
Pelayan Ayuan beserta beberapa Pelayan elite mengiring Eveline ke Aula besar Istana Kerajaan Manhive.
Terlihat sekali tamu yang diundang sudah memenuhi ruangan Aula besar, ada Julian, Edward, Hanni, Mitha, Beno dan tentunya ada Ioan Stevan Manhive yang sedang berbincang-bincang hangat. Sementara itu, Vano dan juga para Tetua sudah menunggu di atas Singgasananya, sambil menunggu Eveline turun, Vano memakai jas berwarna hitam dengan bunga mawar darah di saku kanannya.
Terlihat dari atas Eveline dan Ayuan serta beberapa Pelayan elite sedang menuruni tangga, seluruh pandangan para tamu terpaku pada Eveline yang sangat terlihat cantik nan sexy.
"Gaunnya cocok nggak sih sama aku Yuan? Kok tatapan semuanya gitu?" tanya Eveline kepada Ayuan.
"Kau cantik Eve," ucap Ayuan dengan senyum manis.
Eveline dan Ayuan berjalan di red karpet, Eveline sampai di atas Singgasana dibantu Vano, Vano menatap Evelyn tampa berkedip.
"Kenapa? Ada yang salah ya?" tanya Eveline menyikut lengan Vano.
"Cantik!"
Satu kata namun beribu makna bagi Eveline, pipi tirus Eveline memerah karena malu. Tangan Eveline memberi cubitan pada pinggang Vano.
"Ini sebagai pengesah'an Ratu Manhive."
Vano memasangkan kalung Naga hitam yang didapatnya di Lembah Terlarang hari lalu.
Kalung itu bersinar kilat dengan cahaya ungu kemerahan menandakan kalung itu memilih Eveline sebagai pemilik baru.
Acara penobatan pun selesai, para tamu undangan dipersilahkan menyalimi Ratu baru di Kerajaan Manhive.
__ADS_1
"Bau alkohol!" gumam Eveline pelan.
"Iya, aku memang yang nyuruh buat adain minuman," ucap Vano dengan entengnya.
"Terserah kau!" ketus Eveline kesal, kebiasaan Vano memang tak pernah berubah.
Eveline turun dari Singgasananya dan pergi menemui Ioan serta teman-temannya.
"Eh, ada Ratu." Edward memberi hormatnya.
Hanni dan Mitha ikut memberi hormatnya, senyum canggung tersungging di bibir Eveline.
"Jangan panggil aku kayak gitu, karena aku rasa aku tak pantas dengan julukan itu. Panggil nama saja ya?"
Setelah lama berbincang-bincang, Eveline kembali naik ke atas Singasananya namun dia tidak mendapati adanya batang hidung Vano di sana.
"Eve..."
Eveline menengok, mendapati Ioan yang berjalan ke arahnya dengan sempoyongan.
"Ioan, kamu kenapa ini?" tanya Eveline sambil menopang Ioan yang hampir terjatuh.
"Habis dipaksa minum sama Kak Vano."
"Benar-benar si Raja tak berguna itu!"
__ADS_1
Eveline langsung membawa Ioan ke kamarnya dan membaringkannya di atas kasurnya.
"Terpaksa!"
Eveline menggigit jari telunjuknya hingga berdarah dan menyuruh Ioan untuk meminumnya, seketika itu Ioan sadar.
"Apa yang terjadi denganku Eve?" tanyanya.
"Kau mabuk, terus aku bawa kamu ke sini soalnya aku mau kasih kamu darah aku 'kan kalau di luar nanti ketahuan." Jelas Eveline dan diangguki oleh Ioan.
Mereka berdua kembali ke luar, pergi ke Aula besar karena acara penjamuan masih panjang.
Ioan tidak suka dengan minuman yang berakohol berbanding terbalik dengan Kakaknya Vano, Ioan menuruni sifat khas Raja Manhive Ayahnya itu sedangkan si Vano menuruni sifat khas Ratu Manhive, Ratu Chalsea yang sangat suka mabuk bahkan sangat kuat jadi tak heran jika Vano suka mabuk.
***
Eveline berjalan cepat menuju Vano dan langsung menariknya keluar dari kerumunan orang mabuk itu, Eveline membawanya ke belakang Istana dekat pekarangan bunga dan melepaskan tangannya dengan kasar.
"Kau mengapa menyuruh Ioan untuk minum?!"
**Ya, petengkaran akan dimulai hahaha...
Hey Reades yang setia menunggu, Oh iya maaf baru bisa rilis karena Author sibuk banget ujian online cuma malam bisa istirahat, pada hari sebelum nya Author lagi sakit hemm maaf ya.
Oke soal rilis CTV akan rilis pada malam hari jam nya ngak tentu ya, Author usahakan pokoknya**.
__ADS_1