Couple Soulmate

Couple Soulmate
44


__ADS_3

"Mira!! Lo jangan gilak yahh." teriak Nathan mulai ketakutan. Jelas ia ketakutan serta panik karna seumur hidup ia tak pernah memakan mi instan yang sudah dimasak, apalagi yang mentah seperti itu.


...........


Marcus menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Rafael dan Atif ketika mereka mendengar suara teriakan dari ruangan yang mereka lewati.


"Mira!! Lo jangan gilak yahh."


"Bukannya itu suara Nathan! " Marcus mulai menerka nerka. Pikiran negatif langsung merasuki saraf otaknya.


"Udah Mir, masukin aja. Nanti Kak Nathan juga bakalan suka malahan keenakan trus minta lagi. "


"Sya!! "


"Hahahaaa, Nat. tinggal di nikmatin doang kayak kita kita. Dijamin lo juga bakalan suka. "


"Iya nih, muna amat sik Kak! "


"Kalian benar benar gila. Jika abang gue tahu, lo tanggung jawab Sya."


"Iya!! Gue tanggung jawab. Tapi lo jujur aja Kak kalo m...-"


Brakkkk!!


"Syakila!!" Teriak rafael dengan  menahan emosinya yang memuncak.


Syakila, Hana, Lily, Tiger, Kia, Mira dan Nathan menoleh bersamaan ke arah pintu. Seketika Tiger, Hana dan Kiandra melepas cekalan mereka pada Nathan.


Dan Nathan cepat cepat membersihkan bumbu serta remah remahan mi instan mentah di sekitar wajahnya karna tadi terjadi insiden pemaksaan.


Rafael, Atif dan Marcus yang sudah deg degan karna mendengar dialog ambigu dari mahasiswa itu menghembus nafas legah karna tak seperti yang mereka pikirkan tadi.


Syakila dengan cepet meletakkan bungkus mi instan ditangannya pada Mira. Mira yang takut juga mengopernya pada Tiger,, Tiger segera mengopernya pada Kia, sedangkan Kia juga langsung mengopernya pada Hana. Dan Hana mengopernya pada Lily.


Lily menatap bungkus mi instan ditangannya. Karna sudah penasaran dengan rasa mi instan mentah tersebut Lily mencomotnya dan memakannya. Matanya membulat lucu dan menatap para sahabatnya senang, "enakkk!!" Ucapnya polos.


"Li, " peringat Nathan dengan kesal. Ia langsung merampas mi instan tersebut dari tangan Lily.


Lily mendesah lesuh, "yaahhh.."


"Sabar Li, di kontarakan masih ada!" ucap syakila dengan pelan agar tak didengar oleh Rafael. Ia juga mengacukan jempolnya membuat Lily tersenyum senang.


Marcus menghela nafas dan menghampiri mahasiswanya itu, "bagaimana proposal kalian? " tanyanya dengan duduk di lantai, dekat Mira. Sedangkan gadis itu sudah bergerak gelisah. Atif dan Rafael ikut bergabung.


Nathan mengambil leptopnya dan menunjukkan nya pada Marcus, "Bapak tinggal periksa ajah. "


Marcus memeriksa nya dengan teliti dan beberapa kali mengoreksinya pada Nathan dan Syakila karna hanya dua orang tersebut saja yang serius dan paham.


"Hanya itu saja yang harus kalian perbaiki. Dan typonya masih banyak, satu lagi apa kalian yakin modal yang kalaian butuhkan hanya segitu? " Marcus menatap kedua mahasiswa/i nya tersebut dengan raut serius.


"Dan kalian juga sudah yakin dengan bazar kalian yang memamerkan ikan ******? Apa itu tidak keliru, karna kalian mahasiswa menejemen bukan mawasiswa peternakan." ucap Marcus meyakinkan mahasiswanya itu.


