
"Tidak, aku akan ke bawah menyusul Vano!" Eveline bersikukuh.
"Carey, Tasya kalian ikut dengan Daniel dan Ioan sekarang," ucap Eveline.
"Lalu kau?" tanya Carey.
"Aku akan menunggu suamiku di sini."
"Suami?" tanya Carey dan Tasya bingung.
"Iya, ceritanya panjang nanti akan aku ceritakan jika sudah sampai di Kerajaanku!"
Eveline langsung melompat dari balkon yang sudah dibobol pertahanannya oleh Daniel, tampak sekali banyaknya mayat penjaga dan sebagian juga Vampire yang sudah tidak punya kepala.
"Tasya ayo pergi dari sini!" panggil Ioan yang datang dari balkon.
"Ioan?"
"Iyaaa, udah ayo," ucap Ioan jongkok di depan Tasya dan Tasya langsung naik ke punggung Ioan.
"Lalu Carey sama dia?"
"Iyaa, Daniel cepat bawa Carey," ucap Ioan langsung meluncur ke bawah dan meleset ke Aula.
Daniel menatap Carey dengan pandangan sayu, melihat wajah Carey mengingatkan Daniel pada suatu kisah memilukan.
"Ayo cepat naik!"
Carey takut menggigit bibir bawahnya, Carey takut mendekati Daniel. Daniel yang kesal dengan sikap Carey langsung menghampirinya dan menggendongnya ala brydal style.
"Aaaaa!" pekik Carey yang terkejut dan otomatis memeluk Daniel.
Mereka berdua saling bertatap-tatapan, Carey melepaskan tangannya dan beralih memegang jubah hijau Daniel dengan erat.
'Perasaanku kenapa jadi dag dig dug begini? Kayak pengen meledak, sebelumnya aku juga selalu berdekatan dengan banyak wanita tapi tidak dengan Carey dia begitu unik dan lain dari pada yang lain, apa aku? Aahh, nggak mungkin!'
Daniel langsung melompat dan menuju Aula.
Posisi Eveline...
__ADS_1
"Vano!!" pekik Eveline saat melihat Vano sedang beradu kekuatan dengan Raja De Flanders, Luke.
Vano melihat ke arah Eveline, mata ruby Eveline berubah menjadi merah pekat melihat darah Vano menetes dari luka robek pipinya. Luka robek itu hanya sebentar tapi tetap bisa Evelyn lihat.
Saat Vano melihat ke arah Eveline, Luke ingin menyerang Vano dari belakang. Eveline terkejut dan langsung meleset cepat ke arah Vano dia mengambil pedang yang dipegang Vano lalu menusukkan pedang itu ke arah Luke.
SRREEETTTT!!
Eveline menusukkan pedang itu ke dada Luke otomatis Luke terjatuh sambil memegangi dadanya.
"Eve!" panggil Vano dan langsung mendekap Eveline.
"Ak-aku ak-akan membalasmu nanti Vano!" ancam Luke dengan tergagap-gagap.
"Cih, pembalasanmu itu akan mati di medan perang!"
Vano dan Evelyn langsung meleset menuju Istana mereka yang diikuti dengan Daniel, Ioan, Carey dan Tasya.
Aula Kerajaan Manhive...
"Ayuan, Beno!" teriak Vano memanggil mereka berdua.
Pelayan Ayuan dan Asisten Vano datang dengan cepat.
Pelayan Ayuan dan Beno membawa Tasya dan Carey.
"Kita urusi urusan kita nanti, dan kau Eve ikut aku," ucap Vano menarik tangan Eveline ke kamar mereka.
"Kau tidak ada niatan buat pulang?" tanya Ioan melirik Daniel.
"Kau mengusirku?" Daniel balas bertanya dengan serius.
"Ooh, tidak hanya saja sudah malam, tak baik menemanimu di malam hari tampa urusan."
Daniel mendengkus kesal, "baiklah aku pulang, bilang pada Kakakmu itu besok aku akan kemari lagi," ucap Daniel sebelum benar-benar pergi.
Ioan sendiri langsung meleset pergi ke kamarnya untuk berbenah diri dan langsung tidur.
Di kamar Eveline dan Vano...
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Eveline.
Vano menarik pinggang Eveline dan mendekapnya.
"Kau bilang tidak ada apa-apa, tapi apa? Kau menghilang sampai di Kerajaan badjingan itu," ucap Vano dengan nada lembut-lembutnya.
"Aku hanya mau menyelamatkan Sahabatku, Vano."
"Kau membuatku khawatir, untung saja kau tidak kenapa-napa. Kalau sampai si Luke itu melukaimu maka aku pastikan dia lenyap dari bumi!"
"Sudah lepaskan, aku mau mandi!"
"Aku tidak mau! Kau sudah melanggar perjanjian Eve!"
"Perjanjian apa lagi?!"
"Kau sudah tak mematuhiku lagi!"
"Nggak tuh, katmmm--" ucapan Eveline tercekal karena Vano sudah ******* bibirnya, Vano sudah sedari tadi gemas dibuat Eveline.
Namun kali ini Eveline membalas ciumannya, Vano memundurkan langkahnya hingga mereka terpentok di tembok. Vano dengan sigap mengunci pergerakan Eveline dan memulai aksinya, Vano ingin membuka reslenting gaun Eveline namun segera dihalangi oleh pemiliknya.
"Vano!"
"Hmmm?"
"Vano... sudah!"
Eveline merasa geli karena Vano terus mengendus-endus lehernya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar mereka.
Vano memandang Eveline sebelum mendenkus sebal.
"Ckk, aku akan mengutuk orang itu!"
"Jangan Vano kasian!"
Eveline hanya tersenyum penuh kemenangan.
*Halo, Reades mau crazy up nggak? Kalah mau Author kasih syaratnya...
__ADS_1
Syaratnya kalau mau crazy up CTV like hingga like sampai 100 maka crazy up menyusul episod berikutnya gampang kok hehe.
Mau crazy up ya like dulu buat CTV*....