
Ioan tersenyum ke arah Eveline, senyum yang sama manisnya dengan senyum Vano bedanya senyum Ioan terlihat tulus sedangkan Vano sedikit tak tulus namun masih manis di mata Eveline.
"Beneran ada Daniel?" tanya Eveline mengangkat alisnya.
"Iya, Eve ada." Jawab Ioan dan kemudian menyusul Kakaknya Vano ke Aula besar.
Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Eveline, dia langsung lompat dari balkon kamarnya dan meleset kilat menuju hutan belakang Istana.
Eveline pergi ke tengah hutan untuk menemui seseorang misterius itu.
"Tuan, keluar kau! Kembalikan teman-temanku!" Eveline berteriak nyaring.
Kekehan pelan terdengar dan seseorang dengan jubah hitam keluar dari dalam semak-semak, Eveline tidak dapat melihat wajah orang itu karena tudung jubahnya belum dibuka.
"Hmmm... Ratu Eveline kau menepati janjimu," ucap seseorang itu sambil berjalan mendekati ke arah Eveline.
"Siapa kau, hah?!" tanya Eveline menatap tajam.
"Ooh, aku? Perkenalkan aku adalah Raja Luke De Flanders dari Kerajaan De Flanders." Luke membuka tudung jubahnya memperlihatkan seringainya.
"Luke? Kembalikan teman-temanku Carey dan Tasya!"
"Berikan dulu kalung Naga itu!"
__ADS_1
"Kalung? Kalung apa?" tanya Eveline bingung.
"Cih, jangan pura-pura nggak tahu lah," ucap Luke menatap sinis Eveline.
Eveline lalu mengingat kalung yang dimaksud Luke dan ternyata kalung yang dimaksud rupanya kalung yang Naganya telah Vano bunuh, kalung Naga hitam.
"Aku akan memberi kalung Naga itu apabila kau ingin melepaskan kedua Sahabatku," ucap Eveline mantap.
"Baik, ayo ikut aku untuk bertemu dengan kedua Sahabatmu itu," kata Luke dan langsung meleset ke Kerajaannya.
Luke De Flanders adalah Raja Kerajaan De Flanders yang terkenal licik dan kejam, Kerajaan yang beda dengan Kerajaan Manhive.
Kerajaan De Flanders sangat banyak burung gagak hitam yang berteriak-teriak.
Eveline diajak ke sebuah ruangan lalu dengan sigap Luke mendorong keras Eveline ke dalam ruangan itu.
Luke mengungci pintu itu dari luar, Luke tertawa terbahak-bahak melihat usaha yang sia-sia Eveline.
"Jika kau aku sandera bersama teman-temanmu yang lemah itu, maka aku akan gampang mengambil kalung Naga itu, hahah!" teriak Luke dari luar dan langsung pergi entah ke mana.
Eveline memang tidak memakai kalung Naga hitam itu karena dia melepasnya saat ingin mandi dan kalung itu ada di kamar mandi sekarang.
"Eveline?" pangil Tasya dan Carey yang sedang tidur di kasur, mungkin mereka lelah.
__ADS_1
"Tasya, Carey!"
Eveline langsung berhambur memeluk kedua Sahabatnya itu, Eveline melihat mata Tasya dan Carey yang bengkak karena terus menangis.
"Eheek... eheekk, Eveline! Orang itu, orang itu, orang itu, mengurung kami di sini dan dia mengatakan kau dalam bahaya," ucap Tasya menangis sesunggukan di dekapan Eveline.
Eveline mengajak Sahabatnya itu untuk duduk di tepi kasur.
"Dan kau tahu Eve? Dia bukan manusia, dia itu Vampire," ucapnya dengan terisak.
"Iya, aku pun tahu Tasya, tapi apa kalian akan takut juga pada Sahabatmu ini Vampire?" tanya Eveline.
Tasya dan Carey menggeleng karena mereka sudah tahu silsilah Keluarga Eveline sejak mereka SMA bersama.
"Bagaimana pun kau adalah Sahabat kami Eve." Sahut Carey dan Tasya bersamaan.
Di dalam ruangan seram itu, ada 3 orang yang sedang berdoa agar mereka diselamatkan.
***
Allo Reades yang setia hehe, semoga tetap sehat dan bahagia selalu ya.
Oh iya sedikit pemberitahuan untuk kawan Author, CTV tidak rilis pada hari minggu jadi cuma rilis pada hari senin sampa saptu saja.
__ADS_1
Terima kasih like dan komentar yang mendukungnya, hehe.
Budayakan like baru baca, haha.