"Yakin Pak! kalau soal modal yang kurang karna salah perhitungan kita sepakat untuk nutupin bersama sama, Pak. Karna harga disetiap tokoh maupun pasar pasti berbeda beda Pak, dan itu akan membuat perkiraan harga atau Ha kami bisa saja salah. Dan untuk soal tema kami yang memilih ikan ****** sebagai bisnis bazar kami, itu dikarenakan akhir akhir ini orang orang baik dewasa dan anak kecil gemar dengan ikan ini, jadi dengan begitu kemungkinan bazar kami akan banyak peminat dan keuntungan. "


"Dan disana kami akan mencatat setiap keuntungan bazar dan akan mempersentasikannya di hari terakhir bazar. Intinya kami sedang mempraktekkan menejemen pemasaran secara sederhana Pak. Bukan mempraktekkan cara membudidaya ikan ******. " jelas Syakila dan Nathan bergantian yang mendapat anggukan dari Marcus.


Sedangkan Tiger, Hana, Mira, Kia dan Lily melogo tabjuk pada Syakila dan Nathan. Jujur saja, kalau mereka hanya ikut ikutan saja soal bazal ini dan mereka bahkan tak mengerti dengan proposal dan tema yang mereka akan pamerkan di bazar. Yang mereka tahu hanya nebeng nama doang dan menganggukkan kepala setuju jika Nathan atau Syakila menanyakan pendapat pada mereka.


"Baiklah, saya harap kalian berhasil dan memenangkan bazar tahun ini. "


Syakila dan Nathan menganggukkan kepala mantap. Sedangkan para sahabat mereka hanya mengaggukkan kepala ragu, bukan karna takut bersaing atau kalah melainkan karna hanya ikut ikutan mengangguk saja.


"Jadi soal proposal kita sudah siap pak? " tanya Hana yang diangguki oleh Marcus.


Hana bersorak senang, karna sungguh menyusun proposal yang memakan tiga hari itu benar benar melelahkan. Padahal ia cuma mengambil bagian mengetiknya saja tak seperti Nathan, Syakila dan Mira yang mencari ide dan tema yang tepat serta merevisi proposal mereka yang sudah entah berapa kali.


Hana tak sadar berjoget ria dan mengambil bungkus mi instan yang di sembunyikan Nathan dibelakangnya.


Ia memakannya membuat Syakila, Kia dan Lily menoleh padanya.


"Enyak enyak!" ucap gadis itu riang saat merasakan bumbu dari mi instan di lidahnya.


Syakila menegug salivanya karna tergiur namun takut pada Rafael yang sudah memberi peringatan lewat tatapan tajam pria itu.


"Panyakit seperti itu tidak baik dimakan!" tutur Atif yang bergidik ngeri melihat Hana yang begitu sangat bahagia memakan mi instan mentah itu.


Hana menatap Atif, "syurga dunia begini dibilang tidak baik, gimana sik Pak." tukasnya dan kembali mengunyah mi instan itu.


"Karna itu kah tadi kalian ribut sampai orang yang mendengar dari luar salah paham? "Marcus menatap Mira dan yang lainnya dengan alis terangkat.


"Hehee, iya Pak." Kia melayangkan cengirannya. Mira yang melihat kesempatan, menjauh dari Marcus.


Ia menghampiri Hana dan duduk menghadap Hana seraya membelakangi Marcus.


Marcus yang melihat Mira pindah tempat hanya menghela nafas, lalu memijit pangkalan hidungnya.


"Syaki kok ngak makan, emang ngak mau? " Tanya Lily polos. Syakila melayangkan cengiran bodoh lalu menggeleng kaku.

__ADS_1


"Rasakan! "


Syakila menatap Nathan dengan wajah cemberut lalu menatap para sahabatnya yang asyik menikmati mie instan mentah itu. Lama bergulat dengan pikirannya Syakila akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan sahabatnya yang sudah membuka dua bungkus mi instan sekali gus.


"Syaki!! " pekik Nathan tertahan.


Ia menatap ekspresi kakaknya lalu kembali menatap Syakila dengan mata melotot tak menyangka gadis itu akan senekat itu.


"Hahahaa Nat, kalo mau gabung sini. Sekalian kita main ludo,"


Nathan memicing menatap pada Tiger dimana pria itu sudah menahan tawa, namun Nathan tetap ikut bergabung. Ia duduk di antara Syakila dan Lily kemudian ia merampas paksa bungkus mi ditangan Syakila membuat Syakila mendengus.


