
"Ciee...ada yang salting. " goda Tiger membuat Kiandra tersenyum malu dan kembali Tiger terkekeh gelik.
.....................
Hana dan Bowo sudah berada di cafe dan sedang menikmati makanan mereka.
Bowo menatap hana yang tengah minum. Hana yang ditatap mengeryit bingung.
Bowo berdehem, "malam ini lo cantik banget, Han. "
Hana tersenyum malu, "lo juga tampan. "
Bowo tersenyum, "gue mau ngomongin sesuatu sama lo. "
Hana dengdegan, ia kembali menatap Bowo melihat raud wajah laki laki itu yang sudah serius.
'Ah..sudah saatnya yah. Iiiiii...bentar lagi gue ngak jomblo. Yehhh..' dewi batin gadis itu yang menjerit kesenangan.
"Bilang aja kali, Wo. " Hana tersenyum malu, lalu ia menatap Bowo
"Gue rasa hubungan pura pura kita harus diberhentikan. Gue dan Afni sudah tidak ada masalah lagi."
Afni adalah nama mantan pacar Bowo yang pernah ribut di cafe dengan pria itu dan bersangkut paut dengan dare Hana.
Hana tersenyum kecut, hatinya didalam sudah begitu sakit. Bahkan untuk bernapas saja ia sudah terasa sempit karna sesak didadanya. Namun harus ia terima itu, karna bagaimanapun ia dan Bowo hanyalah pura pura saja. Agar Bowo aman dari gangguan mantan pacarnya.
"Oh bagus dong." Hana berusaha untuk menampilkan senyum.
Dan Hana akui, berpura pura kuat itu butuh tenaga banyak. Karna sekarang Hana begitu lemas tak berday, tak kuat menahan sesak dihatinya. Untuk tersenyum getir saja ia sudah tidak mampu. Padahal tadi ia begitu bahagia, mengira pemuda itu akan mengungkapkan cinta pada nya.
Ia menundukkan kepalanya lalu mengambil hp dan sengaja menghidupkan musik. Hana kemudian mematikan musik hp nya dan menempelkan hpnya di telinga, seolah olah ada yang menelponnya dan musik tadi adalah nada deringnya.
"Iya, Sya? " Ucap nya dengan melirik sebentar pada Bowo yang ternyata tengah memerhatikannya.
"Iya, ini gue mau pulang. Yaudah by! " Hana memasukkan hp nya kembali dalam tas nya.
Ia menatap Bowo pura pura tak enak, "duh Wo, gue pulang yah?! Syakila tadi telpon katanya Lily lagi sakit. "
__ADS_1
Hana berlalu dari sana. Ia berjalan dengan tergesah gesah, kemudian hadis itu menghalau air matanya yang akan jatuh. Mungkin yang banyak orang katakan itu benar, jika kita tidak boleh terlalu senang karna bisa saja kesenangan itu hanya sesaat, sebelum luka menghampiri perasaan.
Hana semakin mempercepat langkahnya saat mendengar Bowo memanggilnya. Hana tak menghiraukannya, sekarang Hana butuh pelukan sahabatnya. Hana butuh!!
.................
Hana berjalan menelusuri jalanan tanpa arah tujuan. Pikiriannya melayang dan memutar kebersamaannya dengan Bowo selama ini. Ia terlalu bahagia dengan laki laki itu sampai melupakan jika ia dan Bowo hanya lah kepura puraan semata.
Air matanya menetes begitu saja, saat terbayang dengan sosok sahabatnya yang selalu mendukungnya. Hana memang bodoh, andai ia tak mengabaikan pesan sahabatnya mungkin sekarang perasaan salit ini tak kan pernah hinggap di hati. Bowo tak salah dalam hal ini, yang salah adalah hati yang salah memahami perlakuan Bowo yang manis padanya. Ia melupakan kenyataan pahit jika semua perlakuan manis Bowo padanya hanyalah semata mata untuk pacar pura pura mereka.
Hana menghapus air matanya, ia menatap sekelilingnya lalu kembali berjalan dengan gontai~ mengabaikan orang orang yang menyenggol bahunya.
"Hana! " Hana diam ditempatnya, tak ada niat untuk melihat siapa yang memanggilnya.
Gadis yang memanggilnya menghampiri nya bersama dengan seorang pria.
"Han, lo kenapa? " Kia mengeryit melihat penampilan Hana yang kacau, bahkan mata gadis itu meninggalkan jejak air mata.
