Couple Soulmate

Couple Soulmate
45


__ADS_3

Author pov 


       Syakila kini tengah sibuk memasak ayam kecap, sesuai dengan hukumannya. Walau awalnya ia menggerutu tak terima tapi akhirnnya ia melaksanankan hukuman nya itu dengan berat hati.


Beda dengan Syakila yang sibuk melaksanakan hukuman, para sahabatnya serta Markus, Atif dan Rafael sedang santai di ruang tengah kontrakan para gadis itu sambil menonton film.


"SYA!! MASIH LAMA NGAK? " teriak Hana dari depan tv karna mulai lapar.


Atif yang duduk tak jauh dari gadis itu mengelus dada karna kaget. Ia menatap Hana tak suka dan kembali mengalihkan pandangannya pada tv.


"Udah, yuk makan!! " Syakila datang dan langsung mengajak mereka untuk makan.


"Yeiii...." sorak para gadis itu membuat para pria disana mendengus, kecuali Rafael yang bersikap tak peduli.


Para gadis itu dengan cepat menyambar kursi di meja makan, dan dengan cepat mengambil piring yang sudah disediakan di meja.


"Yang laki dulu kali!! " Ucap Tiger yang sama sekali tak digubris dari para gadis itu.


Mira menghentikan sendok di udara saat akan menyuapkan nasi dalam mulut kala ia melihat piring Marcus yang masih kosong dan pria itu hanya duduk diam sambil memandangnya.


"Pak Marcus ngak makan? " Tanyanya sedikit ragu, mengingat ia masih kesal dengan pria itu.


Marcus memilih diam sambil menatap gadis itu. Mira yang tak mendapat jawaban memilih bodo amat dan melanjutkan aktivitas makannya. Namun lagi lagi sendok makan Mira tertahan, kali ini karna perkataan Kiandra.


"Minta di ambilin nasi kali, Mir. " celutuk Kiandra yang mengunyah makan.


Mira menatap Marcus yang masih menatapnya, dengan ragu Mira mengisi piring pria itu dan benar setelah piring pria itu terisi, barulah ia makan membuat Mira mendengus.


...........


     Selesai makan malam yang kepagian,  karna masih sore mereka kembali ke aktivitas masing masing. Syakila dan Hana yang  sibuk dengan novel nya, Mira dan Marcus yang sudah pergi untuk mengurus masalah pernikahan mereka yang tinggal seminggu lagi. Kiandra dan Tiger yang sudah pergi juga untuk sekedar menikmati sore hari. Lily yang sibuk mengerjakan tugas kuliah. Nathan dan Rafael yang sudah pulang, dan Atif juga pulang.


"Aiss.." Hana meletakkan buku ditangannya saat ada yang menelponnya.


"Halo, dengan siapa dan dimana? "


"Dengan bowo di rumah." Jawab seseorang dari sebrang sana.


"Oh hehheee, maaf Wo. Soalnya langsung ngangkat ngak sempet baca kontak. heeheh," Hana tercengir saat mengetahui siapa yang menelponnya, ia merutuki kebodohannya karna langsung menganggat telpon tanpa membaca kontak.


"Iya ngak papa, hehehee. Gini Han, lo sibuk ngak malam ini? "


"Inggak, Wo. "


"Kalo gitu, lo mau ngak jalan sama gue? "


"Ha? " Kaget hana.


"Lo mau ngak? Please mau yah Han, karna ada sesuatu yang mau gue omongin sama lo."


Hana yang mendengernya menjadi deg degan dan salting sendiri, 'omogin sesuatu? " Beo gadis itu dalam hati.

__ADS_1


"Han! Lo bisa kan? "


"I..iya."


"Ok, nanti jam tuju gue jemput lo yah." Hana hanya meng iyakan.


Setelah sambungannya terputus, Hana memeluk ponselnya sembari tersenyum girang. Hana berdiri dan langsung berlari menuju kamarnya membuat Syakila dan Lily yang masih diruang tengah mengeryit bingung namun mengabaikannya.


"Sakit jiwanya kumat kali yah." Syakila menatap pintu kamar Hana dengan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Hana tadi. Lily menganggukkan kepalanya, setuju jika Hana memang tengah kumat. Kemudian kedua gadis itu kembali ke kesibukan masing masing.


.................


Hana menatap jam di nakasnya, "Ck, masih jam 6." tutur gadis itu tak sabaran.


"Bowo mau bilang apa, yah?!  " tanya gadis itu pada dirinya sendiri. Ia mengambil bantal gulingnya lalu memeluknya erat, entah kenapa setelah bowo menelponya tadi ia jadi salah tingkah sendiri.


"Arkkkkg, " Hana menjerit senang, lalu gadis itu berdiri dan meloncat kegirangan di kasurnya. Ia turun dari kasurnya dan menghampiri cermin.


"Duhai cermin, katakan lah siapa gadis paling cantik di sini." ucapnya dengan angkuh sembari menatap cermin tersebut.


"Hanya dirimu duhai ratu ku." jawabnya sendiri, kemudian gadis itu tersenyum manis.


Hana terkekeh gelik karna kekonyolannya tadi, namun gadis itu kembali menjerit sambil melompat lompat kecil di lantai. Ia terlalu senang dengan ajakan bowo tadi. Ia kembali berbaring dikasus dan meletakkan tangannya di dada merasakan detak jantungnya yang menggila, dan gadis itu tersenyum.