"Para pria tampan yang mempesona kagak ikut main ludo? " Hana menatap para pria tampan itu, berniat mengajak sang dosen dan dua sahabatnya untuk ikut bergabung.


Marcus berpikir sejenak, ia berpikir jika ia ikut mungkin ia dan Mira akan saling berkomunikasi. Dan ia memutuskan untuk ikut.


"Yeihh rame nih. " Kia berkata dengan semangat, ia mengambil beberapa cemilan dan menawarkan nya pada sang dosen dan sahabatnya.


"Mulai ajah, " Nathan berkata datar.


"Main delapan nih? " Mira menatap semuanya bergantian, tapi melewatkan Marcus yang duduk di depannya.


"Iyahhh." jawab Hana, Dyakila, Kia, Tiger dan Lily dengan semangat. Sedangkan Nathan, Marcus, dan Atif mendengus menatap mereka jengah. Beda dengan Rafael yang memilih diam sambil mengamati lion queen nya.


"Yang kalah di kasih hukuman, yang token nya pulkam di hukum makan mi ini." ujar Syakila dengan mengangkat mi instan yang kembali ia rebut dari Nathan.


Rafael menaikkan alisnya, Atif bergidik ngeri, dan Marcus mendengus, "itu sih maunya kamu, Sya."


Syakila melayangkan cengirannya.


Mira menatap syakila, "gue setuju, Sya." tuturnya membuat Marcus menatanya namun dengan cepat gadis itu menoleh ke arah lain.


"Akgohh sih yes." tambah Hana.


Dan akhirnya token siapa yang pulang ke rumah alias pulkam karna di matikan lawan maka akan dihukum dengan memakan mi instan mentah yang sudah mereka sediakan.


"Gue warna kuning," ujar syakila.


"Biru! " seru Lily.


"Pink."  Itu tiger, bukan Hana. Membuat yang lainnya menatap tiger dengan gelik.


"Terserah! " Nathan.


Dan setelah perdebatan warna, mereka akhirnya memulai permainan ludo itu yang dimulai dari Nathan sendiri yang memilih warna hijau.


Permainan semakin seru ketika token setiap orang sudah berkeluaran dimana Hana sudah mengeluarkan 3 token yang tersisah 1,  Syakila juga 3, Mira 2 token, begitu juga dengan Lily, Tiger, dan Kia. Sedangkan Nathan dan Ati sama dengan Hana dan Syakila dan Rafael serta Marcus sudah mengeluarkan ke empat token.


Nathan hanya tertekeh melihat wajah cemberut lily. Dan sekarang ia tahu jawaban dari pertanyaan Syakila padanya saat itu. Yah, ia mulai menyukai atau bahkan sudah menaru hati pada gadis imut itu.


Kini giliran Mira yang kesal saat tokennya dipulangkan oleh Marcus, "haisss, sama tunangan sendiri tega amat sik!! " gerutunya pada Marcus tanpa sadar.


Sedangkan Marcus sudah tersenyum menang, menang karna membuat Mira mau berbicara padanya.


"Silahkan Mira yang cuantik makan mi nya, atau diperwakilkan saja. Oh, karna gue sahabat yang baik biar gue aja yang makan mi, gimana? " celutuk syakila.


"Enak ajah." ketus Mira dengan mengambil mi mentah dan memakannya.


"Yeh giliran gue!! " Hana berkata senang, menekan dadu yang berputar otomatis, "njirr, tiga. Padahal darah pembunuh gue udah keluar buat ngebunuh tokennya Syaki." frustasi gadis itu.


Sedangkan yang lainnya terkekeh gelik, apalagi Syakila yang sudah menjulurkan lidahnya untuk mengejek Hana.


Rafael hanya diam, tak ada niat untuk tertawa selain mengamati Syakila dan tingkah menggemaskannya.


"Oh, gitu yah Han. Lupa kalo habis lo giliran gue. " Syakila menekan dadu, setelah itu ia tersenyum senang, "bye, Hanaa!! " Syakila tertawa renyah karna berhasil membunuh token Hana yang berniat membunuhnya. Sedangkan Hana sudah menyumpah serapahi Syakila.


