Couple Soulmate

Couple Soulmate
47


__ADS_3

Author pov


      Hana dan Syakila kini tengah menelusuri koridor kampus sambil menikmati kripik singkong di tangan mereka masing masing. Mereka berjalan dengan mengoceh tak jelas karna mengunyah tak memperdulikan para mahasiswa yang memandang mereka ngeri ngeri sedap.


"Apa mata lo!! " galak Hana pada salah satu mahasiswa yang menatap kearah mereka.


Mahasiswa yang ditatap garang oleh Hana itu menggelengkan kepalanya lalu melenggang pergi.


"Cemen!!!" Hana mengusap hidungnya sekali dengan jari jempolnya.


"Anjirrr!!! " umpat gadis itu kemudian saat kripik ditangannya jatuh karna bahunya di tabrak oleh seseorang.


Hana memutar badannya 180 derajat agar bisa melihat siapa orang yang brani menabraknya, "woii!! Kalo jalan liat liat dong. "


Gadis yang menabrak hana itu berhenti dan berputar menghadap Hana, "oh, haii!! " gadis itu tersenyum sinis.


Hana menggeram tak suka, jelas ia kenal betul siapa gadis yang menabraknya ini. Afni slowly, gadis yang pernah mengisi hati Bowo dan menjadi alasan ia dan Bowo mengakhiri kepura puraan mereka.


"Mau apa lo? " Hana berkata dengan nada tak suka. Ia bersedekap sambil menatap Afni dengan angkuh.


"Cih, cewek murahan! " sarkastik Afni, lalu gadis itu beranjak dari sana yang diikuti oleh dua temannya.


Hana mengepal tangannya kuat kuat saat dirasa emosinya semakin naik, ia menatap tajam pada punggung Afni berharap tatapannya dapat mencincang gadis itu.


"Oiii!! "  Seketika Hana menoleh pada Syakila yang sedang bersandar di dinding sambil memeluk keripiknya.


"Lo tadi ngapain, Han? " Tanya gadis itu polos membuat Hana melogo. Dalam hati Hana ingin sekali mencabik cabik wajah sok polos yang Syakila perlihatkan.


"Berak!! " Jawab Hana asalan dengan kesal.


Syakila mengeryit, lalu gadis itu mengelus dagunya dan menatap Hana menilai.


"Iya juga sik. Kalo ketemu ama saingan itu kayak mau berak. Sakit, menyiksa, dan tak tertahan tapi legah setelah emasnya keluar, " Syakila menatap Hana dengan senyum jahilnya.


"Umm, prasaan lo kayak emas udah keluar gak, legah ngak atau masih menahan sesuatu? " Syakila menaik turunkan alisnya.


Hana mendengus, sepertinya kegilaan temannya ini lagi mode on, "bacot, ****!! "


"Waduhh!! Pertanda nih kalo emasnya masih ada yang tertahan."


"Diam, Sya!!!"


"Sepertinya lo perlu beli obat pelancar emas keluar. "


"Syaki!!!"

__ADS_1


"Eh, mantan lo lewat tuh, Han."


Spontan Hana menoleh pada arah yang Syakila tunjuk dan tak lama terdengar suara tawa dari gadis manis bersurai hitam itu.


"Hahahaaa.."


Hana menggeram kesal melihat Syakila, "lo bohongin gue yahh!!" Pekik gadis itu.


Syakila menghentikan tawanya, lalu menatap Hana gelik, "ngak juga, tadi emang mantan lo lewat. Lebih tepatnya mantan gebetan lo, Dimas."


Pletak!!


Kesal, Hana langsung membogem Syakila membuat gadis itu mengadu kesakitan.


.......................


    "Yaelah, lo pada lama amat sik!! " gerutu Kiandra menatap Hana dan Syakila yang baru datang.


Hana dan syakila melayangkan cengirannya, "sori cinta!! " ujah Hana.


Kiandra mendengus, "cinta pala lo! "


"Jangan ribut, ih. "


Hana dan Kiandra saling melempar pandangan kemudian menatap Lily, "iya Lily yang cantik. " Lily hanya tersenyum.


