Cool Tuan Vampire

Cool Tuan Vampire
Laba-laba Racun


__ADS_3

Ioan berjalan sempoyongan sambil cengar-cengir sendiri menghampiri Vano yang bingung sendiri.


"Astaga... mabuk lagi, darah apa yang membuatmu mabuk, hah?" tanya Vano dengan tatapan jahil.


"Darah rusa busuk!"


Ioan langsung ambruk pingsan dengan mimik wajah tersenyum.


Eveline yang mendengar kegaduhan ia langsung menuju ke bawah dengan tergesa-gesa.


Tiba di bawah Eveline melihat Ioan yang sudah tergeletak di lantai dengan mimik wajah tersenyum.


"Ada apa dengan, Ioan nyamuk kebun?" tanya Eveline dan memberi tatapan tajam ke arah Vano.


Vano membalas tatapan tajam Eveline.


"Kau menuduhku?!"


"Tidak... aku bertanya, Ioan kenapa?"


"Katanya dia mabuk darah rusa busuk," jawab Vano santai.


"Darah rusa busuk? Hahaha!"


Tawa Eveline menggema-gema membuat Vano dan beberapa Pelayan menatap heran.


Tiba-tiba saja Ioan mengangkat kepalanya.


"Ada apa?"


Eveline langsung berhenti tertawa dan kembali dengan wajah masamnya.


"Tidak ada apa-apa bodoh!" sahut Vano cepat.


Eveline melangkah pergi tampa menatap dua Adik dan Kakak itu, Eveline menghentikan langkahnya karena Vano menanyainya.

__ADS_1


"Ayo, katanya mau ke rumahku. Tunggu apa lagi, Tuan Vampire si nyamuk kebun!"


Vano dan Ioan saling bertatapan dan kemudian mereka berkemas lalu mengikuti langkah Eveline.


10 menit perjalan, Eveline berhenti dan otomatis Vano dan Ioan ikut berhenti.


"Astaga aku lelah sekali ya, ampun...," keluh Eveline dan mandudukkan dirinya di atas rerumputan.


"Baru begitu sudah lelah, dasar lemah!"


"Apa kau bilang? Awas kau ya, nyamuk kebun!"


Eveline bangkit dan bersiap menerjang tubuh Vano yang mengatainya lemah.


"Astaga...,"


Ioan cepat-cepat menyingkir sebelum ia terkena efek terjangan yang akan segera terjadi.


"Rasakan ini!!"


"Aduh!"


Ioan melongo menyaksikan adengan terjangan di depan matanya, Eveline yang jatuh menimpa rerumputan lebat dan Vano yang sudah berdiri di atas dahan pohon dengan santainya.


"Hey, kau bangun! Gadis bodoh sepertimu akan semakin bodoh jika tidur dengan posisi telungkup di rumput kotor begitu."


Vano melompat turun namun tidak membantu Eveline bangun.


"Au, sakit!" erangan keras tercipta dari Eveline dan kemudian diam membisu.


Sekitar 10 detik, Eveline tidak bergerak-gerak dan bangun. Ioan mulai curiga sedangkan Vano tetap santai.


"Eve...."


Ioan menepuk-nepuk bahu Eveline dengan pelan namun tidak ada respon dari Eveline.

__ADS_1


"Eve ... Eve ....,"


Ioan terus menepuk bahu Eveline, secara tidak sengaja tangannya menepuk leher belakang Eveline.


Sebuah cairan panas menyentuh jemari tangan Ioan dan bersamaan itu pula Vano mendekati Eveline dengan raut wajah cemas.


"Apa ini?"


Ioan mengangkat tangannya dan terlihat jelaslah sebuah cairan berwarna merah kental dan menyebarkan bau harum bunga levender serta bau vanilla.


Vano membelalakkan matanya seketika melihat cairan yang ia yakini adalah darah Eveline.


"Eve, bangun!"


Kini giliran Vano yang menepuk bahu Eveline namun reaksinya masih sama tidak bergerak. Vano menyibak rambut yang menutupi leher bagian belakang Eveline dan terlihat sebuah laba-laba biru yang baru saja ingin mengigit leher Eveline lagi.


Vano geram, ia tidak tinggal diam. Diambilnya laba-laba biru itu lalu digenggam keras oleh Vano.


Phukk


Letupan kecil terdengar dari tangan Vano tempat laba-laba biru itu, Vano membuka kepalan tangannya dan seketika asap biru pekat keluar dan laba-laba biru itu lenyap, hangus digenggam Vano.


"Ioan buat portal tempat kediaman, Eveline cepat!"


Ioan tersadar dari lamunannya dan segera membuat portal dengan cara menjentikkan jarinya.


Vano segera menggendong Eveline dan membawanya masuk ke dalam portal bersama Ioan.


Butuh waktu 14 detik mereka tiba di kediaman Eveline, hebatnya portal Ioan yang sudah langsung membawa mereka masuk ke dalam kamar Eveline.


"Racun yang diciptakan oleh laba-laba biru itu sangat berbahaya, Vano kau harus segera menyembuhkannya!"


"Tampa kau suruh, bodoh!"


Ioan memasang wajah masam dengan jawaban Vano yang begitu ketus padanya.

__ADS_1


__ADS_2