
Author pov
Nathan, Tiger, Lily, Hana, dan Kiandra sekarang sedang menyusun ide ide dan kreasi bazar mereka di ruangan. Sedangkan Mira dan Syakila tengah membeli cemilan di minimarket terdekat.
"Sya, kaki lo masih sakit ngak? " tanya Mira memulai percakapan. Syakila hanya menggeleng karna terlalu fokus membaca kemasan dari sebuah coklat.
"Umm, lo marah ya sama kita karna terlambat bantuin lo. " Mira menatap ragu Syakila, takut gadis itu meledak.
Syakila menatap Mira lalu tersenyum hangat, "ngak lah Mir."
"Mir, kita beli apa ajah nih? " Tanya Syakila masih dengan fokus pada coklat ditangannya.
"Apa yang lo suka kita beli ajah." tutur Mira membuat Syakila tersenyum senang, dan langsung mengambil 10 batang coklat sekaligus.
Mira melogo namun tak menegur Syakila, ia malah terkekeh gelik. Syakila dan Mira melangkah ke rak selanjutnya, di rak yang sudah tersusun rapi dengan banyak jenis keripik dan lagi Syakila mengambilnya secara acak.
Mira ikut mengambil beberapa keripik, namun ia mengambil yang ia sukai saja. Mira menoleh pada keranjang yang dibawa Syakila dimana keranjangnya sudah penu dengan berbagai macam keripik, coklat dan makaran ringan lainnya. Bahkan juga ada beberapa mie instan.
"Eh Sya. Keranjangnya udah penuh."
Syakila menatap keranjang ditangannya, "oh, kita masih belum beli wafer, Mir. "
Mira menggeleng kepala dengan frustasi, "woi, Sya. Keranjang kita udah penuhhhh!! " gereget Mira.
"Oh iya yah. Kita ambil keranjang lagi berarti. " ucap Syakila dengan menatap mira polos.
Mira melogo menatap Syakila ngeri, ia menghembuskan nafas frustasi lalu mendudukkan bokongnya di marmer yang dingin dan menatap Syakila lelah. Sedangkan gadis itu pergi mengambil keranjang lagi.
"Amsyong dahhh!" frustasi Mira sambil bertopang dagu menatap Syakila yang sudah kembali dengan keranjang baru.
...............
"Buset dahhh! Belanjaannya banyak amat yah." Tiger menatap horor ke arah kantong belanjaan yang dibawa oleh Mira dan Syakila.
Mira menatap syakila malas, "gegara nih anak." tuduhnya pada Syakila.
Sedangkan Syakila hanya tersenyum girang lalu meletakkan kantong belanjaannya dan mencari makanan ringan yang ia ingin kan, "ini diaaa! " Ucapnya kelewat girang sambil mengangkat tinggi keripik ditangannya.
"Bagi, Sya. " ujur Hana, ia mendekat dan menarik satu kantong untuknya.
Kiandra juga melakukan hal yang sama, begitu juga dengan Lily. Sedangkan Tiger hanya melogo, Nathan masih sibuk dengan proposal nya, dan Mira yang menyandarkan tubuhnya didinding karna lelah dengan menegug minuman botol cepat karna terlalu haus.
...............
"Sepertinya kau sedang dalam masalah, Cus." Atif memandang Marcus dengan kening mengerut.
Marcus yang sedeng gelisah terlihat dari raut wajah nya berdecak, "ck, saya tidak tahu."
Atif menghela nafas, sepertinya dugaannya benar kalau sahabatnya Marcus sedang dalam masalah, "masalah tunanganmu? " Tebaknya.
Marcus mendongak menatap Atif, lalu ia menghela nafas dan menganggukkan kepalanya, "dia menghindariku. "
Marcus mengacak rambutnya frustasi memikirkan Mira yang akhir akhir ini selalu menghindar darinya, bahkan gadis itu selalu buang muka saat tak sengaja kontak mata dengan Marcus.
Rafael diam memilih melanjutkan pekerjaannya. Yah, para pria dewasa yang sangat tampan itu sedang berada di kantor lebih tepatnya diruang kerja Rafael sang CEO dingin sekaligus pemilik perusahaan A.Smith grup' yang bergerak dibidang perhotelan dan properti.
__ADS_1
Atif terkekeh gelik, "aku tak pernah melihatmu sefrustasi ini, bro. "
Marcus menatap Atif tajam lalu menyandarkan tubuhnya di sofa dan kembali menghela nafas kasar, "arggg, siall! " frustasinya dengan mengacak rambutnya kasar.
Hal tersebut hanya membuat Atif semakin terkekeh gelik, "sekarang kau terlihat seperti orang yang putus asah saja."
Marcus tak menanggapi memilih diam sambil menatap Atif kesal.
"Pak dosen yang terhormat, kenapa kau tidak tanyakan saja pada sahabat tunanganmu itu alasan kenapa tunanganmu menghindarimu kalau kau tidak mau menanyakan nya langsung pada Mira. Dan kalau tidak salah, salah satu sahabat gadis mu itu ada yang dekat denganmu kan?! "
"Maksudmu syakila! " Tebak Marcus yang mendapat anggukan dari Atif.
"Ck, bisa bisa saya di sumpah serapahi gadis bar bar itu." kesal Marcus dengan berkata enteng.
"Jaga ucapanmu, Cus!! " Peringat Rafael yang mendengar gadisnya disebut, ia berkata dengan nada rendah dan tanpa menoleh pada Marcus tapi perkataannya begitu dingin dan menusuk, khas dari seorang Rafael.
