Cool Tuan Vampire

Cool Tuan Vampire
Kau Hanya Memanfaatkanku!!


__ADS_3

Eveline memandang wajah Daniel dengan takut-takut dan mulai berjalan mundur sedikit demi sedikit.


"Daniel! Mau apa kau disini hah?!" nafas Eveline memburu meredam amarah beserta rasa takut.


"Ooh, ternyata kau sudah tahu namaku ya? Baguslah, jadi aku tidak perlu repot-repot mengenalkan diriku." Daniel tertawa kecil.


"Tadi Baby bilang apa? Aku mau apa di sini? Ah, yaampun ini kawasannku Sayang jadi aku bebas mau berbuat apa pun di daerahku." Daniel mendengkus sebal.


Eveline ingin mengumpat keras pada Daniel tapi seketika nyalinya cuit tatkala tahu ini adalah kawasan kekuasaan Ketajaan Balcking, astaga bisa tamat riwayatmu Eve.


"****** dah, nasipku mengapa sangat jelek seperti ini ckck. Si nyamuk kebon kemana pula?!" batin Eveline campur aduk, tak tahu mesti harus bagaimana lagi.


Vano, yah! Itu yang berada di pikiran Eveline hanya Vano. Eveline sangat berharap si nyamuk kebon itu datang menjemputnya. Oke, sekarang Eveline menyesal menolak tawaran Julian yang berniat mengantarnya pulang, seandainya Eveline tidak menolak mungkin sekarang dia tidak terjebak oleh Raja Blacking yang licik itu.


"Jangan mundur Baby." Daniel lagi-lagi tertawa kecil.


Eveline tidak menanggapi, dia terus mundur hingga badannya mentok di pohon besar.


"Ahh.... Sial! Ada pohon ini lagi! Siapa pula yang menaruh pohon ini?!" Eveline hanya bisa mengumpat pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Sementara Daniel semakin dekat padanya dan berkata...


"Hmm, kau belum disentuh oleh Vano bukan?"


Eveline membelalakkan matanya mendengar pertanyaan bodoh Daniel, oke itu sangat memalukan tapi memang nyatanya demikian.


"Jika sudah, lalu masalahnya denganmu apa hah?!"


Daniel tertawa keras, membuat Eveline was-was.


"Bohong! Kau bohong Eveline, karena apa? Ya, karena Vano tak mungkin mau menyentuhmu karena pada kenyatannya Vano hanya butuh darahmu saja, ck! Dasar Vampire licik!" Daniel menatap sinis Eveline.


"Ah, kau cantik tapi mudah dibodohi oleh Vano. Apa kau tidak berfikir? Selama ini apa pernah Vano tergoda padamu? Dia hanya meminta darahmu terus bukan? Ayolah Sayang dimana otakmu?"


Daniel membelai wajah cantik Eveline namun dengan segerah ditepis oleh Sang Empunya.


Eveline terdiam tampa kata mendengar perkataan Daniel, dalam hatinya memang benar adanya ucapan Daniel meski Vano terus berucap cinta namun pada dasarnya itu hanya ucapan bukan? Ah, menyedihkan.


"Aku ingin sedikit darahmu." Ucap Daniel tiba-tiba.

__ADS_1


Eveline tidak menanggapi, sibuk dengan lamunannya. Betapa liciknya Vano yang menikahinya hanya karena darahnya saja, Eveline benci Vano. Sungguh rasa cintanya hangus karena benci, Eveline tidak habis pikir Vano menipunya.


"Aku ingin sedikit darahmu!"


Eveline langsung tersadar dan dengan entengnya menganggukkan kepalanya. Eveline menyibak rambutnya membuat leher putih mulusnya terlihat jelas.


Daniel tersenyum penuh arti, Daniel mulai mendekat pada Eveline membuat tiada jarak antara mereka berdua.


Daniel mulai menghisap darah Eveline, namun saat Daniel menancapkan taringnya, Eveline mengerang kesakitan. Sepertinya ada penolakan.


Eveline berpikir, jika Vano yang menancapkan taring dia tidak merasa sakit sedikitpun, tubuh Eveline menolak adanya taring Daniel.


Sekitar 5 menit kemudian...


BZIIIKKK!!


Daniel dihantam oleh seseorang dari arah belakang nya dan membuatnya lepas dari kegiatan menghisap darah.


Apa Eveline mengenalnya? Sangat, Eveline sangat mengenal seseorang itu. Seseorang yang sangat vamiliar baginya, seseorang yang membuat diri Eveline ditumbuhi oleh rasa benci dan ketidak percayaan lagi.

__ADS_1


Sorry baru rilis hehe, Ira lagi sibuk soalnya tapi demi kalian pembaca gelap maupun pembaca terang yang selalu meninggalkan komen dan like Author sempatin nulis hehe...


__ADS_2