Couple Soulmate

Couple Soulmate
57


__ADS_3

Author pov


       Seminggu setelah kejadian Rafael yang meninggalkan Syakila, kini gadis itu sudah kembali seperti dirinya semula. Dirinya yang ceria, semangat dan plus menyebalkan.


Rafael mungkin akan menjadi sejarah atau rasa yang belum terkuak kebenarannya bagi Syakila. Soal Syakila yang sudah melupakan Rafael itu tidak bahkan sepuluh tahun kemudian pun mungkin ia takkan pernah melupakan pria menyeramkan namun tampan itu yang pernah mengisi hari harinya dengan kisah yang unik dan horor.


"Guy's semangat!! " Seru Syakila dan yang lainnya saat membuka stan bazar mereka.


"Semangat, semangat. Cecan dan cogan mah bebas. Anak sultan mah lewat, anak emak baru didepan." yel yel mereka yang membuat orang yang mendengarnya terkikik menahan tawa.


Sebenarnya mereka juga merasa gelik sendiri saat meneriaki yel yel mereka itu. Tapi tidak masalah bukan jika itu bisa menarik peminat pada bazar mereka.


"Wihhh, Sya. Kita jadi saingan nih. " Ucap Rafka yang datang menghampiri bazar mereka.


Syakila menatap Rafka dari atas ke bawah, kemudian gadis itu tertawa terbahak bahak. Bagaimana tidak, Rafka datang menghampirinya dengan kostum ayam nya yang terlihat konyol eh lucu di tubuh Rafka.


Bukan hanya Syakila yang tertawa namun  Hana, Lily, Mira, Kiandra dan juga Tiger. Sedangkan Nathan hanya tersenyum gelik.


Melihat Syakila menertawainya, bukannya marah Rafka malah merasa bangga karna menjadi alasan gadis itu tertawa, "gue lucu ngak pake ginian? " Ujarnya dengan menaik turunkan alisnya.


Syakila menghentikan tawanya, lalu menganggukkan kepalanya masih dengan tersenyum gelik, "tapi kok lo pake beginian, emang bazar kalian apan sik? " tanyanya penasaran.


"Bazar kami tentang virus flu burung. Singkat cerita, gue jadi maskotnya. Gagah kan gue? " Rafka mempragakan kegagahannya yang malah membuat ia semakin terlihat konyol.


Syakila menatap gelik pada Rafka, "lucu, malah."


Nathan yang mulai jengah melihat kedekatan Rafka dan Syakila mendorong Rafka menjauhi Syakila. Bukan apa apa, ia hanya menjalankan perintah Rafael padanya.


"Apaan sik. Najisss!!" Kesal Rafka karna didorong oleh Nathan. Ia me lap lap bagian kostumnya yang terkena sentuhan Nathan.


Nathan mendecak kesal, "lo pulang ke asal lo dengan terhormat atau ...-"


"Iya iya, gue minggat nih. " Potong Rafka cepat dan segera meninggalkan tempat itu.


Tatapan Nathan kini beralih pada Syakila. Ia menatap gadis itu tajam, " dan buat adik yang merangkap jadi calon kakak ipar aku, jaga jarak dengan kaum adam. " bisik Nathan pada Syakila membuat gadis itu melotot tak terima.


Nathan menatap Syakila dengan senyum miringnya, kemudian ia berjalan menuju stan bazar dan memilih membantu Tiger. Sedangkan Syakila menggerutu kesal ditempatnya namun diam diam ia tersenyum gelik mengingat perkataan Nathan tadi.


...........


      "Ayo ayo, silahkan mampir kebazar kami, para cogan dan cecan. Karna ini hari terakhir jadi kita kasih bonus buat poto sama salah satu anggota yang diminati. Ayoo guy's..." teriak Hana yang bertugas di bagian promosi.


"Ini ikan ****** jenis petarung Kak. Warnanya ada biru sama hitam, tapi di bagian ekor ada merah, biru, ungu dan jingga. " Jelas Syakila yang berada di bagian pelayanan terhadap calon pembeli.


Syakila menepuk jidatnya saat melihat Nathan yang juga dibagian yang sama dengannya yang masih memasang tampang datar nya dan cuek pada calon pembeli mereka.


"Kalau ngak mau beli, jangan banyak nanya sok sok punya uang buat beli. " Ketus pemuda tampan itu pada salah satu mahasiswi yang membuatnya kesal setengah mati karna terlalu banyak bertanya padanya.


Lain dengan Kiandra yang bertugas dibagian administrasi atau sederhananya pembayaran, "mau masuk syurga ngak Mas? " Tanya gadis bersurai coklat itu pada pembeli mereka.