...........


  "Kita pulang yukk!! Udah mau jam tuju nih. " Kiandra berdiri bergegas keparkiran namun Tiger dengan cepat mencekal tangannya membuat gadis itu berhenti bergerak.


Kiandra menatap Tiger bingung lalu menatap tangannya yang di genggam laki laki itu.


"Apa gue semeragukan itu, sehingga lo ngengantung gue begitu lama? " Tiger tersenyum kecut.


Kiandra diam, ia berdiri dan bergerak gelisah ditempatnya. Ia malu bercampur grogi bertatap muka dengan Tiger.


"Kalo lo emang ngak ada perasaan sama gue ngak apa apa kok Kia, gue tau lo ngak enak bilang sendiri ke gue." Tiger berkata lirih, ia bahkan melepaskan genggamannya pada kia.


"Ayu!! gue antar. " ucap Tiger kemudian berjalan meninggalkan Kiandra yang masih diam.


Kiandra menatap punggung pria itu, lalu berlari mengejarnya. Setelah berjalan disamping pria itu, ia menepuk bahu Tiger pelan.


Tiger menoleh pada Kiandra yang sedikit ngosngosan karna berlari mengejarnya, "Tu..tuhh..tunggu napa! "


Tiger yang melihatnya terkekeh, namun kekehennya terhenti saat mendengar perkatan selanjutnya dari kiandra, "gue mau jadi pacar lo karna gue juga suka sama lo." ucap Kiandra dengan cepat.


Tiger membulatkan matanya dan menatap Kiandra tak percaya, merasa yang ia dengar tadi seperti mimpi, "lo..mau jadi pacar gue?" Kiandra mengangguk mantap sembari tersenyum lebar.


Tiger menatap sekelilingnya lalu berjingkrak senang, "yess, makasih Kiandra sayang." ucapnya spontan memeluk gadis itu.


Kiandra yang dipeluk merasa kaget, namun tak marah karna ia tau Tiger hanya spontan karna merasa senang.


Tiger melepas pelukannya pada kiandra, "tapi lo mau jadi pacar gue bukan karna kasian kan? "

__ADS_1


"Iya karna kasian." Kiandra menatap laki laki didepannya dengan senyum


Tiger melogo sembari menatap Kiandra terluka.


"Lo ngak per...-"


Kiandra langsung memotong ucapan Tiger, "kasian karna hati gue yang suka dan berharap terus jadi pacar lo. Hehehe. " diakhir kalimat gadis itu terkekeh.


Tiger cengang dengan perkataan gadis itu, ia pikir tadi gadis itu serius dengan perkataannya ternyata hanya ...-


"Iya gue tadi serius! " Tiger menatap Kiandra horor, bingung sendiri dengan gadis didepannya itu.


"Serius suka sama lo." Lanjut Kiandra kembali.


Kia terkekeh melihat ekspresi konyol Tiger, yang benar benar menggemaskan.


Tiger mengubah raud wajahnya menjadi kesal,  "Ck, lo hampir buat gue mati muda.c" Ketus pria itu.


Kia kembali terkekeh, "hehehe, lucunya pacarku. " gemasnya.


"Emang pacar siapa? " Tanya Tiger membuat Kiandra berhenti tertawa.


"Lo lah." Kiandra menatap tiger horor.


"Tapi gue udah punya pacar." Kiandra melotot.


"Namanya Ana."  Kiandra mengalihkan pandangannya dari Tiger, tak menyangka jika pria itu mempermainkan dirinya.


"Lengkapnya kiandrana, yang sering dipanggil kiandra, kia dan ndra panggilan dari sahabatnya. " lanjut Tiger dengan terkekeh geli.


Kiandra langsung menoleh padanya dan memukuli bahu laki laki itu, kesal pada Tiger. Padahal tadi ia hampir menangis karna mengira dirinya telah menjadi selingkuhan laki laki  itu.


Tiger menangkap tangan kia yang memukulinya, "hehehee, gue juga bisa kali Na ngerjain lo. "


"Ouh, balas dendam nih." Kiandra bersedekap, namun matanya melotot menyadari panggilannya dari Tiger, "lo tadi manggil gue apa? "


"Na, singatan dari Ana."tiger menggenggam tangan kia lalu mengajaknya berjalan bersama.


Kiandra mendengus, "Ana udah singkat masih di singkat singkat."


Tiger kembali terkekeh lalu merangkul gadis itu, "yang penting kan sayang gue ke lo tak sesingkat waktu satu tahun dan tak sesingkat nama lo juga, hahahah. " Tiger tertawa terbahak bahak.


Kiandra yang tadinya hampir baper berubah menjadi kesal, "yaudah cari aja pacar lo yang baru, yang namanya panjaannggg. " kesalnya dengan melepas rangkukan Tiger.


Tiger berhenti tertawa, ia menatap Kiandra geli, "kok lo lagi marah makin tambah cantik yah."


Kiandra tersenyum malu malu sembari memukul lengan Tiger pelan.


"Ciee...ada yang salting. " goda Tiger membuat Kiandra tersenyum malu dan kembali Tiger terkekeh gelik.


.....................

__ADS_1


jan lupa comen, like dan vote yahh😁😂


__ADS_2