Kiandra menatap Hana khawatir, ia menggoncakkan bahu Hana pelan membuat gadis itu menatapnya dengan mata yang sidah berkaca kaca.
"Kiaaa.." Hana menatap Kiandra lirih, kemudian memeluk gadis itu. Ia menumpahkan airmatanya dibahu gadis itu.
"Gue mau pulang." lirih Hana.
Kia mengangguk, ia menoleh pada kekasihnya dan pria itu juga menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia setuju mereka pulang.
.....
Selama diperjalan pulang, Hana hanya diam. Ia terlalu larut dalam penyesalannya yang telah menaru hati pada pria itu, ia juga menyesal karna telah menghiraukan perkataan dan nasihat para sahabatnya.
Setelah sampai, Hana turun dan memasuki kontrakannya tanpa mengatakan apapun.
Syakila dan Lily yang sedang bermain ular tangga menoleh pada Hana yang sudah menatap mereka berdua.
Syakila menatap Hana kaget, "loh Han. Lo kenapa? " Syakila langsung menghampiri gadis itu.
Bukannya menjawab, Hana malah langsung memeluknya membuat Syakila dan Lily semakin bingung.
__ADS_1
Kia memasuki kontrakannya dan langsung menghampiri Hana yang ada dipelukan Syakila dan Lily.
Syakila menatap Kiandra dengan wajah bertanya tanya. Kia yang tidak tahu hanya mengacungkan bahunya.
Syakila melepas pelukannya dan menarik ahana duduk di sofa, "cerita sama kita, Han. Lo bagi kesedihan lo sama kita. "
Hana mengangguk, "gue minta maaf sama kalian. Gue salah sama kalian, gue..gue udah ngabaiin nasihat kalian. " ia menundukkan kepalanya.
Syakila dan yang lainnya mengeryit bingung namun memilih diam agar Hana melanjutkan ceritanya.
"Bowo udah akhirin hubungan pura pura nya sama gue di..disaat gue udah ada perasaan sama dia. " Hana mengedip edipkan matanya agar cairan bening itu tak keluar dari matanya.
Ia malu, malu pada dirinya sendiri yang begitu membanggakan Laki laki itu selama ini. Ia malu karna menganggap nasihat sahabat itu karna bentuk keirian mereka pada Hana.
Syakila menghela nafas, "trus lo nangis karna dia mengakhiri pacar pura pura kalian? " Hana menggelengkan kepalanya.
"trus karna apa, Han? "
"Karna nyesel ngak dengerin omongan kalian, " ucapnya lirih lalu menoleh pada Kia, "terutama ama lo, Ndra. "
Kiandra tersenyum hangat, "ngak papa kok Han. Yang penting sekarang lo jangan terjebak lagi ama permainan perasaan seperti itu. Setidaknya sekarang lo bisa belajar kalau mencintai itu tidak semudah mengagumi seseorang."
Syakila dan Lily menganggukkan kepalanya lalu tersenyum hangat pada Hana membuat gadis itu ikut tersenyum.
"Kita jadi cewek harus strong!!" Seru Kia semangat, namun malah mendapat timpukan dikepalanya dari Syakila.
"Strong bahasa alien, njirr!! " protes Syakila membuat Kia yang ingin mengumpat tertunda. Lily dan Hana tertawa karna kekonyolan mereka.
"Ulang! " Syakila bersedekap.
Kiandra menganggukkan kepalanya, "kita jadi cecan dan cemas alias cewek cantik dan cewek manis harus kuattt!! " Serunya dengan semangat yang mengebuh.
"Iya!! " balas Lily, Syakila, dan Hana bersamaan dan setelah itu mereka tertawa bersaan. Hana tertawa senang, ia bahkan sudah lupa dengan rasa sakit dihatinya.
Mungkin semua itu karna kehangatan dari persahabatannya. Atau karna sahabatnya yang selalu ada untuknya atau juga karna ia selalu mendapat dukungan dari sahabatnya. Ah, semuanya benar karna alasan sesungguhnya adalah hanya karna sahabatnya. Dengan sahabat yang selalu ada, mendukung serta adanya kehangatan perhabatan maka ia yakin semua masalah pasti bisa dihadinya dengan para sahabatnya.
Harapannya hanya satu, agar ia dan para sahabatnya tidak terpecah sampai kapapun, karna ia berharap persahabatan mereka ini persahabatan dunia akhirat.
__ADS_1
jan lupa like, comen dan vote yah😁