Pria ber-almamater sama dengan Kiandra itu menganggukkan kepalanya, lah siapa sih yang tidak mau masuk surga.


"Kalo gitu kembaliannya buat saya aja yah Mas. Insyaallah, Mas bakalan dapat pahala." Pria itu menganggukkan kepalanya lesuh, lalu pergi dari sana dengan lemas. Ia berjanji tidak akan datang lagi ke stan itu, ikan yang seharga 35 ribuh berubah menjadi 100 ribu karna alasan ingin masuk syurga. Yang benar saja.


Mira yang bertugas membukukan dan mendata pengeluaran dan pemasukan mereka yang dibantu oleh Lily. Sedangkan Tiger bertugas di bagian dokumentasi.


.........


    Malam harinya mereka masih dikampus karna akan ada pengumuman pemenang bazar tahun ini yang sudah merekalakukan selama tiga hari dan sudah di survai langsung oleh dosen yang ditugaskan menilai stan bazar mahasiswa/i.


Mira, Hana, Nathan, Lily, Syakila, Tiger dan Kiandra sudah menempatkan diri diantara ratusan mahasiswa peserta bazar yang wajahnya sudah terlihat menegang karna sebentar lagi pengumuman pemenang bazar.


"Dan pemenang bazar tahun ini adalahhh....."

__ADS_1


Terlihat semua mahasiswa/i di sana menengang.


"Juara pertama jatuh pada stan nomor 13."


Baik Nathan maupun yang lainnya mendesah kecewa karna itu bukan mereka.


"Juara dua jatuh pada stan nomor 99."


"Wuuuuu...."


"Yeiiiii.."


Mereka langsung berteriak senang dan langsung bertos riah. Juara dua juga tidak masalah, yang penting juara.


"Juara 3 jatuh pada stan nomor 47."


"Hehehee, stan mantan terindah lo tuh Han." celutuk Kiandra dengan kekehan membuat Hana mendengus cemburut.


"Dan stan bazar favorit jatuh pada nomor......" lanjut panitia kembali membuat seluruh peserta bazar menegang.


"99."


"Wuuuu..."


"Kita lagi woiii."


"Ahhhh, nasif anak sholeh ya Allah."


Mereka kembali bersorak ria membuat mahasiswa yang kalah menatap mereka iri bercampur tak suka.


Setelah pengambilan kado dan acara poto poto sebentar, mereka meninggalkan kampus dan pergi menuju cafe favorit mereka untuk merayakan kemenangan mereka.


.................


   


"Hahahaa, gue ngak nyangka stan kita bakalan jadi stan favorit." Hana terkekeh gelik, benar benar tak menyangka mereka akan menjadi peraih gelar favorit.


Syakila ikut terkekeh, "iyalah, orang pemilik stannya famous semua. " Ujarnya dengan pede.


Marcus yang juga ikut karna ajakan sang istri memperhatikan Syakila. Ia masih ingat betul cerita Mira padanya yang mengatakan Syakila yang menangis karna di tinggalkan oleh Rafael. Marcus yang mendengarnya anatara percaya dan tidak, karna yang ia tahu Syakila sangat takut pada Rafael jadi bisa disimpulkan jika Rafael pergi otomatis Syakila akan merasa senang dan bebas. Tapi tak mungkin Mira berbohong padanya juga.


"Cieee Syakila yang udah bisa move on dari Pak Rafael. " Hana menatap Syakila. Ia menaik turunkan alisnya berniat menggoda gadis itu.


"Dihh, sotoyy!! " sinis Syakila.


Hana dan yang lainnya terkekeh melihat ekspresi kesal Syakila. Beda dengan Marcus dan Nathan yang memilih hanya tersenyum gelik.


" Cik, padahal sampe nangis lohh ditinggal ama Pak Rafael. " Kiandra menatap jahil ke arah Syakila sedangkan gadis itu sudah mendengus.


"Jangan nyebar fintah, yah. " Ketus gadis bersurai hitam itu karna mulai kesal.


Kiandra terkikik geli, begitu juga dengan Mira dan Hana.


"Jadi sebenarnya waktu itu Syaki nangis karna apa dong, nangis karna terharu sama Buk Nita yang ngasih nilai 'A' atau karna ditinggal Pak Rafael. " Lily menopang dagunya sambil menatap Syakila menunggu gadis itu membuka suara.


Syakila menggaruk tengkuknya yang tak gatal, ia menyerup jus nya sambil menatap satu persatu para sahanatnya dan Marcus.


