
Author pov
Sekarang Lily, Syakila dan Kiandra sedang bercanda tawa. Mereka sudah pulang dari cafe dan mereka memutuskan untuk berjalan kaki menuju kontrakan mereka karna jaraknya memang tidak jauh.
Hana sudah terlebih dahulu pulang, katanya Hana akan bertemu dengan kekasihnya Bowo.
Mereka tidak memasalahkan hal itu, selagi Bowo tak melukai Hana maka Bowo akan aman dari amukan Syakila, Kiandra, Mira dan Lily.
Dilain tempat Hana tersenyum saat melihat kekasihnya yang tengah melambaikan tangan padanya di sebuah taman, tempat mereka janjian.
"Sudah lama nunggu yah? " Hana berkata lembut kemudian tersenyum ramah pada Bowo.
Bowo menatap Hana sekilas lalu tetawa garing, "kamu telat! Pasti habis ketemuan dulu sama sahabat kamu, iya kan?! "
Hana menautkan alisnya bingung namun jua ia menganggukkan kepalanya.
"Aku bosan, Han. " Bowo menatap Hana untuk memastikan bagaimana ekspresi wanita itu.
Hana mencolos, namun ia berusaha untuk positif thingking, "bosan? "
"Yah, aku bosan pacaran sama kamu. " Bowo berkata santai.
Perkataan Bowo tersebut sukses membuat Hana kaget, "bosan sama aku atau kamu ada yang lain?! " Hana bersedekap kemudian memalingkan wajahnya agar tak bersitatap dengan Bowo.
Bowo tertawa meremehkan, "dua duanya. " ucapnya santai, "Sayang!! " panggilnya dan tak lama seorang perempuan yang tak kalah cantik dari Hana datang menghampiri mereka. Setelah dekat dengan mereka, gadis itu langsung memeluk lengan Bowo kemudian mencium pipi pria itu.
"Pacar baru aku. Dan sekarang aku mau kita putus. Aku bosan sama kamu yang selalu sok sibuk, selaku bersama sahabat sahabat kamu yang **** itu. Dan satu hal yang kamu tahu, selama ini aku ngak perna suka dengan sahabat kamu karna mereka semua sangat memuakkan. Humm, masalah kita cuma sahabat kamu. Jadi jika kamu masih mau disisiku kamu cukup tinggalkan sahabat kamu itu. Mudah kan?! " setelah mengatakan itu Bowo melayangkan senyum liciknya dan tanpa rasa malu ia mencium bibir kekasihnya tersebut didepan umum dan tentunya didepan Hana.
Hana membelalak, dalam hati ia benar benar tidak terima dengan bowo yang memperlakukannya seperti ini. Dan satu hal yang membuatnya lebih tak terima, saat Bowo mengatai sahabatnya.
Oke, juka dirinya yang di injak mungkin emosinya masih bisa ia kontrol. Tapi jika sudah menyangkut sahabatnya, meski itu masalah sepeleh maka jangan salahkan jika ia berubah jadi tempramental.
"Oke, kita putus. Makasih sudah menunjukkan kebrengsekanmu dan untuk hinaan kamu terhadap sahabat aku, seumur hidup akan aku ingat. Dan mulai saat ini kamu adalah orang yang akan sering aku doakan agar cepat mati. "
Hana dengan cepat melangkah kan kakinya kemudian mengambil batu berukuran sedang lalu ia kembali berjalan ke arah Bowo dengan kesetanan.
"Mati saja kau anjing!! " teriaknya kesetanan dengan sedikit berlari untuk menghampiri Bowo dan kekasih sialnya tersebut.
Bowo yang melihat Hana dengan raud yang mengerikan serta tangan yang menggenggam batu yang ia tebak akan gadis itu lempar ke arahnya, mendadak takut dan langsung berlari meninggalkan kelasih barunya yang juga ketakutan.
Hana melempar batu ditangannya dengan asalan, kemudian menatap wajah gadis yang menjadi kekasih baru Bowo tersebut dengan tajam.
"Jadi cewek jangan murahan. Cewek itu berlian mahal bukan barang rongsokan. " sarkastiknya lalu meninggalkan gadis itu.
.............
Hana menyekat air matanya yang kembali jatuh, ia sangat tak menyangka jika pria yang selama ini ia puja dan selalu ia banggakan didepan sahabatnya ternyata seorang lelaki brengsek yang memiliki hati busuk.
Hana benar benar sakit hati dengan perbuatan pria itu. Hana tak percaya jika ia jatuh pada pria yang salah.
Ia sunggu menyesal pernah bertemu dan mengenal pria itu. Sekarang ia benar benar berharap malaikat maut datang menjemput mantan brengseknya.
"Argggg aaaaa....hahhh. Hick .. kenapa sekalinya pacaran, kenapa sekalinya jatu cinta harus pada pria seperti dia. Kenapa?!! " Hana meraung, ia memukul dadanya yang sesak.
__ADS_1
Gadis itu kemudian berhenti dibawah lampu jalanan, ia duduk disana sambil menangis menjadi jadi.
"Si brengsek itu!! Tak kan kubuarkan dia tenang. Lihat saja suatu saat aku akan membukam mulutnya dan menyesal karna pernah mempermainkanku. Lihat saja kau brengsek!! " Hana kembali menghapus air matanya, tatapannya menajam saat ada dendam yang menyelinap masuk ke dalam hatinya.
Namun tak lama ia kembali menangis sejadi jadinya, dendam tak akan membuatnya damai. Hana sekarang hanya butuh pelukan sahabatnya, yah hanya sahabatnya. Tapi sekarang Hana bahkan tak tahu ia berada.
