Cool Tuan Vampire

Cool Tuan Vampire
Surat Perang


__ADS_3

"Eve!!" pekik Vano dan langsung menghampiri Eveline yang tergolek dengan luka di kepalanya.


"Pelayan, cepat panggil Dokter atau Tabib Kerajaan, cepat!" Vano memberi perintah pada Pelayan yang kebetulan masih ada di Aula.


Daniel mendekati Eveline lalu mengendus-endusnya.


"Sial! Ada seorang Vampire yang meracuni Eveline," ucap Daniel.


Vano membelalakkan matanya merasa tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Daniel.


"Siapa Vampire itu? Cepat beritahu aku, biar aku hajar dia!" geram Vano dengan amarahnya yang tak bisa dikendalikan lagi.


"Utusan dari Luke sampai kemari, dia meracuni Eveline dari minuman." Jawab Daniel.


Vano lalu memopong Eveline menuju ke kamar dan dibuntuti oleh Daniel.


Tidak lama Tabib Kerajaan datang dengan tergesa-gesa dan langsung memeriksa keadaan Eveline.


"Racun ini..." Tabib Kerajaan itu memandangi wajah cemas Vano dan kemudian menunduk.


"Ada apa? Istriku baik-baik saja kan?" tanya Vano, rasa cemas tidak bisa disembunyikan lagi dari wajahnya.


"Maaf Tuan Raja, keadaan Ratu Eveline akan semakin memburuk jika tidak segera ditangani, racun kelejengking merah mulai bekerja."


Mendengar itu, Vano langsung meraih leher Tabib Kerajaan itu dengan emosi yang meluap-luap.


"Kalau begitu, kau tunggu apa lagi hah?! Cepat tangani Istriku bodoh!"


"Maaf Tuan Raja, saya memang akan menangani Ratu tapi obat untuk racun ini sedang kosong Tuan Raja," ucap Tabib Kerajaan dengan tubuh bergetar.


Vano ingin melayangkan serangan pada Tabib Kerajaan itu namun dihalang oleh Daniel.


"Tunggu, kau bilang Eveline terkena racun kelejengking merah bukan? Aku punya penawar untuk racun itu." Daniel menatap Vano.


Vano melepaskan tangannya pada leher Tabib Kerajaan.

__ADS_1


"Mana penawar itu Daniel?" tanya Vano penuh harapan.


"Penawar itu ada di Kerajaanku, bunga Foxglove warna biru."


"Tunggu apa lagi? Cepat ambil!"


Daniel mengangguk mengerti dan langsung melompat turun lewat balkon kamar menuju ke Kerajaannya untuk mengambil bunga Foxglove warna biru.


"Bertahanlah untukku Sayang," ucap Vano lembut sambil mengusap pucuk kepala Eveline.


Wajah Eveline begitu pucat serta terasa dingin menandakan racun itu mulai bekerja sedikit demi sedikit, Tabib Kerajaan hanya memberikan obat pencegah sementara agar racun itu tak bekerja lebih jauh.


Sekitar setengah jam Daniel datang dengan sebotol cairan bunga Foxglove biru yang dibutuhkan oleh Eveline.


Daniel memberikan cairan bunga Foxglove biru itu dan segera Vano meminumkan cairan itu ke dalam mulut Eveline.


Setelah diminumkan warna wajah Eveline kembali segar namun dia tidak kunjung bangun.


"Ada apa ini? Kenapa Eveline tak bangun?" tanya Vano mulai frustasi.


Daniel dan Vano beserta Tabib Kerajaan keluar dari dalam kamar dan kembali menuju Aula Istana.


"Beno!" panggil Vano dengan nada emosi.


Beno langsung datang ke hadapan Vano.


"Ada apa Tuan Raja?" tanyanya.


"Tuliskan surat perang untuk Kerajaan De Flanders! Karena meraka sudah berani meracuni Eveline dan berani menyusup ke daerah kekuasaan Kerajaan Manhive tampa izin dariku."


Pesan itu langsung ditulis oleh Beno dan dikirim ke Kerajaan De Flanders hari itu juga.


"Peperangan dimulai seminggu dari sekarang," ucap Vano dengan gelak tawa diakhir kata.


Daniel ikut tertawa, dia akan ikut serta dalam peperangan Kerajaan De Flanders.

__ADS_1


Carey yang tadi berniat menemui Eveline tidak sengaja mendengar pembicaraan Vano dan Daniel.


Carey melangkahkan kakinya menuju tengah-tengah Vano dan Daniel.


"Pe, pe, pera, ngan?" tanya Carey dengan tergagap-gagap.


Dan Vano juga Daniel berhenti tertawa lalu beralih menatap Carey.


"Ya, dan sebaiknya kau temani Eveline yang sedang sakit dan jangan beritahu Eveline kalau ada peperangan," ucap Daniel dengan serius.


"Mem, memang, nya nggak bisa dengan cara kepala dingin ya menyelesaiakan masalahnya?" tanya Carey memberanikan diri meski kakinya gemetar dan hal itu disadari oleh Daniel, Daniel hanya tersenyum.


"Sudah tidak bisa mendapat toleransi lagi bagi Kerajaan itu! Mereka sudah banyak sekali menyusahkan bangsa di Daerah ini," kata Vano santai.


Dengan gemetar Carey ingin memutar badannya, dia takut berharap dengan kedua Tuan Vampire itu.


Tiba-tiba akal usil Daniel muncul untuk mengagetkan Carey.


Daniel mendekat di belakang Carey dan berbisik tepat di telinganya.


"Awas nanti darah kamu kami hisap!"


Daniel mengira Carey akan pingsan namun Carey malah berbalik dan memeluknya dengan rasa takutnya.


"Mama!!!!" pekik Carey tepat di telinga Daniel membuat Daniel pegang.


Carey segera melepaskan tangannya dari tubuh Daniel yang masih terdiam dan lari terbirit-birit menuju kamarnya.


Haloo, Reades maaf baru up Author lagi kurang kuota ini saja upnya pake kuota gratis dari Roli.


*Author akan usahain buat up walau nanti tak tentu upnya karena Roli hanya ada 10 Mb setiap hari, Author akan tumpuk kuotanya dulu baru Author up CTV lagi. Maaf ya semua...


**Jangan lupa untuk berteman dengan Author di Facebook ya...


Cek, Facebook Pena Imajinasi Mira untuk lihat foto-foto pemeran CTV. Dada***...

__ADS_1


__ADS_2