Couple Soulmate

Couple Soulmate
49


__ADS_3

Author pov.


     "Hahhhh, akhirnya bisa ngampus lagih. "  ujar gadis bersurai coklak gelap itu dengan senyum mengembang di bibirnya. Ia menatap semangat pada bangunan fakultasnya dan dengan semangat pula ia melangkahkan kakinya kesana menghampiri tiga empat gadis yang asyik bercanda.


"Assalamualaikum ya ahli kubur. " gadis itu membungkukkan badannya saat di hadapan empat gadis tadi sambil bersalam.


Hana melotot mendengar salam dari Mira, bahkan permen di mulutnya sampai jatuh, "emangnya kita pocong apahh!! " kesal nya kemudian lalu menatap nanar pada permennya yang jatuh.


"Jawab salam setan!!!! "


"Kita bukan ahli kubur, taiiikkk!! " geram Kiandra yang dihadiahi kekehan kecil dari Mira.


Mira terkekeh, "oke, gue ulangin yahh. Assalamualaikum para gadis cantik."


Dan dengan semangat dan seragam para gadis itu menjawab salam.salam dari Mira, "waalaikumsalam, buk dosen. "


Kini giliran Mira yang melotot karna mendengar panggilannya yang sudah diubah oleh sahabatnya.


"Cieee yang udah bela semangka, eh duren yahh. "


"Duren tuh duda keren kah? "


"Aelahhh, maksut gue tuh bela duren. "


"Oh...malam pertama!! " Lily memangut mangutkan kepala seakan akan paham.


"17 plus plus ituhh!! "


"Nikah plus plus kalik!! "


"Ibu dosen diam baeee. "


Mira bersedekap menatap tajam pada sahabatnya yang sepertinya begitu senang mengolok olok dirinya. Rasanya ingin sekali Mira tenggelam ke laut saja mendengar bahan pembicaraan para sahabatnya itu. Yang benar saja, malam pertama apaaan? Bukan Mira berharap yah, tapi mereka memang tidak melakukananya disebabkan dirinya yang belum siap dan ahh cukup Mira  Marcus, dan tuhan yang tahu.


"Becanda! " Ujar Syakila dengan mengangkat jarinya yang membentuk hurup 'v' saat melihat Mira yang ingin meledak.

__ADS_1


" Damai! "


"Mira cantik deh. "


"Sa..sayang teman, sayang teman, sayang teman!! " Hana tercengir menatap Mira waspada.


"Eh, ke..kelas udah mulai. Ak..akku..lariii!!!!!! " Setelah mengatakan itu Syakila berlari meninggalkan Mira. Begitu pula dengan Kiandra, Hana dan Lily.


"SYAKILA...., HANA...,KIA..., LiLY..AWAS KALIAN YAH!!!! " teriak mira menggema di koridor kampus, tak peduli dengan pandangan aneh dari para mahasiswa disana. Kemudian ia berlari mengejar teman temannya.


...........


      Hana terus berlari, sesekali ia menoleh kebelakang namun saaat tak mendapati Mira disana ia memutuskan berhenti, "capek juga, njirrr!! " keluhnya seranya menyekat keringatnya.


"Mau lari kemana lo! " Seketika Hana menegang, ia mendongak mendapati mira di depannya dengan muka kesal.


Hana melayangkan cengirannya, "Damai!! Kita sebagai warga +62 harus cinta damai, hehee. "


"Tangkap yang lainnya baru damai! "


Hana menggaruk tengkuknya, lalu menganggukkan kepalanya ragu, "ba..baik. "


.............


Ia menoleh kebelakang lalu berjalan kembali, namun sialnya ia menabrak seseorang.


Bruk!!!!


"Eh..maaf ma a.." Lily menggantungkan kalimatnya saat melihat siapa orang yang ia tabrak.


Sedangkan orang yang ditabrak oleh Lily itu menaikkan alisnya melihat Lily yang berhenti berbicara.


Lily menatap Nathan, orang yang ia tabrak tadi dengan tak enak. Ia celingak celinguk karna tak nyaman dengan Nathan yang juga menatapnya.


Lily mengumpulkan keberaniannya untuk membalas tatapan mata tajam milik nathan itu, namun baru beberapa saat saja ia sudah mengalihkannya karna tak tahan dengan tatapan milik Nathan.

__ADS_1


"Ummm..ma..maaf Kak." cicitnya dengan kepala tertunduk sembari tangannya yang terkepal kuat karna gugup.


"Ngapain." Nathan membuka suara.


"Hah? "


"Ngapain lo lari lari? "


"Oh, um...umm..itu..anu ..isss Lily ngak bisa jelasin. Lily pamit. "  Lily melangkahkan kakinya namun sebuah tangan terlebih dahulu mencekalnya.


"Jelasin! " Nathan berkata dingin pada lily, membuat gadis itu menelan salivanya kasar. Antara gugup dan takut.


"Pokoknya Lily ngak bisa jelasin." putus Lily, ia melepas cekalan Nathan pada tangannya.


Nathan semakin menatap Lily tajam, "gue mau lo jelasin, kalo ngak...-"


"Kalau ngak apa? Kenapa Lily harus jelasin tadi Lily ngapain lari lari, emangnya Kakak siapa? " Potong Lily cepat dengan nada kesal. Entah darimana gadis itu mendapat keberanian sehingga ia bisa berkata seperti itu.


Nathan mengeraskan rangannya, benar benar tak suka dengan gadis didepannya itu berkata dengan sangat lancang. Siapa? Cih, Nathan muak mendengarnya, jelas jelas gadis itu tahu siapa Nathan baginya maupun siapa Nathan di kampus ini.


Lily yang menyadari kesalahannya langsung menatap tak enak pada Nathan, ia ingin meminta maaf namun suara seseorang menghentikannya.


"Lo disini ternyatah." Hana menepuk bahu Lily pelan, lalu ia menatap pria didepan Lily yang masih menatap tak suka pada Lily.


"Eh..a..a..da Kak Nathan yang tam..pan. Hehehee.." basa basinya yang sama sekali tak mendapat respon.


Hana menatap Lily kembali, bahkan gadis itu juga memilih diam sambil celingak celinguk tak jelas. Hana berusaha memahami suasa dan situasi, namun entah kapasitas otaknya yang sudah penuh atau memang bodoh jadi pada ujungnya ia lebih memilih masa bodo.


Hana kembali melayangkan cengirannya, "umm, Kak nathan Lily gue bawa yah. Soalnya ada perlu."


Nathan tak menjawab dan memilih meninggalkan dua gadis itu. Namun saat melewati Lily, Nathan meliriknya tajam dan memberi peringatan yang membuat Lily bergidik.


"Yok, ikut gue! " Lily hanya mengangguk kaku.


...............

__ADS_1


Detik detik mau tamat nih.


jan lupa comen, like, dan vote yah para readers ku lovlov.😁😁😁


__ADS_2