
Matahari kini sudah menampakan keindahannya di pagi hari yang sejuk dan cerah.
Eveline bangun dari tidurnya, melihat ke samping tanpa ada sosok yang sangat dia sayangi dan orang yang paling menyebalkan baginya siapa lagi kalau bukan Vano. Entah kemana Vano pergi, tapi tampa Eveline tahu itu adalah hal pentinh baginya.
Eveline berjalan hati-hati menuju kamar mandi, kakinya sekarang sudah sembuh berkat terus berlatih dan berlatih, dia tak ingin merepotkan banyak orang di Istana ini.
"Tinggal di Istana harus tetap pakai jubah aneh ini hmm bikin pengap aja." Gerutu Eveline saat memakai jubah merah dengan lambang Queen Manhive.
Memang Eveline belum menjadi Ratu Manhive tapi Vano menyuruhnya memakai jubah khusus Ratu.
Eveline keluar menuju ruangan makan dan duduk di sebuah kursi sambil bengong, Eveline tak punya selera makan karena tak ada yang mengoceh seperti hari-hari lalu. Eveline rindu Vano.
"Eh, kalian semua kenapa cuma berdiri saja? Ayo duduk bersama dan makan jangan sungkan padaku," ucap Eveline mencoba tersenyum kepada para Pelayan.
Para Pelayan melirik satu sama lain kemudian menggeleng bersamaan.
"Maafkan kami Nyonya, kami merasa tidak pantas makan dengan calon Ratu kami. Kami akan makan di dapur." Jawab salah seorang Pelayan yang terlihat lebih tua dari yang lain.
"Apa kalian mematuhi perintah?"
"Ya, Nyonya kami mematuhi perintah." Jawab para Pelayan serempak.
"Jika begitu... kalian harus mematuhi keinginan istri Raja. Ayo, duduk dan makan."
Dengan sedikin canggung para Pelayan yang ada di ruangan makan itu duduk bersama Eveline.
__ADS_1
"Nyonya sangatlah baik, Tuan Raja sangat beruntung memiliki Nyonya."
Eveline tersenyum canggung atas perkataan salah satu Pelayan.
Jadilah mereka makan bersama, hari pertama bagi beberapa Pelayan yang diijinkan makan bersama Tuan mereka.
***
Levano Pov...
Sebuah perjalanan yang sangat panjang aku lalui, entah sudah berapa moster yang aku bunuh hingga kubuat terpisah kepala mereka dari tubuhnya.
Selangkah lagi aku akan mendapatkan benda yang aku mau, ya benda yang aku maksud adalah sebuah kalung dengan kristal biru muda bercampur merah pekat yang dimiliki oleh Naga hitam Mytnusura.
Naga itu sangat ganas bahkan kesatria dari keturunan Tuan Glade sekalipun kalah olehnya, aku ingin kalung itu menjadi milikku demi kehormatan menjadi Raja Vampire terganas yang pernah ada.
**
Evelyn pergi ke hutan belakang untuk menemui Ioan, Julian juga keponakannya, Jack.
"Hay,," sapa Eveline sedikit canggung karena bukan hanya mereka berempat di sana, di hutan belakang Istana ada banyak Vampire lain yang asing bagi Eveline.
"Ooh, inikah calon Ratu Manhive Ioan? Cantik sekali!" puji salah satu dari mereka.
"Hay, Eve namaku Hanni dan ini Kakakku Edward dari Kerajaan The Boold."
__ADS_1
"Hanni beri hormat pada calon Ratu Manhive!" Edward angkat bicara setelah selesai memberi hormat pada Eveline.
Hanni memberi hormatnya begitu pun dengan Vampire asing bagi Eveline.
"Ah, aku seperti yang paling tinggi saja dari kalian, aku bukan Ratu eh! Anggap aja aku teman sebayaan kalian nggak usah sungkan begitu," ucap Eveline tak enak.
"Eve, namaku Mitha dari Kerajaan King Origin, senang bertemu denganmu." Senyum Mitha.
"Senang juga bisa mengenal kalian semua."
"Em, kata Ioan kamu lagi sakit kakinya ya?" tanya Mitha dan diangguki oleh yang lain.
"Iya,, cuma udah sembuh kok."
"Sepi ya di Istana?" tanya Ioan kepada Eveline dan diangguki Eveline.
"Ya sudah dari pada kita pada bengong-bengong nggak jelas gimana kalau kita main baseball aja?" Edward mengusulkan.
Semuanya setuju atas usulan itu, lagi pula Eveline butuh hiburan. Ditinggal Vano rasanya hidupnya kurang bumbu.
"Jack ngapain dong?" tanyanya dengan raut sebal.
"Jack jadi wasit aja bagaimana?" tanya Hanni dan disetujui oleh Jack.
Jadilah mereka semua bermain baseball dengan gembira hingga waktu senja menyapa, Evelyn dan Ioan pulang ke istana. Sungguh sepi hanya ada prajurit yang menyapa, Eveline dan Ioan langsung ke kamarnya berbenah dan tidur.
__ADS_1
"Hening lagi ya?" tanya Eveline tertawa kecil dan menutup matanya, wajah Vano terbayang di pelupuk mata.
Helo, author jarang up maaf ya author sibuk. Up banyak sesuai dukungan dari kalian ya...