Marcus menaikkan alisnya, lalu tertawa sinis, "belum menemuinya saja saya sudah mendapat ancaman, apalagi menemui syakila. Bisa bisa saya tinggal nama. " tuturnya yang hanya membuat Atif kebingungan, pasalnya ia tak tahu tentang hubungan Syakila dan Rafael. Yang ia tahu hanya Syakila yang pernah mengaku jadi pacar Rafael saja.
Tiba tiba hp milik Rafael berdering, membuat Atif dan Marcus menoleh pada Rafael.
"....."
"Apa? " ucap Rafael dengan datar.
"....."
"Humm."
"......."
"Humm." Rafael mematikan sambungannya.
"Nathan."
"Tumben adikmu menelponmu. " timpal Atif.
"Menanyai Marcus!"
"Aku? "
"Humm. "
"Untuk? "
"Proposal bazar."
"Lalu? "
"Dia ingin menemui mu."
"Kenapa harus menelponmu? "
"Periksa hp mu!"
Marcus langsung memeriksa hp nya yang ternyata mati, karna sengaja ia nonaktib kan agar tak mendapat gangguan dari mahasiswanya yang ingin bimbingan proposal bazar padanya, seperti yang dilakukan Nathan tadi.
Ngomong ngomong percakapan Marcus dan Rafael sangat singkat padat dan jelas kan. Yah, namanya juga orang irit serta pelit suara yang bicara.
__ADS_1
Marcus berpikir sejenak, "baiklah, aku kekampus dulu. "
"Aku ikut. " ujar Rafael berdiri dengan merapikan jasnya dan berjalan duluan melewati Atif dan Marcus.
Marcus mendengus melihat sikap Rafael yang selalu bossy dan seenaknya. Kemudian ia menatap pada Atif, "kau mau ikut? "
"Baiklah, lagi pula saya sedang tidak ada pasien." ucap Atif dan berjalan menyusul Marcus.
...............
Nathan menyimpan ponselnya kembali kesaku celananya. Matanya melihat ke arah Syakila yang tegah memasukkan bumbu ke dalam kemasan mie instan. Setelah bumbu tertuang semua, lalu gadis itu mengaduknya agar tercampur rata.
Mata nathan membulat melihat Syakila yang dengan santainya memasukkan mie mentah yang sebelumnya sudah ia racik kedalam mulutnya.
"Uuuu, enyak enyak! " Ucap Syakila masih mengunyah mie yang masih keras itu.
"Bagi!! " Kiandra dan Hana monyodorkan tangan kanan mereka pada Syakila.
Syakila segera mendekatkan bungkus mei instan ditangannya kearah Kiandra dan Hana. Hana dan Kia yang sudah memakannya berseru senang, mereka juga menyukai mi yang dimakan mentah.
"Syakila! Buang itu! " Perintah Nathan yang tak didengar gadis itu membuat Nathan menggeram kesal.
Syakila menyodorkan mi mentah itu pada Tiger dan tanpa ragu Tiger memakannya.
"Wooo, enak njirr. Baru tahu gue." serunya dengan sedikit kaget karna tak menyangka mi mentah se enak itu.
Kiandra terkekeh gelik melihat ekspresi terkejut dari Tiger, "lebay! " Tukas nya namun masih terkekeh.
"Hehee, gue baru pertama kali nyoba. " Tiger melayangkan cengirannya salah tingkah bukan karna Kiandra yang mengatainya lebay tapi karna kekehan gadis itu yang begitu mengalun indah ditelinga Tiger.
"Tiger, Kau juga! " Nathan menatap tak percaya Tiger saat sahabat nya itu ikut ikutan mencoba mi mentah itu.
Mira dengan ragu mengambil mie di tangan Syakila dan mencobanya. Dan benar mi instan dimakan mentah sangat enak," ada manis manisnya." ucap mira bercanda, yang dihadiai tawa dari para sahabatnya kecuali Nathan dan Lily.
Syakila yang melihat raut wajah Lily yang tak enak menyodorkan mi mentah itu padanya, "nah! "
Lily mengedipkan matanya karna ragu, saat tangannya akan mengambil mi itu dengan lantang Nathan meneriakinya.
"LILY!! " teriak Nathan menghentikan tangan lily yang menggantung di atas bungkusan mi mentah itu.
Lily menarik tangannya dan menggeleng kaku. Syakila berdecak, ia tahu bahwa Lily takut Nathan memarahinya.
Syakila menatap kesal pada Nathan, "kalo mau!! bilang ajah, ngak usah teriak teriak. Kita ngak budek kali!! "
"Cih, makanan penuh penyakit seperti itu tidak cocok untukku. " Nathan bersedekap lalu menatap Syakila dan bungkusan mi ditanganya dengan sinis.
"Oh ya?! " Syakila berdiri dan menghampiri Nathan.
"Kak Tiger, tolong peganggin Kak Nathan biar kita paksain makan mi dari syurga ini."
Tigar mengangguk dan langsung memegang kedua tanngan Nathan yang dibantu oleh Hana dan Kiandra.
"Kalian apa apan sik! " Nathan menatap tak suka pada para sahabatnya tersebut. Ia memberontak, namun diurungkannya karna Haha dan Kiandra ikut menahannya. Ia hanya takut jika ia memberontak tak sengaja melukai para gadis itu.
"Buka mulut, aaa.." Mira menyodorkan tangan yang yang dipenuhi mi untuk disuapkan pada Nathan.
"Mira!! Lo jangan gilak yahh." teriak Nathan mulai ketakutan. Jelas ia ketakutan serta panik karna seumur hidup ia tak pernah memakan mi instan yang sudah dimasak, apalagi yang mentah seperti itu.
__ADS_1
...........
TBC, Tekanan batin cinta. Sekian buat part ini, jan lupa vote, like dan comen yahhh!😁😂