Cool Tuan Vampire

Cool Tuan Vampire
Isi Surat/Akan Kembali Untukmu


__ADS_3

Pagi pun menyapa hari Eveline yang mungkin berjalan dengan bahagia, bangunnya Evelyn disebut oleh Pelayan Ayuan juga Ioan yang tengah berdiri di samping ranjang Evelyn, karena terkejut Evelyn langsung duduk.


"Ada apa kalian berdua kemari?" tanya Eveline mengerutkan dahi, tidak biasanya Ioan juga Ayuan menyambut bangun tidurnya.


"Tidak, kami mau mengajakmu kau Eve untuk bersenang-senang," jawab Ioan memberi senyum.


"Benar kata Tuan Muda kami mau mengajakmu untuk membuat kue yang digemari Tuan Raja," ucap Pelayan Ayuan dengan semangat meski hati mereka terluka.


Sudah hari ke 3 Vano belum kembali dari Lembah Terlarang itu jadi Ioan juga Ayuan ingin membuat Eveline bahagia walau nantinya hatinya akan terluka ketika mengetahui isi surat itu.


"Nggak biasanya, ada apa sih? Pasti ada yang di sembunyiin ya? Ayo jujur!"


"Eee, nggak kok Eve kami memang mau ngajak kamu." Ioan sedikit gugup.


"Ooh, ya sudah sebentar aku bersiap," ucap Eveline dan bergegas menuju kamar mandi.


**


Di dapur mereka bertiga sibuk membuat kue yang digemari Vano.

__ADS_1


"Memangnya Vano mau pulang sekarang ya?" tanya Eveline memecah keheningan mereka bertiga.


"I-ya nanti malam Tuan Raja pulang, jadi harus ada kue yang digemari Tuan Raja." Jawab Pelayan Ayuan sambil memasukkan gula di adonan.


"Ooh, baguslah si nyamuk kebon pulang nanti malam." Eveline menyunggingkan senyum tipis.


Ioan dan Pelayan Ayuan tersenyum kecut, hati mereka sakit dengan kenyataan.


Hari itu para Pelayan bekerja dengan semangat, mereka menghiasi Istana dan ruangan makan


Hari berlalu dengan cepatnya, hari berganti malam yang indah dengan taburan bintang-bintang yang kelap-kelip di langit.


Eveline, Pelayan Ayuan, juga Ioan sedang menunggu di kamar Eveline.


"Ioan,, aku tanya sekali lagi, Vano kemana Ioan?" tanya Eveline pelan.


"Ioan, Vano ke mana Ioan?!" tanya Eveline dengan suara keras, matanya mulai berkaca-kaca.


"Aku nggak bisa kasih tahu kamu sekarang, aku hanya bisa kasih kamu surat yang Vano tulis buat kamu." Jawab Ioan.

__ADS_1


Pelayan Ayuan mengambil surat yang dia simpan di balik bajunya dan menyerahkannya kepada Eveline.


"Jika begitu kami keluar dulu, Eve." Ayuan memberi hormat dan langsung keluar, Ioan juga keluar.


Eveline dengan perasaan berdebar-debar membuka surat itu, isinya...


 


*Ditujukan kepada Istriku Eveline... maafkan aku, sebelum nya tidak memberi tahumu sebelum aku berangkat. Tapi ini ku lakukan demi kamu, ku yakin saat Ayuan memberi surat ini aku sudah 3 hari tak kembali yang berarti ada masalah dengan perjalananku. Jangan bersedih, tunggu aku, jangan menangis untukku dan jangan bersedih aku akan kembali untukmu....


I love you Eveline Zentrix Glade....


Love Levano Stevan Manhive\*.


 


"Aaaaaaaaa!! Kenapa, kenapa kau baru bilang?! Hiks, hiks!" Eveline histeris saat selesai membaca surat Vano, dia begitu frustasi dan memberantakan seluruh isi kamarnya.


"Vano! Kamu jahat, jahat! Kau memang tidak mencintaiku!" Eveline berteriak keras, pipinya sudah basah dengan air mata.

__ADS_1


Di luar kamar Ioan dan Pelayan Ayuan menunduk sedih, sungguh mereka sama sedihnya dengan Eveline.


"Nggak! Nggak Vano pasti baik-baik aja, dia bilang akan kembali kepadaku. Iya, iya Vano pasti akan kembali untukku," ucap Eveline mengelap cepat air matanya yang sudah mengalir bagai air terjun.


__ADS_2