Cool Tuan Vampire

Cool Tuan Vampire
Cincin Permata Naga


__ADS_3

Setelah kepergian Eveline, Vano duduk di singgasananya.



Sejak kapan aku berubah? Apa karena sejak aku menjadi peminum dan pecandu darah dari gadis itu? sebenarnya Siapa gadis itu, dari nama dan parasnya aku merasa tidak asing dengannya tapi siapa? seperti pernah berjumpa tapi di mana?



sifat dinginku mulai luluh saat aku kenal dia, sifat kejam ku sedikit demi sedikit mulai lulu saat aku kenal dia, sifat ganasku mulai luluh sedikit demi sedikit dan berubah menjadi rasa sayang dan cinta terhadapnya kini mulai ada meski sedikit demi sedikit mengisi ruang hati ini yang tidak berguna ini.



Dia seperti Almarhumah Ibuku yang mati karena perang, hanya Ibuku yang bisa meluluhkan seluruh yang ada di hati ini, seluruh dendam dan kebencian dapat ia luluhkan dalam hitungan detik. Begitupun dengan gadis ini, yang tidak sengaja bertemu denganku dan menjadi istriku. Tapi dia bisa menggantikan peran Mamaku. Oh, Tuhan siapa dia? Apa kau mengirimkan Malaikat pengganti Mamaku? Sejauh ini aku masih berpikir siapa dia.



Waktu sudah menunjukkan jam 12.30 siang, Eveline masih setia menunggu duduk di kamar. Tapi lama-kelamaan dia merasa bosan dan ia menggaratak lacinya dan ia menemukan sebuah cincin yang indah berwarna putih dan di tengahnya terdapat permata bulat berwarna merah pekat.


Evelyn seperti melihat di dalam Permata itu ada gambar seekor naga yang berwarna hitam.


lantas Evelyn berlari menuju ke bawah sambil membawa cincin itu menuju Vano.

__ADS_1


"nyamuk kebun! " Panggil Evelyn dan membuat para pelayan terkejut.


Vano menoleh dan menghampiri Evelyn dengan langkah pelan dan santai


"ada apa?" tanya Vano dan membuat para pelayan kembali terkejut dengan respon Vano yang biasanya kejam menjadi hangat seperti itu.


" aku menemukan cincin ini di laci dan cincin apa? " tanya Evelyn penasaran.


Vano melihat cincin itu dan ia Teringat saat ia membunuh naga hitam milik kerajaan Balcking. Yaitu Raja keturunan darah hitam dia baik tapi licik dan naganya takluk di tangan Vano.


"Oh, cincin naga hitam Balcking, " jawab Vano memberitahu.


" siapa itu?" tanya Eveline semakin penasaran.


" terus kamu bisa?" tanya Eveline menatap Vano dengan remeh.


"Bisa, ini buktinya." Vano menunjuk cincin naga hitam di tangan Eveline.


"Alah, taklukin hati aku saja tidak bisa!" gumam Eveline namun masih bisa didengar oleh Vano.


"Kata siapa?" tanya Vano dengan tatapan remeh pula.

__ADS_1


"Apaaa?" tanya Eveline.


"Tadi kamu bilang gini, taklukin hati kamu saja tidak bisa, begitu 'kan? Memangnya aku tidak dengar?" tanya Vano dengan senyum bangga.


"Nggak usah pede kamu! Siapa juga yang bilang begitu? Dasar nyamuk kebun."


"Oke, aku akan buktikan dalam jangka waktu sebulan ini aku pasti akan bisa menaklukkan hatimu." Vano lagi-lagi memamerkan senyum bangga.


Eveline memandang Vano dengan sangat remeh seperti tidak yakin dia bisa berhasil.


Vano melepas kalung di leher Eveline membuat yang punya mengomel kesal.


"Kembalikan kalungku nyamuk kebun!" ketus Eveline sangat kesal.


Vano mendelik kesal pada Eveline, ia lalu memasangkan kembali kalung Eveline namun kalung tersebut tampak beda, karena apa? Karena Vano memberi cincin naga hitam di kalung itu.


"Cantik!" hanya itu yang keluar dari mulut Vano, 1 kata 6 huruf tapi beribu makna.


Namun exspresi wajah Eveline biasa saja, tidak ada rona merah muda di pipinya tapi inilah yang menantang bagi Vano yang menurutnya gadis ini punya daya tarik tersendiri.


25 menit kemudian....

__ADS_1


Ioan kembali dengan wajah ceria, senyumannya tidak lepas meski dia ditanya oleh Kakaknya pun Ioan tetap tersenyum.


__ADS_2