Cool Tuan Vampire

Cool Tuan Vampire
Kerja Sama/Misi


__ADS_3

Vano datang menemui Daniel di aula besar.


"Ada apa?" tanya Vano dengan sorot mata dingin.


"Langsung saja ke intinya, aku menginginkan kerjasama dengan Kerajaanmu." Jawab Daniel sambil menggoyangkan gelas winenya.


Vano duduk ke Singgasananya sambil meminum wine.


"Apa yang harus aku percayai darimu?" tanya Vano.


"Cih, ayolah Raja Vano dulu kedua orang tua kita juga bekerja sama bukan?"


Vano mengetuk meja dengan jemarinya, "biar ku coba!"


Tiba-tiba Pelayan Ayuan datang dengan tergesa-gesa, wajahnya panik campur takut.


"Maaf, Tuan Raja. Eveline tak ada di kamarnya dan tidak ada di segala ruangan Istana." Lapor Ayuan dengan membungkukkan tubuhnya


Ayuan tak berani mengangkat hormatnya sebelum Vano menyuruh karena Vano sangat tak suka jika dia sedang berbincang dengan tamu diganggu.


Laporan Ayuan membuat Vano dan Daniel membulatkan matanya.


"Kemana dia?" tanya Daniel dengan exspresi khawatir.


"Tidak usah kau mengkhawatirkan Istriku Daniel!" Vano menatap marah Daniel.


Daniel berdecih sebelum meleset menuju kamar khusus Ratu dan Raja Manhive.


"Sial! Pelakunya Luke!" tukas Daniel setelah dia mengendus-endus balkon kamar.

__ADS_1


"Luke?!" tanya Vano dengan amarahnya yang meluap-luap.


Tidak lama Ioan datang dengan wajah yang serius, baru saja dia diberi tahu Ayuan tadi jika Eveline hilang.


"Eveline bersama Luke!"


"Bukan hal yang mudah untuk memasuki Kerajaan De Flanders," kata Ioan pelan.


Kerajaan De Flanders dijaga ketat oleh Vampir Kerajaan Luke serta di sana banyak burung gagak yang di mana jika seseorang yang bukan dari kerajaan itu maka burung gagak akan menimbulkan keributan yang dapat memancing perhatian penjaga.


Daniel lalu memberi rencana, rencana yang bagus dan disetujui oleh Vano juga Ioan.


Hari itu keamanan Istana Manhive diperketat dan bahkan dijaga langsung oleh Vampire yang berkemampuan hebat, takut-takut Luke akan menyerang saat Vano tak ada.


Kerajaan De Flanders...


"Itu tidak penting! Ayo lakukan misi!" perintah Vano sedikit geram.


Daniel dan Ioan lalu berpencar, Vano sendiri tetap berjalan lewat gerbang Istana. Vano menghabisi penjaga gerbang dengan mencopot kepala mereka.


"PENYUSUP! LINDUNGI ISTANA!" teriak salah satu penjaga Aula Istana De Flanders.


Teriakan penjaga Aula itu mendatangkan beberapa Vampire sekaligus membuat Vano bertambah geram.


"Dasar berisik!" ketus Vano sambil mematahkan leher penjaga Aula tadi.


Sebelum Vano bertindak lebih jauh, para Vampire tadi mulai menyerangnya mengharuskan Vano mencabut pedangnya.


Sementara itu Daniel melompat-lompat ke balkon-balkon kamar Istana dan Ioan sendiri menunggu di bawah bersiap-siap jikalau ada penjaga atau Vampire.

__ADS_1


Eveline Pov...


Aku, Tasya dan Carey sedang berdoa agar pertolongan segera tiba, kami belum diberikan makan sejak kemarin sore. Kata Carey, makanan akan diantarkan jika hari sudah pagi sekitar jam 12 dan sekarang baru jam 10:15 masih lama.


Tasya juga mengatakan, makanan yang diantarkan hanya satu buah aple setiap orang.


Author Pov...


Pandangan Carey beralih ke balkon kamar tersebut, Eveline mengikuti arah pandangan tersebut.


"Kau Daniel?" tanya Eveline dan menghampiri Daniel.


"Buat apa kau kemari, hah?!"


"Hey, dengar! Aku, Vano dan Ioan datang kemari ingin menyelamatkanmu dan teman-temanmu itu jadi cepatlah, Vano akan kemari lewat pintu depan."


"Dimana Vano?" tanya Eveline, perasaannya mendadak tak enak.


"Dia lewat depan Eve, jadi kau ikut kami saja sebelum si Penyihir itu datang!"


"Tidak! Aku akan menyusul Vano ke bawah!"


Habislah...


Bagaimana kah nasip Vano nanti setelah dia bertemu si Penyihir Kakak Luke itu?


Oke siapkan tisyu untuk episod selanjutnya.


Bye bye semua...

__ADS_1


__ADS_2