"Ngaku aja kali, Sya."


"Iya iyaaa, gue ngaku. Puass!!! "  Ucap Syakila yang dihadiahi kekehan dari sahabatnya. Syakila berdecak kesal dan malu karna terus diolok olok oleh temannya.


Seseorang di seberang sana tersenyum devil mendengar kata kata dari lion queen nya. Yah, orang itu adalah Rafael yang sedang ditelpon oleh Marcus tiba tiba tak menyangka jika Marcus sedang bersama Syakila nya. Rafael mematikan sepihak sambungannya.

__ADS_1


Ia kembali menyeringai, "tunggu lion king mu ini, my lion queen. " ujarnya dengan menatap bingkai poto seorang gadis yang berpose dengan menggemaskan. Dimana gadis itu sedang memeluk es krim pemberiannya sembari tersenyum lebar.


Rafael mengelus sayang wajah gadis di bingkai poto itu kemudian ia menciumnya lalu meletakkannya kembali di atas meja kerjanya.


.................


"Taa le se.." Kiandra tak melanjutkan lirik lagunya karna melihat Hana yang terus mondar mandir didepannya.


"Hana ****! Lo ngapain mondar mandir didepan gue? " kesalnya Kiadrna merasa terganggu.


Hana melayangkan cengirannya, ia duduk di samping kiandra lalu menatap cemas pada kiandra, "gini..,"


Ia menatap ragu pada Kiandra yang juga menatapnya penasaran bercampur bingung, "eee.., Tiger ngajak gue pacaran lagi. "


"Trus?? " Kiandra melipat tangannya di dada lalu menatap Hana memicing.


"Trussss.. waktu dia mutusin gue sebenarnya niatnya sik buat ngubah pacar pura pura kami jadi pacar beneran. Itu memang salah gue karna langsung ninggalin dia tanpa ngedengerin penjelasannya dulu. " Kiandra hanya ber 'oh' ria saja sebagai responnya. Jujur, ia sangat malas membahas cowok brengsek seperti Bowo yang memanfaatkan kebaikan Hana.


"Respon nya gitu amat sik Ndra." Hana mencabikkan bibirnya yang tak suka melihat respon Kia yang hanya ber 'oh' ria saja.


"Yaudah, trus? " kiandra menatap malas pada Hana.


Hana mencabik dengan wajah cemberutnya, "dia ngajak gue kencan."


"Yaudah pergi ajah. Apa susah nya sik."


"Ck, kalo dia ngajak gue jadian gimana? "


"Dihh, pede amat mpok."


"Seriuss Kiandrana! "


"Ya itu sih cuma lo doang yang bisa mutusin. Tanya ama hati lo, kalo lo sayang acc ajah tapi kalo ragu ngak usah."


Hana tersenyum, ia menatap Kiandra senang kemudian memeluk gadis itu erat, "iiiiihhh, makin sayang deh. Makasih ya Kiandrana yang cantikkk!!" Setelah itu Hana langsung meninggalkan Kiandra yang mendumel kesal.


...............


    


     Syakila, Lily dan Kiandra kini tengah bermain ludo di teras sambil menunggu Hana pulang.


"Curang lo, Sya!" Protes Kiandra pada Syakila yang memenangkan permainan itu.


"Yang kalah dibanyakin minum air putih biar ngak sewott. " balas Syakila dengan nada mengejek.


"Hai.." Syakila, Lily dan Kiandra spontan menoleh pada Hana yang baru datang dengan wajah bahagianya.


Syakila, Kiandra dan Lily mengeryit bingung menatap Hana yang terus tersenyum bak orang gila. Tiba tiba Hana memeluk mereka.


"aaaa....gue guee jadian ama Bowo." histerisnya senang.


Lily, Syakila dan Kiandra dalam pelukan Hana saling melempar pandangan lalu mereka tersenyum ikut senang dengan kebahagiaan Hana.


Hana melepas pelukan mereka,"duhh gue bahagia banget. "


"Hahahaha, Han. Iya kita juga ikut bahagia." Ucap Syakila yang mendapat anggukan dari Lily dan Kiandra.


"Ingat pj yah Hana." Lily berujar dengan nada gelik. Syakila dan Kiandra langsung mengaggukkan kepalanya agar Hana ingat pj.


"Asiaappp." Hana berujar mantap.


jan lupa like, vote dan comen yahhh.

__ADS_1


dan ditunggu ajah, setelah couple soulmate end cerita Rafael dan Syakila nanti bakalan di up. Judulnya nanti 'back to see love. ' ditungguyah😁😁😁


__ADS_2