Couple Soulmate

Couple Soulmate
26


__ADS_3

  "Kakak lo kayak psychopat,yah."Nathan menganggukkan kepalanya,menyatujui pernyataan Syakila.Nathan tak menyangka abangnya akan segila itu pada Syakila sampai membuat gadis itu mencap nya sebagai psichopat gila.


Syakila menghela napas legah,ternyata menceritakan kisahnya dengan Rafael butuh tenaga ekstra.Ia bahkan sampe berkeringat hanya dengan menceritakan bagian ia dan Rafael di pertemuan pertamannya.


Nathan menoleh pada gadis manis disampingnnya,"seharusnya aku sudah sadar dari dulu kalau abang suka sama kamu."Syakila yang mendengarnya mengeryit.


"Aku pernah melihatnya memandangi poto mu di kamarku ,saat itu aku hanya mengira dia sedang menilai mu karna tahu kalau dulu aku menyukaimu."Nathan menoleh sebentar pada Syakila lalu kembali fokus pada jalanan.


Syakila sekarang benar-benar bingung, ia tak dapat mempercayai perkataan Nathan namun tak dapat menyangkalnya juga.Jika yang dikatakan Nathan benar,berarti Rafael telah menyukainya saat ia masih duduk dibangku SMA dan mungkin juga Rafael telah menguntitnya sejak saat itu mengingat kegilaan yang pria itu lakukan padanya.


"Turun!."Syakila tergelonjak kaget,lalu ia menoleh sebentar pada Nathan dan beralih pada sekitarnya.Benar,mereka sekarang sudah ada di pekarangan rumah Mira yang sudah tak seramai tadi.Mungkin para tamu sudah banyak yang pulang.


.......................


      "Syaki kok ilang yahh?."Lily menggembungkan pipinya, lalu mengetuk meja pelan.


Para gadis itu sekarang tengah duduk melingkari meja yang disediakan di acara pertunangan sahabat mereka.Sedangkan yang punya acara  sedang ada urusan dengan para keluarganya,menyisahkan keboringan pada teman temannya.Apalagi salah satu dari mereka menghilang entah kemana.


"Apa jangan jangan si queen tidur di sembunyiin pak Rafael?."entah kenapa pikiran itu menghapiri Kiandra, yang jelas ia yakin sekali bahwa hilangnya Syakika ada sangkut pautnya dengan Rafael.


Hana menaikkan alisnya, lalu menatap Kiandra malas,"apa hubungannya? Pak Rafael aja ada disana ama Pak Marchus."Hana menunjuk salah satu meja berpenghuni 3 orang pria dewasa lewat dagunya.Kiandra dan Lily menoleh bersamaan,menemukan Marchus yang sedang asyik berbicara dengan pria yang mereka tak tau siapa itu sedangkan Rafael hanya diam dengan stay cool nya.


"Gilakkk yahh, pak Rafael tampan amat."ucap Kiandra dengan bertopang dagu.Lily tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, tanda setuju pada pernyataan Kiandra.


Hana mendengus,"pliss deh.Jangan gagal fokus!!"ia mencabik kesal.Bahkan Lily saja yang mereka kenal dengan sipemendam rasa ikut ikutan gafot hanya karna memandang Rafael dan Stay cool nya.


"Hai girl's."Hana, Lily dan Kindra spontan menoleh ke sumber suara mendapati Tiger disana.Mereka sama sama mengeryit bingung, heran dengan keberadaan Tiger di pesta pertunangan Mira.

__ADS_1


Tiger menarik bangku di samping Kiandra lalu duduk,"kalian lihat Nathan ,ngak? Katanya dia sudah nyampe kesini."


Para gadis itu menggelengkan kepalanya serempak, tak ada suara yang keluar dari mereka karna terlalu heran dengan kemunculan Tiger.


Tiger menatap satu persatu gadis itu,"kalian kenapa?"tanyanya bingung karna diamnya para gadis yang sudah ia anggap teman.


Hana,Kiandar dan Lily saling melempar pandangan,lalu Hana berdehem membuat Lily dan Kindra ikut ikutan berdehem.'Aneh' batin Tiger.


"Lo ngapain disini?."Hana to the point.


Tiger menaikkan alisnya,"menurut kalian!"


Hana,Lily dan Kindra kembali saling toleh menoleh,"udah di jawab ajah.Please,jangan sok cool!!"Kiandra menyandarkan punggunnya lalu bersedekap.


