merasa sedikit malu jika mengingat pertempuran mereka semalam sampai subuh. Daniel berubah menjadi buas yang menerkamnya berkali-kali tanpa memberikannya jeda yang lama untuk beristirahat sejenak. Suaminya ternyata menepati kata-katanya kalau Ia akan membuat istrinya kelelahan tanpa ampun.
Calista membelai wajah suaminya dan mencium bibir sexy itu sebagai kecupan selamat pagi. Baru saja Calista hendak berdiri, tiba-tiba lengan kekar Daniel telah mendekapnya sehingga badan Calista tersungkur tepat diatas tubuh suaminya.
"Mau kemana kamu, sayang?" ucap Daniel sambil senyum dengan mata yang masih tertutup.
"Sayang lepaskan aku dong. Aku udah mau bangun nih." seru Calista yang masih dijepit Daniel dengan kedua tangannya.
Daniel mengecup bibir mungil didepannya.
__ADS_1
"Jangan dulu bangun, sayang. Aku masih mau menikmati pelukan ini."
Calista tersenyum seraya menyisipkan wajahnya dileher suaminya. Kaki kirinya disilangkan diatas perut Daniel.
"Sayang...kamu jangan banyak gerak-gerak dong... kamu sudah membangunkan makhluk dibawah sana. Mendengar perkataan suaminya, Calista merasakan ada yang terasa keras dan membesar ditubuh bagian bawah suaminya. Calista tertawa geli. Ia heran karena makhluk itu tiada capek-capeknya menegang sejak semalam.
Mendengar tawa geli istrinya, Daniel menggelitik pinggang Calista. "Kamu menertawakanku ya....awas kamu bakalan aku genjot lagi."
"Ampun...Sayang. Stop gelitik aku dong..." Jerit Calista. Daniel menghentikan aksinya dan sesaat terpana melihat tubuh polos istrinya yang telah tersingkap dari selimut.
Daniel menatap mesra istrinya yang kini tengah berada dibawahnya.
"Mengaku apaan, sayang? Emang kamu sudah berbuat apa?" Tanya Calista sambil mengernyitkan dahinya.
Daniel menarik nafas dalam-dalam.
"Kamu ingat dimalam kamu tidur di apartemen aku?"
Calista mengangguk. "Trus?"
__ADS_1
"Kamu menanyakan apakah aku gak ngapa-ngapain kamu, kan? Dan aku jawab tidak kecuali melihat ********mu saat mengganti blusmu." Daniel berhenti sejenak.
"Emangnya ada kejadian apa lagi?" Tanya Calista dengan nada penuh selidik.
"Hmm...aku....aku sebenarnya hampir menidurimu..."
"What?? Bagaimana bisa? ucap Calista sedikit kaget.
"Entah setan apa yang merasukiku malam itu..sewaktu memandang wajahmu yang sedang tertidur aku tiba-tiba saja sudah menciummu....cukup lama dan...penuh gairah. Ah..pokoknya, aku hampir saja keterusan. Rasa-rasanya ingin memperkosamu malam itu."
"Astaga suamiku. Lelaki dingin seperti kamu ternyata mesum juga ya. Untungnya kita akhirnya menikah. Coba kalau gak... mau taruh dimana mukaku?" ujar Calista dengan wajah cemberut.
Daniel mencium bibir istrinya.
"Maafkan aku sayang." Bisik Daniel di telinga Calista. "Aku akan membayarnya sekarang."
"Lho sayang kamu mau ngapain? seketika Calista merasakan tangan Daniel sudah mengerayanginya. Daniel ******* bibirnya dan menggigit gemas. Calista tak berdaya kalau sudah begini.
Beberapa saat kemudian desahan demi desahan sudah memenuhi kamar itu. Kasur disitu sudah mulai menandak-nandak seperti semalam. Calista pasrah tubuhnya digenjot lagi sebanyak dua ronde pagi itu.
__ADS_1
Hari yang baru bagi mereka sebagai suami istri yang diawali dengan adegan panas.