
Vano hanya diam ketika Evelyn berbicara seperti itu.
" Cantik, " ucap Vano pelan namun terdengar jelas di telinga Evelyn.
"Ap... apaaa?" tanya Evelyn gugup.
Vano terkekeh pelan.
" Cantik... kau cantik malam ini Eve," ucap Vano sambil tersenyum manis, matanya pun tak lepas menatap Evelyn tanpa kedip.
"Eleh bilang aja modmmmm....,"
Ucapan Evelyn terdekat karena mulut Evelyn sudah dibungkam oleh Vano. Vano mencium habis bibir Evelyn dan mendekapnya erat.
Para Pelayan yang belum sempat pergi hanya bisa menutup mata mereka ada pula yang tersenyum-senyum penuh arti.
" Oh, ini pemandangan langka! aku tidak bisa melewatkannya! " bisik salah satu pelayan.
" Ah, ciuman mereka benar-benar menghagatkan jiwaku! Aku iri! "
" Aku tidak kuat melihatnya ya Tuhan! "
Bisik-bisikan mulai terdengar. Kejadian itu terhenti setelah Ioan baru tiba di depan aula.
" Apa yang kalian semua lakukan? " tanya Ioan sambil menggaruk kepalanya, rupanya dia belum menyadari apa yang dilakukan Vano.
Ioan menatap satu persatu Pelayan yang juga menatapnya takut-takut, meski mereka semua belum pernah melihat Ioan meluapkan amarah.
" Kenapa semuanya diam? Apa Pelayan terkena penyakit bisu? " tanya Ioan lagi, ia semakin bingung melihat semua Pelayan terdiam.
Ioan mengalihkan pandangannya ke atas singgasana Vano dan membuat dirinya ikut tercenggang atas pemandangan dua sejoli yang sedang berciuman.
__ADS_1
" Ohoho, ternyata ini penyebabnya hmmm. " Ioan tersenyum jahil sebelum meleset meniggalkan Aula tak lupa memberi kode kepada para Pelayan untuk pergi.
Seketika itu pula Aula Istana kosong dan hanya menyisakan Vano juga Evelyn.
" Kak Vano tidak memikirkan perasaan para jomlo! Seenaknya saja! " Ioan mencibir kesal.
Tak lama setelah kepergian Ioan dan para Pelayan Vano akhirnya melepas ciumannya. Nafas Eveline tersenggal-senggal.
" Hisssh! Dasar nggak sopan! Orang kalau lagi ngomong gitu ya dengerin dulu ini malah... hisss nggak sopan! " Eveline menggerutu.
Vano tersenyum nakal.
" Mau lagi ya? " tanya Vano sambil menatap Evelyn dengan tatapan menggoda.
" Lagi apaan?! "
Vano mengetuk bibir bawah Eveline dengan jari telunjuknya.
" Loh?! "
Pipi Eveline memanas saat di hadapannya ada para Pelayan dan juga Ioan yang sedang menatap mereka berdua datar.
" Sudah puas? " tanya Ioan.
" Puas apaan sih Ioan? " tanya Eveline menggaruk kepalanya.
" Ya, puas ciumannya. Sampai lupa tempat dan juga para jomlo. " Ioan mengerucutkan bibirnya.
Ya, Ioan dan para Pelayan tak sepenuhnya pergi jauh dari Aula .
" Ehehe, maaf Ioan. " Eveline menunduk malu.
__ADS_1
***
Ioan membuat portal menuju pesta Nyonya Grace. Malam itu Kerajaan Manhive memperketat pengamanan Istana karena Raja sedang keluar.
Cukup singkat untuk mereka bertiga tiba di Kerajaan WereWolf dan masuk ke dalam Aula yang tak kalah mega dengan Aula Kerajaan Manhive.
" Ohh, hey Raja Vano apa kabar? Lama tak jumpa ahaha! "
Raja Kerajaan WereWolf datang menyambut Vano, Ioan juga Evelyn dengan keadaan yang sudah teler.
" Ya, seperti yang terlihat. Itu keadaanku, " jawab Vano tampa senyum.
" Bau alkohol deh Vano, aku tidak menyukai tempat ini! " bisik Eveline sambil menutup hidung dan mulutnya.
Bau alkohol sangat kental saat Raja WereWolf mendekat diri pada mereka bertiga.
Vano hanya tersenyum miring, mereka bertiga lalu ikut bergabung ke dalam pesta namun sedari tadi Evelyn tidak melihat kehadiran Julian.
" Vano aku nyari Julian ya? "
" Nggak usah, kamu di sini aja jangan jauh-jauh. " Vano menggeleng pelan di tangan kanannya memegang segelas wine.
Evelyn mulai bosan, karena di sana Evelyn tidak bisa makan atau pun minum apa-apa.
Sesuai kata Vano di dalam makanan itu ada obatnya yang bisa membuat orang yang memakannya langsung mabuk seketika itulah kelicikan Raja WereWolf itu pun sama dengan minumanya. Tetapi Vano malah meminumnya dan memakannya alasannya karena rasanya sangat clasic.
" 'Kan penawarku adalah Istriku yang cantik ini. "
*Oke, Like jangan lupa ya... like itu berharga bagi para Author cobalah menghargai usaha mereka untuk menghibur kita Author kalau baca Novel lain pasti Author like karena tahu bahwa mereka pasti butuh untuk semangat mereka.
Vano mabuk, masalah baru muncul.... terima kasih atas dukungan kalian*.
__ADS_1