
"Kayak ngak tau ajah tuh anak kalo udah main game sambil dengerin musik."Mira mendengus,ia menatap Hana males dan dengan setengah iklas ia kembali melanjutkan tugasnya dimana mulutnya tidak ada hentinya menyumpah serapai Syakila dan game sialannya.
"Siap!!"ucap Kiandra senang.Kemudian ia meregangkan otot otonnya yang sudah kaku karna kelamaan duduk.Dengan rasa legah,ia merebakan tubuhnya.Tidak menunggu waktu lama,gadis bersurai coklak terang itu sudah tertidur pulas.
Hana yang melihatnya menggelengkan kepalanya,sedangkan Lily hanya terkekeh gelik.Menurutnya itu wajar,karna Kiandra sudah sangat kelelahan.Mira yang melihat Kiandra yang sudah tertidur pulas menjadi lebih semangat untuk menyelesaikan tugasnya agar ia juga dapat tidur.
15 mnt kemudian.
"Yeihhh..gue siap."Mira merapikan tugasnya .Setelah itu ia membaringkan tubuh nya di atas lantai yang dingin dan tak butuh waktu lama juga,gadis bersurai coklat itu sudah berada di alam mimpi.
Lily dan Hana juga sudah menyelesaikan tugas.Mereka merapikannya lalu ikut mencari pembaringan.Hana memilih tidur di sofa sedangkan Lily diatas karpet berbulu, tepat di antara sofa dan meja.
.....*.....
__ADS_1
"Assalamualaikum!!."Marcus kembali mengetok pintu kontrakan calon istrinya ,namun masih tidak ada jawaban dari dalam.Ia mengambil ponselnya dan segera menelpon gadis itu,tapi tak ada jawaban juga.Ia mulai merasa panik serta kawatir,"Kemana gadis itu."
Tok tok tok!!
Kembali diketuknya pintu itu dan sama seperti sebelumnya tidak ada balasan dari dalam sana.
"Sepertinya calon istrimu tidak mau bertemu denganmu,Cus."Marcus mendengus,temannya yang satu ini memang seenak jidatnya saja kalau ingin bicara.Tapi itu lebih baik,daripada temannya itu memilih diam dan mengeluarkan aura intimidasinya.
Temannya itu melangkah mendekatinya dan mendorongnya kesamping .Marcus kembali mendengus.
Marcus berdecak,"Mira memiliki teman gadis ,dan kita pria kalau kau lupa."
"Aku menyuruhmu masuk untuk memeriksa keadaan calon mu,bukan untuh aneh aneh.Dan asal kau tau aku tidak lupa."temannya berkata datar dengan raut wajah yang tidak kalah datar juga.
__ADS_1
Marcus memilih pasrah,ia memilih menuruti kemaun teman sekaligus sahabatnya itu untuk memasuki kontrakan Mira,calon istrinya.Bagaimanapun ia terpaksa karna temannya juga karna ia menghawatirkan Mira.
Marcus terkejut melihat pemandangan didepannya,dimana mahasiswinya termasuk calon istrinya tengah tertidur dengan pose yang tidak ada anggun angunnya sama sekali.Ada yang tidur disofa dengan kaki keatas yang menggantung di sandaran,ada yang benar benar di bawah meja dengan kaki di atas perut gadis yang tidur di sofa ,ada yang tengkurap di atas karpet dan parahnya calon istrinya yang tertidur langsung beralaskan lantai sedang meringkuk sambil menghisap jempol.Untuk yang itu,Marcus tersenyum gelik melihatnya.Dan untungnya pakaian para gadis itu terbilang sopan dengan setelan baju tidur dengan lengan panjang dan celana panjang juga.
"Arkk..sialan!!"
Marcus mengelus dada karna kaget,bahkan temannya yang sedari tadi memasang wajah datar ikut sedikit kaget,yah..walau sedikit.Marcus dan temannya mengalihkan mata mereka pada seorang gadis yang duduk bersila di sudut ruangan sedang menggerutu kesal pada Hp nya,bahkan gadis itu sampai memukul mukul hp-nya.
Jelas mereka tidak ada yang membukakan pintu untuk Marcus karna mereka semua pada tepar dan yang masih sadar diri sedang memakai penutup telinga.
"Ck,Syaki..,bisa diam ngak."kini pandangan mereka beralih pada Mira yang entah sejak kapan sudah bangun,mungkin karna terganggu.
"Iss...Syaki kok berisik sik.Kan kita lagi tidur."Lily mengucek matanya,lalu menatap Syakila kesal.
__ADS_1
"Duh..queen tidur,bisa ngak jangan ganggu."Hana dan Kiandra juga ikut ikutan terganggua.Para gadis itu menatap kesal pada Syakila yang juga menatap mereka dengan bertopang dagu sambil tercengir.Tanpa merasa berdosa dan bersalah,Syakila meminum coklat panasnya dan kembali melanjutkan gamenya serta penutup telinga yang volumenya sengaja ia kuatkan agar tidak mendengar omelan para temannya.