Cool Tuan Vampire

Cool Tuan Vampire
Alasan Dari Sifat Iblis Vano


__ADS_3

"Saya... saya patuh pada perintah Istri Tuan Raja."


Eveline tersenyum lebar ke arah Pelayan Ayuan.


"Bagus! Jadi mulai sekarang kau panggil aku Eve jagan Nyonya lagi ya?"


Pelayan Ayuan mengangguk paham.


"Tapi jika di depan Tuan Raja saya tetap memanggilmu dengan sebutan Nyonya."


Eveline kembali cemberut, pikirnya takut sekali Pelayan Ayuan ini dengan Vano. Ya mungkin Vano memang kejam kali ya?


"Baiklah, hmm oh ya berapa uang yang dipinjam oleh Ioan padamu, Ayuan?" tanya Eveline lembut.


"Delapan ratus ribu Nyonya eh, Eve."


"Dasar Ioan, katanya dia bawa uang banyak lah ternyata cuma delapan ratus doang!"


Eveline merongoh jubah merahnya mengambil bungkusan warna merah darah di sana lalu menyerahkannya kepada Pelayan Ayuan.


"Ini uang kembali dari uang yang dipinjam Ioan pasti kamu membutuhkannya bukan?"


"Ah, terima kasih Eve. Aku juga tidak membutuhkannya dalam waktu dekat ini." Senyum Pelayan Ayuan setelah menerima bungkusan merah darah dari Eveline.

__ADS_1


"Eh?"


Pelayan Ayuan terkejut saat tiba-tiba Eveline menarik tangannya meninggalkan ruangan tugas Pelayan.


"Kita akan ke Taman ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu karena ruangan tadi tidak pas untuk kita berdua bicara," ucap Eveline tampa menoleh.


"Lalu tugas memasakku bagaimana Eve? 'kan sebentar lagi waktu sarapan dan Tuan Raja sangat tidak suka jika sarapan terlambat walau satu detik pun." Ada rasa panik campur takut di hati Pelayan Ayuan.


Peristiwa di mana Vano hampir ingin menghabisi salah satu Pelayan yang lalai ditugasnya sangat membekas di otak Pelayan Ayuan, hal itu membuatnya takut.


"Soal si Raja nggak berguna itu biar aku yang urus kau tenang saja." Respon Eveline terdengar santai.


Pelayan Ayuan hanya bisa tersenyum canggung, baru kali ini dia mendengar ada orang yang menganggap santai soal Vano terlebih lagi ada orang yang derajatnya sebanding dengan Vano menarik tangannya tanpa masalah.


"Pelayan Ayuan benar-benar beruntung bisa dekat dengan calon Ratu kita."


***


"Ayuan, kau tahu Vano yang sebenarnya nggak?" tanya Eveline saat mereka sudah tiba di Taman.


"Sangat tahu Eve. Almarhuma Ibuku adalah seorang bekas Pelayan penting di Kerajaan Manhive ini. Dari aku bayi sampai aku dilahirkan di muka bumi ini aku sudah tinggal di Istana ini."


Eveline langsung antusias mendengar nya.

__ADS_1


"Benarkah? Berarti kamu tahu banget dong sifatnya Vano? Coba beri tahu aku!"


"Jelas tahu. Dulu aku masih berumur 3 tahun sedang Tuan Raja berumur 5 tahun, aku memang tidak selalu bisa bermain dengannya karena aku lebih senang membantu Ibuku di dapur. Sifat Tuan Raja itu ceria juga hangat pada semua keluarganya saat dia berada di dekatnya. Tetapi semenjak Ratu Chalsea meninggal di medan perang sifat Tuan Raja berubah derastis. Tuan Raja bersikap seperti Iblis yang tidak bisa mengendalikan emosinya, bahkan Tuan Muda pernah diserang oleh Tuan Raja hanya karena Tuan Muda membela Tuan Manhive." Pelayan Ayuan menjeda ucapannya.


"Sosok Ratu Chalsea sangat amat penting bagi Tuan Raja, sosok Ratu yang selalu menyuprot dirinya saat semua keluarga membencinya." Jelas Pelayan Ayuan panjang kali lebar kali tinggi kali alas kali sisi. He he he.


Eveline manggut-manggut.


"Oohh, gitu? Kirain dia dari lahir sikapnya udah kasar kayak gitu. Oh, kamu tahu nggak alasan Vano benci banget sama Ayahnya?" tanya Eveline lagi.


Pelayan Ayuan menghela nafas panjang dan tersenyum hangat pada Eveline.


*Helo helo, terima kasih atas semua dukungan kalian, terima kasih atas likenya serta komentar semangatnya. Tetap like ya karena satu Like itu sangat berharga bagi Author.


"Ah, nggak usah like aja kan udah ada yang like. Like aku juga cuma satu doang."


Jangan berpikir gitu ya kawan-kawan. Like itu berharga buat Author. Sekali lagi makasih likenya 12 like lumayan lah bangkitin semangat.


Selamat puasa....


Satu hari satu Chapter ya....


Bye Bye*

__ADS_1


__ADS_2