Syakila kembali menekan dadu karna masih gilirannya, dan kali ini ia mendapat angka lima. Syakila menatap layar permainan dengan cermat, "giliran Pak Atif yang pulang kampung nih. " ujarnya membuat Atif melotot. Marcus menepuk bahu Atif pelan agar sahabat nya tersebut tabah, lalu ia terkekeh.


Sekali lagi syakila menekan dadu setekah memulangkan token Nathan, "wah!! Kak Nathan ternyata rindu ama kampung halaman yahh. " ia tersenyum menang saat token Nathan berhasil ia pulangkan.


Lily dan Syakila bertos ria, walaupun bukan Lily yang memulangkan token Nathan tapi yang penting token Nathan pulang. Sedangkan Nathan sudah mendengus tak terima.


Kembali Syakila yang berkuasa, ia menekan dadu dan dua tokennya sekaligus memasuki markas.Lagi lagi gadis itu tersenyum menang, ia kembali menekan dadu, dan kali ini token yang tersisah berjalan otomatis karna satu tokennya belum keluar.


Hana menyodorkan mi mentahnya pada amAtif, yang membuat Atif menatap ngeri pada hana.


"Kalo pak Atif ngak mau makan, Hana yang comel dan baik hati siap menggantikan Bapak. " tutur gadis itu mendramatis.


"Eh jangan Lak! Biar Syaki ajah. Biar Syaki bisa bertanggung jawab karna udah pulangin Bapak ke kampung halaman. " sengkal syakila dengan nada dramatis juga membuat Hana menatapnya sengit.


"Biar Kia aja Pak. "


"Lily ajah. "


"Mira ajah. "


"Enak saja, biar pak Atif yang makan. Toh itu emang hukumannya. " protes  Nathan.

__ADS_1


Sedangkan Atif dengan pasrah mengambil bungkus mi itu. Ia menatap ngeri pada mi mentah yang sudah ditangannya dan dengan ragu ia memakannya.


Matanya membulat saat merasakan bumbu dan mi yang masih reyah menyatu dalam mulutnya, "enak. " ujarnya tanpa sadar.


"Banyak penyakitnya loh pak!! " sindir Kiandra menyadarkan Atif yang terus terusan memakan mi mentah itu.


Dengan datar Atif memberikan bungkus mi instan itu pada Nathan karna sekarang giliran Nathan yang memakannya. Karna Nathan sudah mencobanya walau lewat paksaan jadi Nathan tidak begitu terkejut dengan rasa mie mentah itu.


Mereka kembali bermain, dan permainan semakin seru dan menegangkan. Syakila yang tokennya tinggal satu dan berjalan otomatis. Token Hana, Mira, dan Lily tersisah  satu yang memasuki markas. Nathan sudah memasukkan dua token ke markas namun dua lagi masih di dalam start. Atif dan Kiandra juga sudah memasukkan dua token dalam markas dan sisanya berkeliaran. Marcus dan Tiger belum ada yang masuk, namun 3 token sudah berada di jona aman hanya menunggu angka keluar saja. Dan Rafael sama sekali belum ada token yang masuk baik di zona aman dan markas.


"Jangann!!" pekik Syakila dengan mata melotot saat Rafael menjalankan tokennya dan berhasil memulangkan token milik Syakila yang hampir memasuki zona aman.


Sedari tadi musuh terberat Syakila adalah Rafael. Dan token Syakila yang tersisa satu itu entah sudaj keberapa kali dipulanglan oleh Rafael, sedanhkan token pria tidak pernah pulang sama sekali walau token nya belum ada yang Home dan tidak berada di zona aman.


"Rasaiin!!! "


"Syukurin!! "


"Mampuss! "


"Karma tuh! "


Sorak para sahabatnya bahkan Marcus ikut ikutin menyorakinya. Mungkin mereka semua adalah orang yang pernah tokennya Syakila pulangkan makanya mereka senang luar biasa saat token Syakila pulang kampung. Dendam benar benar tertanam saat bermain game ini.


