
Eveline dan Ioan melebarkan matanya saat kala melihat Clarissa juga Vano, emosi Eveline memuncak namun sebisa mungkin untuk menahannya.
"Vano!! Sadar kau Vano!! Dia bukan Eveline! Dia Clarissa!" Ioan meneriaki Vano di ambang pintu.
Eveline menarik Clarissa penuh dengan amarah, Clarissa diseret ke kamar mandi dan disiram dengan air panas yang ada di bet up hingga gaun serta tubuh Clarissa basah.
"Sudah Eve!! Aaaa, panas!! Kumohon hentikan Eve!" pekik Clarissa kepanasan.
Namun Eveline sudah ditulikan dengan teriakan itu, Eveline tak mendengarkan suara Clarissa.
"Dasar wanita tak tahu malu! Wanita murah! Mati saja kau malam ini!"
Eveline kalap menyirami tubuh indah Clarissa, tak peduli teriakan-teriakan Clarissa.
"Sudah Eve, kita harus membawa Vano ke Istana sekarang."
Ioan muncul sambil memapah Vano yang sudah sangat tak berdaya.
"Diam! Wanita murah ini harus mati malam ini! Mati kau mati bodoh!" nyatanya Eveline tak menghiraukan kehadiran Ioan.
Amarah sudah membutakan Eveline membuatnya gelap mata, rasa iba dan sabar lenyap karena masalah malam itu.
"Eve, kita harus kembali sekarang! Aku takut Vano diluar kendalinya, aku tidak bisa menandingi kekuatannya."
Ioan menarik tangan Eveline meninggalkan kamar dan membuat portal secepat mungkin.
"Kali ini kau beruntung Clarissa! Jangan kau senang dulu karena aku akan membuatmu tak aman!"
__ADS_1
Clarissa tak menanggapi, seluruh tubuhnya memerah karena air panas tak sedikit pula ada yang mengelupas untungnya ia Vampire jadi lukanya bisa sembuh dalam hitungan menit.
***
Sesampainya di Istana, Vano langsung dibaringkan di kamarnya lalu ditinggal sendiri. Ioan dan Eveline keluar.
"Hiks, dunia ini memang kejam Ioan! Dunia tak pernah adil padaku!"
Eveline yang sedari tadi menahan tangisnya akhirnya menangis juga.
"Places Eve, jangan menangis lagi kita harus percaya jika semua itu sudah direncanakan."
Eveline hanya mengangguk dan pergi begitu saja, Ioan hanya bisa menghembuskan nafas lesu.
"Ada apa Eve? Ada apa denganmu ini?" tanya Ayuan ketika Eveline mendatangi kamarnya.
Eveline memang ke kamar Pelayan Ayuan karena berharap Pelayan Ayuan bisa menenangkannya seperti Sahabatnya, Carey juga Tasya.
"Eve, kenapa kau menangis?" tanya Ayuan bingung.
"Bisa kah aku tidur di kamarmu malam ini Ayuan?"
Pelayan Ayuan justru kaget dengan pertanyaan Eveline, seorang calon Ratu Manhive ingin tidur di kamar Pelayan? Terasa mimpi bagi Ayuan.
"Kau menolak permintaanku Ayuan?"
"Eh, boleh, boleh kok Eve andai saja aku sedikit terkejut jika kau mau tidur di kamar Pelayan."
__ADS_1
Mereka berdua masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi ranjang.
"Em, sebenarnya apa yang terjadi Eve?" tanya Ayuan tak bisa menahan diri lagi untuk tak bertanya.
"Ahhh, Ayuan kau kenal Clarissa?" Eveline balik bertanya.
"Kenal, kenal banget malahan memangnya ada apa dengan mahluk itu?"
Eveline menghela nafas gusar dan menceritakan semua yang terjadi Pelayan Ayuan hanya bisa menutup mulut dengan tangan menganggapinya.
"Dia memang seperti itu Eve, bahkan Clarissa selalu menghalalkan segala cara demi mendapatkan Vano. Jadi semua yang kamu ceritakan itu bukan sepenuhnya salah Vano karena Vano menanggap Clarissa itu adalah kamu Eve aku tahu persis kelakuannya saat mabuk." Jelas Ayuan dan tak lagi memanggil Vano dengan sebutan Tuan Raja.
"Ya, begitu lah yang Ioan juga katakan," imbuh Eveline.
"Aku akan tidur di sini, aku nggak mau tidur di kamar orang gila itu nanti aku di apa-apain lagi."
Ayuan melebarkan matanya senyumnya pun melebar.
"Jadi... emm, kalian berdua belumm anu..."
"Eh, sudahlah Ayuan aku ngantuk!"
Eveline tidur membelakangi Ayuan, dirasakan olehnya pipi nya sekarang memanas, malu. Ah, kenapa tadi harus kalimat itu yang muncul.
**Reguler Chapter...
Like: 10/10 Chapter
__ADS_1
Vote: 20/15 Chapter
Tiap Chapter yang up setiap hari jam rilisnya tak tentu ya kawan karena rewiew nya lama hmm**....