Tiger terkekeh,"ngak sok cool,sayanggg!" Kiandra melotot lalu menatap Tiger kesal,"dihh!!".


Tiger kembali terkekeh ,mengganggu Kiandra mungkin akan menjadi hobbi barunya,"memangnya kalian saja yang di undang.Gue,Nahtan sama beberapa mahasiswa juga di undang."


"Bukan, sayang!!"Tiger mengedipkan mata genit pada Kindra.Sedangkan Kindara ,gadis bersurai coklat itu mendengus lalu menatap kesal pada Tiger bahkan gadis itu melempari Tiger dengan tissu bekasnya.Lily dan Hana sebagai penonton hanya bisa tertawa lepas,terhibur dengan tingkah dua insan didepan mereka.


Lily menghentikan tawanya saat matanya menangkap gadis yang meraka bicarakan tadi,"Syaki!!" serunya senang tapi tak lama setelah ia melihat siapa yang ada di samping gadis manis itu.'Kak Nathan sama Syaki?.'batinnya dan entah kenapa ada sedikit rasa tak suka melihat keduanya bersama.


Hana dan Kiandra mendongak,"Anjayy, Syaki monyet.Lo dari mana?"


Syakila melayangkan cengirannya, memilih duduk disamping Hana .Sedangkan Nathan duduk di samping Tiger,"habis beli makan sama kak Nathan.Iya kan Kak? "Syakila menatap Nathan,mengisyaratkan pria itu mengiyakan perkataannya.


Nathan hanya berdehem,kembali ke stay cool nya,"hmm."

__ADS_1


Hana dan Kiandra menganggukkan kepalanya,"trus makanannya mana?."


"Di perut lah,kan udah gue makan."Syakila melayangkan cengirannya lalu terkekeh kecil melihat raut wajah jengkel Hana dan Kiandra.Sedangkan Nathan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Syakila.


Syakila menoleh pada Lily,"Hai Li.Kok diam ajah?."gadis manis bersurai hitam itu menaik turunkan alisnya.


Lily bergerak gelisah karna sekarang semua mata sudah tertuju padanya.Ia semakin salah tingkah saat mata tajam milik Nathan menatapnya, menunggu gadis imut itu mengeluarkan suara,"umm..Lily haus."ucap gadis itu spontan, karna hanya kalimat itu saja yang ada di otaknya.


Ia segera berdiri berniat mengambil minum,sesuai alibinya tadi.Namun ia mengurungkan niatnya ketika mendengar penuturan dari Nathan.


"Lo duduk ajah, biar gue yang ambil."Nathan segera berdiri dari bangkunya.


Lily kembali duduk.Gadis imut itu mengulas senyum manis di wajahnya,teramat senang dengan Nathan yang seolah mengistimewakannya.Namun senyum nya perlahan pudar saat pria itu kembali mengeluarkan suara.


"Sya,kamu mau minum juga.Biar sekalian aku ambil."Nathan menatap Syakila,tak tau gadis yang ia tatap sedang merasa tidak enak.


Lily tersenyum kecut, ia terlalu berharap Nathan akan menganggapnya istimewa.Tapi nyatanya tak seperti itu, malahan pria itu terlihat hanya berlaku manis pada sahabatnya bernama Syakila saja.Bahkan tadi pria itu berkata dengan nada perhatian dan menggunakan aku-kamu pada Syakila, tidak saat padanya yang terkesan datar dan menggunakan kata lo-gue sama seperti saat Nathan berbicara pada yang lainnya.


Lily tergelonjak kaget melihat botol minum tiba tiba sudah ada didepannya.Ia menatap botol itu dan bergantian pada pria yang menyodorkan botol itu.Segera diraihnya botol minum itu,"terimakasih."ia tersenyum tipis yang dibalas hanya anggukan dari Nathan.


...


Hana menarik lengan Syakila,lalu membisikan sesuatu pada gadis itu,"pak Rafael liatin lo mulu,sya."


Syakila melotot lalu menatap sahabatnya mengeryit ,"maksud lo? "


Seingat Syakila ,pria itu masih di apartemennya.Jadi mana mungkin Rafael memerhatikannya disini.

__ADS_1


"Noh lihat,kalo ngak percaya!."Hana memutar kepala Syakila menghadap pada Rafael di sebrang sana.


Syakila membulatkan matanya terkejut melihat Rafael disana.'Bagaimana bisa?' Batin gadis itu tak percaya.


__ADS_2