Cool Tuan Vampire

Cool Tuan Vampire
Belajar Berjalan


__ADS_3

"Ck, bosan!" keluh Eveline.


Eveline memang tipe orang yang suka berpetualang dan jalan-jalan jadi tubuhnya akan gatal untuk pergi.


"Kaki ini membuat ruang gerakku terbatas!"


Eveline bangkit dari tidurnya dan mencoba belajar berjalan, di langkah pertama Eveline bisa namun tidak di langkah berikutnya, Eveline jatuh tersungkur karena kaki kirinya masih terasa lemah.


Rasa nyeri ia rasakan hingga ada suara ketukan yang Evelyn yakini itu adalah Pelayan Ayuan, Eveline berteriak meminta Pelayan Ayuan masuk namun sialnya dia baru ingat bahwa seluruh kamar di istana ini kedap suara jadi mau sekencang apapun suaranya dari dalam tak akan pernah terdengar di luar. Kecuali keributan yang berada diluar baru bisa terdengar dalam kamar.


"Sialnya hidupku!" umpat Eveline sekesal-kesalnya.


Lama tak ada gerakan dari dalam kamar, Pelayan Ayuan masuk saja.


"Ya ampun, Eve! Ada apa denganmu? Seharusnya kau Jangan memaksakan kakimu untuk berjalan karena kakimu masih belum sanggup," ucap Pelayan Ayuan ketika mendapati Eveline tersungkur di lantai.


Pelayan Ayuan membantu Eveline bangun dan membaringkannya kembali di atas kasur.


"Habis nya aku bosan Yuan di sini terus, aku mau keluar, cepat kamu panggilkan Vano saja."

__ADS_1


"Tidak bisa Eve, Vano sedang keluar selama 3 hari ini jadi dia tak ada di Istana."


"Dasar tak berguna! Aku sedang seperti ini malah ditinggal pergi, bukannya pamitan malah langsung nyelonong pergi! Dasar nggak sopan!" Kekesalan Eveline bertambah.


Pelayan Ayuan memandang Eveline dengan sedih antara ingin memberikan surat itu atau tidak.


"Ahh, kasihan Eve semoga saja Tuan Raja kembali dengan keadaan yang baik-baik saja."


Sebenarnya Pelayan Ayuan tak yakin Vano bisa mengambil benda itu karena penguasa terkuat pun tak bisa mengambilnya, Tuan Glade lah yang mencoba namun gagal, hanya saja dia selamat karena mampu terbang.


"Emm, Ayuan tolong panggilkan aku Ioan, maaf ya jadi ngerepotin kamu," ucap Eveline kembali meminta Ayuan.


"Iya, nggak apa-apa kok Eve itu memang sudah tugas kami, aku panggilkan Tuan Muda." Pelayan Ayuan tersenyum tipis.


"Eve, ada apa dengan kakimu ini?" tanya Ioan sedih.


"Ceritanya panjangggg banget, tapi sekarang ajak aku jalan-jalan nggak usah jauh-jauh Taman Kerajaan aja. Sekalian kau ajari aku berjalan biar nggak kayak begini terus, membosankan rasanya!" Eveline memasang wajah cemberut.


Ioan hanya tersenyum canggung namun setuju juga, Ioan meminta Pelayan Ayuan untuk kembali ketugasnya.

__ADS_1


***


"Eve sedang apa kau?! Sungguh itu sangat konyol Eve!" Ioan tak percaya dengan apa yang dilakukan Eveline.


"Diam Ioan! Aku sudah tak tahan dengan semua ini! Ruang gerakku terbatas, aku nggak mau minum obat yang pahit itu juga tidak mau merepotkan kalian."


Eveline terus membuka perban kakinya, terlihat setelah perban itu lepas kaki kiri Eveline memerah tanda kakinya belum sepenuhnya sembuh.


"Ayo Ioan ajari aku berjalan! "


Ioan memegang Eveline dan dituntun berjalan walau Eveline sesekali terjatuh dan sakit namun Evelyn harus kuat, mereka berlatih hingga sore menjelang malam.


"Yeyyyy! Aku sudah bisa!"


Eveline berteriak girang ingin melompat namun masih takut jadi dia hanya berteriak. Ya, Eveline sudah tak merasakan sakit lagi di kakinya.


"Ya ya, itu juga karena usahamu yang tak pantang menyerah Eve."


"Thanks Ioan!"

__ADS_1


Mereka berdua kembali ke Istana dan berpisah di antara beberapa kamar.


Eveline segera mandi dan bergegas untuk tidur dan memulai hari yang sangat menyenangkan di esok.


__ADS_2