Cool Tuan Vampire

Cool Tuan Vampire
Rencana Mengakhiri Keturunan Raja Glade


__ADS_3

"Vano seberapa pentingnya kamu ke sana hah?! Aku membenci keputusanmu!"


Eveline meringkuk di pojok kamarnya, kedua tangannya menutup wajah sedihnya, isakan tangis yang pelan menjadi lagu pengantar tidurnya.


Eveline tertidur dengan posisi duduk, penampilannya amat kacau seperti hatinya yang merasa kehilangan.


**


Di pagi hari yang cerah tapi tak secerah keadaan Eveline hari ini.


Eveline tengah duduk di balkon kamarnya sambil menutup kupingnya.


"Eheek, eheek, ambil nyawaku sekarang Tuhan! Jika tak ada lagi semangat untuk hidup."


Tiba-tiba ada seseorang yang muncul di hadapannya, seseorang yang Eveline kenal, apa dia Vano? Ioan? Bukan, lantas siapa demikian? Seseorang dengan jubah hijau berdiri menatap Evelyn prihatin.


Eveline melihat seseorang itu langsung berdiri.


"Nga ngapain kamu ke sini?" tanya Eveline waspada, matanya yang bengkak masih bisa melihat jelas orang di hadapannya.


Seseorang dengan jubah hijau, ya siapa lagi jika bukan si Daniel BlacKing. Dia datang se pagi itu ke Kerajaan Manhive pasti ada sesuatu yang tak beres.


"Tenang Eve, aku datang kemari bukan untuk menyakitimu."


"Lantas dengan tujuan apa hah?!" tanya Eveline semakin waspada.

__ADS_1


"Ah, aku kemari hanya untuk memberikan ini." Daniel memberikan sebuah pedang yang sering dipegang dan dipakai Vano yang sudah berlumuran darah.


Daniel juga memberikan sebuah jubah merah yang Vano kenakan sebelum berangkat ke Lembah Terlarang itu, jubah yang dalam keadaan sama, namun karena jubah itu berwarna merah jadi lumuran darah tak terlihat jelas namun dari baunya yang amis lah yang Eveline tahu jika jubah itu juga penuh darah.


"Nggak, nggak, nggak mungkin! Ini semua bukan punya Vano!" Eveline tak kuasa menahan isakan tangis nya lagi.


"Entahlah, aku menemukannya di Lembah Terlarang itu."


"Tidak,, tidak mungkin kau berani ke sana!" Eveline semakin frustasi.


"Cih, mungkin saja dan aku ingin memberi tahumu bahwa aku tahu di mana Vano."


Sontak Eveline langsung melebarkan matanya.


"Ayo, ikut aku lewat sini," ucap Daniel dan langsung melompat turun dari balkon.


Eveline ikut melompat turun dari atas balkon dan menuju hutan bersama Daniel, Eveline berjalan berdampingan dengan Daniel.


"Kau yakin ini jalannya?" tanya Eveline memastikan.


"Ya, betul ini jalannya kita hanya perlu melewati hutan ini," jawab Daniel dengan senyum tipis.


"Eveline!!"


Eveline menoleh dan mendapati seseorang yang sangat familiar baginya.

__ADS_1


Flasback On...


Vano sudah mau sampai di dekat Istana, tepat nya di belakang Istana. Vano dan Beno berjalan berdampingan sambil bersenda gurau, dengan kalung yang dipakai di leher Vano.


Secara tak sengaja Beno melihat seperti ada bayangan Eveline dengan si Daniel, Beno yakin Daniel telah mempengaruhi Eveline tengtang Vano. Mereka berdua akhirnya mengikutinya hingga jalan mereka terasa aneh, Daniel berjalan menuju jurang makanya Vano memanggil Eveline.


Flashback Off...


Eveline melihat ke arah seseorang yang memanggilnya, mata Eveline melebar saat melihat Vano seseorang yang sangat dia rindukan selama beberapa hari ini.


Eveline ingin menghampiri Vano namun tangannya dicekat oleh Daniel dan membawanya entah ke mana.


"Hari ini, hari berakhirnya keturunan Raja Glade ha ha ha!" tawa Daniel membuat bulu tunuh Eveline berdiri.


Vano dan Beno mengejar mereka berdua, tak bisa dipungkiri lagi kepanikan Vano saat ini.


Daniel membawa Eveline ke pinggir jurang yang curam, Daniel bersiap mendorong Eveline ke jurang yang curam itu.


"Lepaskan Daniel! Vano Tolong!"


Tubuh Eveline bergetar takut, dia tak bisa lepas dari cengkraman kuat Daniel walau sekarang Eveline adalah Vampire yang punya kekuatan yang kuat namun belum bisa menggunakannya karena kurang latihan.


Vano dan Beno datang dengan muka merah padam.


Up banyak tergantung dari dukungan kalian ya kawan, kalau ada waktu author up banyak deh, Chapter sebelumnya lumayan dukungan jadi hari ini up banyak tunggu sore ini...

__ADS_1


__ADS_2