Permainan semakin memanas, walau hanya satu token saja tapi Syakila sudah entah berapa kali memulangkan token milik yang lainnya. Sedangkan Rafael sendiri sudah berhenti bermain karna sudah menang.


"Juara dua ditangan inihh! " antusias Syakila yang mendapat cibiran tak suka dari para sahabatnya.


Nathan yang menjadi saingan berat syakila, menatap gadis itu dengan senyum mengejek, "ngimpi kamu!!" ucapnya dengan nada mengejek.


Dan benar, mungkin juara dua dalam permainan ludo kali ini hanya akan menjadi mimpi Syakila karna pada kenyataannya Nathan lah yang juara dua, disusul oleh Marcus dan Tiger. Kemudian Atif, Kia, Hana, Mira, Lily dan dirinya yang mencengangkan bisa kalah.


"Syaki kalah!! " ujar mereka bersamaan dengan senang membuat Syakila menutup telinganya.


Gadis manis itu menatap layar permainan dengan nanar, ia berpikir bagaimana dirinya yang seharusnya juara malah kalah begini.


"Kok bisa yah gue kalah, perasaan tadi gue yang mulangin mereka terus. " ia menggaruk pipinya tak mengerti.


"Terjadi penyabotasean ini!! " ujarnya tiba tiba membuat yang lainnya tersentak.


"Kalian tadi sekongkol buat ngalahin gue yah. Dihhh, gue ngak nyangka. " lanjut Syakila, bukannya terpancing yang lainnya malah tertawa terbahak bahak melihat ekspresi Syakila yang tak terima jika ia yang kalah.


Marcus berhenti tertawa,"trus kamu maunya gimana. Permainannya di ulang? "


Syakila bersedekap, "ngak perlu. Cukup akui kecurangan kalian."


"Bacot kamu sayang! " Mira menatap Syakila gelik.


Syakila melotot, ia berkacak pinggang menatap Mira tak terima, "ck, kalian sogog berapa sik operator gamenya? "


Mereka semakin terbahak mendengar tuduhan Syakila yang menyeleneng.


"Operator telkom kali, Sya. " gurau Tiger masih dengan tertawa, membuat Syakila semakin kesal.


Pasalnya baru pertama kalinya ia kalam bermain ludo, biasanya gadis itu tak pernah ikut bermain karna tak suka game ini. Hehee,,


"Pokoknya gue gak kalah, titik segede pesawat. " keukeh Syakila dengan bersedekap.


"Sakarep mu, Sya!! " Ujar Kia sambil terkekeh gelik.


"Hanya pengecut yang tidak terima kekalahan! " Rafael tiba tiba mengeluarkan suara nya dengan nada datar. Padahal dalam hatinya ia tertawa melihat ekspresi Syakila yang menggerutu tak jelas.


Semua terdiam mendengar penuturan dari Rafael tadi, tapi tak lama. Mereka kembali terkekeh namun kali ini pelan dan tertahan  saat melihat wajah Syakila yang ditekuk tak membantah lagi.


"Trus hukuman buat smSyaki apaan? " Hana membuka suara. Ia bertanya dengan antusias karna tak sabar melihat Syakila di hukum.


"Oh iya yah? "


"Traktir kita ajah."


"Bulan tua loh, Kiandra yang cantik." protes Syakila cepat.


"Nyanyi ajah!"


"Kayak anak SD ajah."


"Joget ajah!"


"Ngak sekalian gue disuruh dangdutan di depan kampus. "k etus syakila menatap Jana kesal.


"Ohh, gimana kalo hukumannya Syakila ngerjain tugas kita selama seminggu?! "


"Untung dikalian itu." Tolak Atif tak menyetujui.


"Trus hukumannya apa an dong?! "


"Buatin saya ayam kecap! " ujar Rafael santai.

__ADS_1


"Setuju tapi bukan untuk Rafael saja, untuk kita semua juga. " putus Marcus yang mendapat anggukan dari semuanya kecuali Syakila yang sudah pasrah saja.


jan lupa vote, like dan comen yahh😁😂


__ADS_2