Couple Soulmate

Couple Soulmate
9


__ADS_3

Matanya membulat sempurna ketika melihat dari cela buku yang diambilnya terlihat Nathan tengah berdiri dengan membaca buku,sangat cool dan keren.


Tanpa ia sadari,kakinya melangkah mendekati cela itu.Matanya berbinar menatap Nathan dari cela itu dan entah kenapa jantungnya tiba tiba berdetak kencang membuat ia spontan meletakkan tangan didada.


Senyum nya terbit tanpa diminta kala melihat wajah fokus pria itu yang tengah membaca.Sekarang ia merasa bahwa ia tengah memerhatikan pangeran tampan itu secara langsung ,rak rak buku di perpus itu sudah lenyap bahkan ruangan itu kini kosong menyisahkan ia dan Nathan yang serius membaca.Perpus itu gelap membuat Lily tidak bisa melihat siapapun disekelilingnya,kecuali Nathan yang seolah olah diterangi cahaya,bersinar membuat mata Lily hanya terarah padanya.


Nathan yang merasa diperhatikan mendongak membuat Lily cepat cepat memutar haluan dan seketika semua kembali kesemula,rak rak buku bermunculan dan beberapa mahasiswa yang berlalu lalang di sekitar rak perpus kini terlihat oleh Lily.


Gadis imut bersurai coklat gelap itu menghembus napas legah lalu mengibas ibas tangan didepan wajahnya," hampir."gumannya pelan.


" Hampir apa?" Lily membulatkan matanya,lalu menoleh kekanan dan kirinya mencari pemilik suara bariton itu.


'Tidak ada orang' batinnya meremang tengkuk karna sedikit merinding.


"Di belakangmu." Suara itu kembali menggema.Dengan slowmotion,ia memutar badan.


Ia melotot.Matanya bahkan bisa dikatakan ingin keluar kala melihat siapa yang berdiri dibalik cela buku itu.Seorang pria yang kini tengah menatapnya datar.


Deg

__ADS_1


' Kak Nahtan.' Batin nya.


Nathan melangkahkan kakinya memutari rak buku membuat Lily diserang penyakit jantung dadakan.Sepertinya Nathan berniat menghampirinya.


' Eh,kan kak Nathan gak kenal sama aku.Jadi lari ajah..,' batin gadis itu lagi.Dan dengan terburu buru serta tergesah gesah,ia memutar badan berniat kabur dari sana.


"Eh," pekik gadis itu kala menabrak sesuatu,membuat ia menjatuhkan buku ditangannya.Spontan gadis itu mengusap pelan jidatnya yang nyeri karna terbentur sesuatu yang keras didepannya.


"Aiss...,sakit." gerutu gadis itu masih dengan mengelus jidat cantiknya.


Nathan menaikkan alisnya menatap gadis imut nan lucu didepannya ini.Gadis itu masih setia mengelus keningnya,enggan mendongak membuat Nathan penasaran akan wajah nya.Nathan merunduk sedikit karna gadis didepannya lebih pendek darinya,lalu meniup sekali kening gadis itu dengan pelan.Dan sukses,gadis itu mendongak.


Lily membulatkan matanya melihat siapa yang ada didepannya ini.Tubuhnya tiba tiba kaku bahkan sesaat ia lupa bernafas.


"Hah?"bingung Lily.Tapi ketika menyadari tingkah koyolnya tadi,ia jadi salah tingkah sendiri.Lagi,jantungnya kembali berdetak kuat kala ia menyadari posisinya yang bisa dibilang dekat dengan Nathan.


'Harus cepat pergi nih' batin gadis itu.


Gadis itu merunduk mengambil buku nya yang terjatuh tadi,"a..aku duluan ya kak."tanpa menunggu jawaban dari pria didepannya itu ia segera melangkah pergi.

__ADS_1


" huh....syukur!!." Lily mengelus dada kembali,merasa legah.Akhirnya detak jantungnya bisa normal kembali.


"Syukur? Untuk apa? " spontan gadis itu menoleh ke belakangnya.Matanya membulat kembali melihat Nathan disana.Apa pria ini mengikutinya?.


"Loh,kakak?" Lily bahkan mengangkat telunjuknya ,mengarah pada Nathan.Jangan dintanya gimana ekspresinya,karna sungguh sangat konyol.Alis yang terangkat,mata membulat dan pipi yang mengembung.


"Saya mau keluar!."ucap pria itu datar.


"Oh,hehee..." segera gadis itu menyingkir memberi jalan.Namun Nathan tak kunjung bergerak.


"Duluan!" Lily mengeryit,maksud pria itu apa?,Duluan?.


Nathan menghela nafas ,gadis didepannya itu sungguh lemot,"Kau duluan!"ucapnya datar.


"Oh, iya..."dan dengan cepat gadis itu melangkahkan kakikya.Diperjalanan menuju tempat dimana temannya berada,tak berhenti ia mengerutu tak jelas.


.................................


           Tok,tok,tok!!!

__ADS_1


" Masuk!!" Mira membuka pintu dengan sangat hati hati,entah kenapa ia merasa sangat gugup untuk bertemu dengan Marcus,padahal ada Syakila yang menemaninya.


Setelah pintu terbuka lebar,Mira tak kunjung masuk membuat Syakila mendengus.Padahal tadi ia sudah mengorbankan tidurnya dan temannya ini hanya diam di depan pintu saja.


__ADS_2