Kiandra menganggukan kepalanya dan kembali merampas keripik singkongnya, "hu'um. "


"Soal baju Lily udah pesan, katanya nanti malam bakalan diantar langsung. "


"Sippp!! "


"Kado kita yang siapin siapa? "


"Gue sama Tiger. Gue nyiapin kado dari kita, trus Tiger nyiapin kado dari nya dan Nathan. "


"Trus kita brangkat sendiri sendirian atau bareng ama Kak Tiger dan Kak Nathan? "


"Usulan dari Tiger sik barengan, katanya kita kumpul di sini ajah. "


"Jam? "


"Jam delapan kita harus udah berangkat, biar ngak telat. Soalnya acara dimulai jam sepuluh. "


"Rebes!! " Hana mengacungkan dua jari jempolnya mantap.

__ADS_1


"Resbe! " syakila berujar semangat.


Sedangkan Kiandra dan Lily hanya menggelengkan kepala melihat betapa konyolnya kedua makhuk cantik yang membalik balikan kata itu.


Tiger kembali menatap jam ditangannya, pasalnya sudah jam delapan lewat lima namun para gadis itu belum kunjung keluar.


"Guys, masih lama ngak sikk?! " ujarnya dari luar dengan kencang yang sudah entah keberapa kalinya, bahkan para gadis itu tak membukakan pintu untuknya dan Nathan. Meraka hanya berdiri diteras kontrakan.


Ceklek!


Pintu terbuka, memperlihatkan Kiandra yang kebetulan pertama keluar. Tiger yang berdecak kesal melihat pergelangan tangannya kemudian menoleh, mendapati sesosok gadis yang sudah ia pacari selama seminggu. Tiger tertenguh melihat penampilan Kiandra yang bagitu cantik.


"Ayo!! " ujar Hana yang baru keluar bersama Lily dan Syakila yang berwajah cemberut.


Tiger mengalihkan tatapannya dari Kiandra lalu menatap satu persatu para gadis itu, sungguh para sahabat nya itu benar benar cantik dan imut bahkan wajah cemberut Syakila tidak mengurangi kecanantikannya malahan gadis itu terlihat begitu menggemaskan dan imut. Namun entah mengapa Kiandra nya lah yang begitu memikat dimata Tiger.


Soal baju yang para gadis itu kenakan, mereka mengenakan baju brokat berwarna putih gading dengan aksen berlian di sekitar pinggangnya dan dipadukan dengan rok sepan dengan panjang semata kaki yang memiliki belahan sampai lutut. Dan mereka mengenakan heel's hitam, kecuali syakila yang memilih memakai sendal jepit bermerek swallo.


"Syakila! " Syakila menoleh pada Nathan, " kamu cantik." lanjut Nathan dengan senyum tipis di bibirnya.


Syakila yang cemberut menjadi melogo, "cantik dari mana coba!! " ujarnya dengan nada merajuk. Ia memang sedari tadi sedang dalam mood yang buruk, karna ia tak menyukai seragam pesta yang mereka kenakan.


"Kamu begitu cantik, sangat. " tambah Natham membuat Syakila mengedip edipkan matanya dengan menatap Nathan. Aihh, benarkah ia cantik??


Lily menatap Nathan dengan senyum kecutnya. Terlihat Nathan dengan baju batik coklat tuanya begitu serasi dengan Syakila. Mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih yang  romantis.


"Ayo!" Nathan menggandeng tangan Syakila tak peduli dengan raut wajah Syakila yang merasa tak enak dengan Lily.


Sedangkan Lily hanya bisa tersenyum kecut seraya menahan gemuruh dihatinya.


Mereka segera berangkat dengan menggunakan mobil Nathan.


"Kiandra pacar ku, hari ini kamu bagaikan bidadari. Sungguh kamu sangat cantik, jelita membahana. " Tiger berujar seraya menatap Kiandra yang sudah tersipu.


"Acieee!! " Sorak Hana dan Syakila. Sedangkan Lily hanya diam tidak mood untuk bercanda.


Kiandra memukul lengan Tiger pelan karna salah tingkah, "ihhh!! "


Hana yang melihat tingkah Kiandra tertawa, "wah wah wahh, Kiandra malu malu meong."


Syakila menatap Kiandra dan benar gadis itu sedang merasa malu malu, terlihat dari rona merah di pipinya, "hahahaaa, pipinya sampe merah cuiii!9 "


Kiandra melotot, dan spontan menutupi wajahnya yang mengundan gelak tawa Syakila, Hana dan Tiger.


...............

__ADS_1


.............


jan lupa vote, like dan comen yahh.


__ADS_2