Couple Soulmate

Couple Soulmate
10


__ADS_3

.......


Syakila memutar bola mata malas, melihat Mira yang masih diam di depan pintu,bagai batu tak bergeming.


"Woi!!,masuk ****."kesalnya yang tidak mendapat gubrisan dari gadis berambut coklat itu.Syakila berdecak malas dan tanpa aba-aba ia langsung menendang bokong Mira yang membuat gadis itu terdorong masuk dan berakhir dengan Mira yang tertunduk dilantai akibat terjatuh.


Marcus yang tadi tengah sibuk dengan lembaran lembaran kertas ,terkejut akibat kedatangan Mira yang tiba tiba muncul dan berakhir manis di lantai.Entah gadis itu terlalu semangat untuk bertemu dengannya atau terlalu terburu buru menemuinya,entahlah!! Marcus juga tidak tau.


Marcus masih memandang gadis bersurai coklat itu dengan kening mengerut.Sedangkan Mira dalam hatinya kini tengah menyumpah serapai Syakila yang telah dengan baik hatinya menendang bokong seksinya.


"Sampai kapan kamu disitu,Miranda."Mira mendongak,satu kata yang ia rasakan sekarang,malu.Dengan gerakan cepat ia berdiri dan dengan langkah gugup ia berjalan mendekat ke arah meja kerja Marcus.


Marcus menaikkan alisnya menatap Mira."Hehehee...maaf pak.Tadi ada kesalahan teknik makanya saya tadi -..."

__ADS_1


"Saya tidak bertanya."potong Marcus cepat masih dengan memandang gadis itu .Mira kembali melayangkan cengirannya lalu menggaruk pipinya salah tingkah.


"Jadi....,saya dipanggil bapak buat apa yah pak?" tanya Mira mengeluarkan suara setelah beberapa detik mereka hanya diam saja.


"Humm."Mira melotot mendengar jawaban Marcus.Humm doang nih,ouh apa itu jawaban dari pertanyaannya? gilakk.


Mira mengedip edikkan matanya tidak paham,dibenaknya bertanya tanya,apa sekarang Humm sama dengan anu si satu kata banyak makna? .Pusing dengan mengartikan makna Humm,Mira kembali menatap marcus yang kini sudah sibuk dengan ponselnya.


' Sialan,dah!! ' umpatnya dalam hati.


Mira dan Marcus spontan menoleh terkejut pada mahkluk astral yang sudah duduk santai di disana."Loh,kamu ngapain disini? " Tanya Marcus bingung.Bukankah tadi ia hanya menyuruh asistennya memanggil Mira.


"Hai pak!!" Bukannya menjawab,Syakila malah menyapanya dengan manis.

__ADS_1


Marcus berdecak lalu menggelengkan kepalanya, gadis bernama Syakila itu memang benar benar mengesalkan.


"Aku yang ngajak pak."Marcus mengalihkan pandangannya pada Mira,ia menatap gadis itu sebentar lalu menghela napas.Sungguh Marcus tidak mengerti dengan jalan pikiran perempuan,terutama dua mahluk ubstrak didepannya ini.Untuk menemui dosen saja harus ditemani.Oh ayolah..,memangnya ia semenyeramkan itu.


"Bapak kayak gak suka benget yah aku disini," Syakila membuka toples keripik kentang didepannya.Tanpa minta izin dari pemiliknya ia dengan santai memakan keripik kentang itu.


Mira melogo melihat kelakuan temannya itu.Sedangkan Marcus hanya mendengus,"Memang."ketus Marcus.


Syakila membulatkan matanya, bahkan mulutnya berhenti menguyah,"Astaga pak!!,jadi benar firasat saya kalo bapak manggil Mira kesini untuk berduaan."Syakila menatap Mira dan Marcus bergantian.


"Teori dari mana,kamu?,"Marcus tidak habis pikir,gadis bersurai hitam pekat itu akan mengatakan hal yang tidak masuk akal.


"Teori dari bapak lah,"Ucap Syakila enteng dengan kembali memasukkan keripik kentang dalam mulutnya.

__ADS_1


Marcus memilih diam,Karna ia tahu berbicara dengan Syakila selain topik seputar kuliah,itu hanya akan berujung dengan kekesalan tingkat dewa, bete tingkat dewi, keki tingkat dewu dan gilak stadium akhir.Kalau ada!!.


*****


__ADS_2