
"Ohh, kalau soal itu karena waktu itu ada peperangan antar Kerajaan Gagak Hitam atau lebih dikenal dengan Kerajaan Chulen, peperangan yang menyebabkan Ratu Chalsea meninggal. Tuan Raja, Tuan Muda, Tuan Manhive juga Ratu Chalsea ikut perang namun ada kesalah pahaman, saat Tuan Raja menemukan Tuan Manhive sedang mencabut pedang yang ada di perut Ratu Chelsea jadi Tuan Raja beranggapan bahwa Tuan Manhive lah yang membunuh Ibunya."
Eveline mendengus sebal mendengar penjelasan dari Pelayan Ayuan.
"Ish! Dia mah nggak mau dengar penjelasan orang dulu malah nyimpulin sendiri langsung! Huh, dasar Vano!"
Pelayan Ayuan tertawa kecil.
"Tapi Eve, semenjak ada kamu sifat Tuan Raja jadi berubah sedikit demi sedikit yah, dapat dikatakan Tuan Raja berubah sifat karena cintaa." Kembali Pelayan Ayuan tertawa kecil.
"Apa maksudmu Ayuan?" tanya Eveline menaikkan alisnya.
"Ya, semenjak kamu datang kemari Eve. Sikap Tuan Raja berubah drastis dari biasanya. Kami semua Pelayan Istana sangat senang!" Pelayan Ayuan tersenyum manis kepada Eveline, lesung pipi dan mata sipitnya terlihat lucu.
Eveline terperangah melihat senyum manis Pelayan Ayuan, belum pernah Eveline melihat senyum seperti itu Tasya pun kalah dengan senyum Pelayan Ayuan meski Tasya lebih cantik dari Pelayan Ayuan.
"Eve?"
Eveline langsung tersadar saat Pelayan Ayuan melambaikan tangannya di depan wajah Eveline.
"Eh, maksudmu aku telah mengubah sifat Vano? " tanya Eveline dan Pelayan Ayuan mengangguk.
"Ah, masa sih? Dari manya berubah sih? Menurutku dia itu adalah Iblis nur jana terrrr sadis! Ada-ada aja penilaian kau Ayuan ha ha ha!" Eveline tertawa keras.
Eveline menatap Pelayan Ayuan sejenak dan kembali tertawa, menurutnya penilaian Pelayan Ayuan salah besar.
__ADS_1
Tak lama Asisten Vano datang ke hadapan mereka berdua.
"Nyonya Eveline dipanggil Tuan Raja di Aula Istana." Beno membungkukkan tubuhnya pada Eveline.
Eveline menghentikan tawanya dan menatap Beno.
"Yayayaya... nanti aku ke sana. Ohy, Ayuan besok kita lanjut bicara."
Pelayan Ayuan mengangguk paham sebelum pergi.
"Ck, menggangu saja!" keluh Eveline.
***
"Ada apa nyamuk kebon?" tanya Eveline dingin. Ya elah ketularan Vano dinginya.
Vano tersenyum jahat dan menyuruh Eveline duduk di sampingnya.
"Udah cepetan mau ngomong apa? Banyak niku-niku aja!"
"Pergi ke kamar, di sana ada kotak biru dongker dengan pita merah ambil dan pakailah untuk nanti malam." Bisik Vano.
Tampa basa-basi lagi Eveline langsung menuju ke kamar dan mengambil kotak besar yang dimaksud oleh Vano.
Eveline melihat ada sebuah gaun yang menurutnya sangat mengekspos punggung belakangnya, gaunnya berwarna hitam dengan ikat pinggang mati di pinggang berwarna merah dan sebuah sepatu high heels berwarna merah darah dengan tinggi 11 cm.
__ADS_1
" Oh my God! "
***
Malam Pun Tiba...
Eveline sedang didandani oleh para Pelayan khusus, sejujurnya Eveline tidak begitu suka diperlakukan seperti itu namun apalah dayanya.
"Lihat! Calon Ratu kita sangat cantik ya?"
"Benar, aku sampai iri!"
Eveline tersenyum canggung dengan ucapan Pelayan yang mendandaninya, wajah nya memang sedikit berbeda setelah didandani.
Setelah siap Eveline turun menemui Vano yang memakai tuxedo hitam dan jas juga hitam dengan bunga mawar darah di saku kanannya.
"Ngapain ngeliatin sampai segitunya? Apa ada yang salah ya? Apa gaunnya tidak cocok denganku?" tanya Eveline bingung sambil memutar pelan tubuhnya.
Ya, memang Vano menatap Eveline tampa berkedip, ia melihat betapa cantiknya Istrinya malam ini, mendadak timbul rasa tak ingin membawa Eveline pergi ke pesta takut diambil Vampire lain.
Helo, likenya jangan lupa ya? Like itu berharga buat Author. Terima kasih atas semua dukungan kawan-kawan.
Ilustrasi Eveline Zentrix Glade ....
__ADS_1