Hana menatap sekelilingnya melihat beberapa orang yang menataonya dan ada juga yang terus terang meperhatikannya. Hana hanya diam, membiarkan orang menilainya sesuka hati mereka.
Satu jam berlalu, namun gadis itu enggan beranjak dari sana. Ia hanya menangis sesenggukan, tak peduli jika matanya sudah nyeri karna membengkak.
Hana mendongak saat melihat ada mobil yang berhenti didepannya.
"Apa yang kau lakukan disini?! Menggelandang?! "
Hana kembali meletakkan wajahnya di atas tekukan kakinya. Ia tidak tertarik dan berminat untuk menjawab pria didepannya.
"Gadis ini. " guman Atif kesal, padahal ia rasa ia sudah bertanya baik baik tapi gadis ini malah mengabaikannya.
"Kau kenapa?! " kesal Atif dengan menyentak tangan Hana, membuat gadis itu seketika berdiri.
Hana tiba tiba langsung menangis kencang dan memeluk Atif, "bapak!! Huaaaa....hick..,, "
Atif melihat sekelilingnya mendapati orang orang yang ada disekitar mereka menatap mereka dengan raud yang berbeda beda. Dan hal itu membuat Atif tak enak.
Atif berusaha melepas pelukan Hana, ia tanpa sengaja menyentak Hana.
"Katakan, sedang apa kau disini dan kau kenapa? " Atif menatap wajah kacau Hana dengan intens.
Atif berdecak dalam hati, menurutnya anak jaman sekarang memang sangat lebay dan berlebihan. Masalah pacaran saja kenapa harus segila ini, lalu bagaimana dengan masalah rumah tangga mereka kelak. Masalah sepele begini saja sudah membuat mereka prustasi dan kehilangan akal, apalagi kalau masalah besar saat berbahtera rumahtangga.
"Dasar lebay!! " sarkastik Atif dan hal itu membuat Hana semakin terisak.
"Ayo! Aku akan mengantarmu pulang. " Atif meraih pergelangan tangan Hana, namun dengan cepat ditepis oleh Hana.
"Ngak, aku mau disini. Bapak pergi saja, gak usah sok peduli. " ketus Hana.
Nah itu dia, Atif juga tidak ingin peduli. Tapi entah kenapa ia malas peduli, ah mungkin saja karna gadis ini kekasih keponakannya.
"Ck, jangan keras kepala! " Atif kembali meraih tangan Hana. Namun karna mendapat penolakan dari gadis itu lagi, Atif kesal dan membuat ia memaksa gadis itu masuk dengan mendorong Hana masuk.
Bugh'
.......
Syakila mendorong bahu Kiandra, kesal karna gadis itu mengolok olojnya dengan Rafka yang akhir akhir ini dekat dengannya. Entahlah, Syakila juga bingung kenapa Rafka bisa dekat dengannya.
"Cieee.. Syaki salting. " goda Lily.
Syakila hanya mendengus dan memilih tak menanggapi Kiandra dan Lily. Yang benar saja ia suka dengan Rafka?!
Kiandra menatap jahil Syakila kemudian menatap Lily, "eh Li, ngak boleh gitu. Syaki ngak mungkin suka sama pria lain, termasuk Rafka. Kan Syaki cuma milik Pak Rafae..-"
Syakila langsung melototkan matanya, membuat Kiandra menghentikan kalimatnya dan memilih cengengesan. Enak sajah Syaki dibilang milik pria itu, Syakila mana terima. Apalagi pria kejam itu sudah meninggalkannya tanpa pamitan.
__ADS_1
'Emangnya aku siapa dia yang mengharuskan dia pamitan ke aku. Aihh, akgohh bukan siapa siapa dia. Sya, ingat kamu bukan siapa siapa dia!! ' batin gadis manis bersurai hitam itu dengan meyakinkan hatinya jika ia dan Rafael tak memiliki ikatan apapun.
"Itu bukannya Hana?! " guman Lily saat melihat seorang gadis yang dipaksa masuk kedalam mobil oleh seorang pria.
Kiandra dan Syakila langsung mendongak. Benar saja, itu Hana sahabat mereka. Meski wajah gadis itu tak tampak, namun mereka tahu pasti jika itu hana. Dari postur tubuh dan juga baju yang gadis itu kenakan, jika itu adalah Hana.
Seketika Syakila, Kiandra dan Lily langsung berlari untuk menghampiri sahabat mereka. Sekerang mereka sangat panik, pasalnya Hana terlihat akan diculik atau dimacam macami oleh pria itu.
Dan saat sampai disana, tanpa pikir panjang lagi Syakila langsung melayangkan tinjunya pada pria yang memaksa sahabtanya itu. Dan pria yang tidak siap menerima tinju dari Syakila itu harus merasakan sakit dan lebam di pipi nya.
Kiandra langsung menarik Hana dari dalam mobil, "Hana, kau tak apa apa? "
Hana yang terkejut karna tiba tiba sahabatnya ada disini dan parahnya Syakila memukul kuat pipih Atif hanya menggeleng kaku dengan mata yang masih membelalak.
Atif yang sempat tertoleh karna bogeman Syakila menoleh dengan mimik dongkol, "apa apaan ini?! " ketus nya dengan menatap Syakila tak terima.
Syakila langsung membola, ia sungguh kaget. Ia tadi memang asal memberi pukul, karna dalam kepalanya yang terpenting itu hanya sahabatnya. Dan ia tak menyangka jika pria yang memaksa Hana dan ia pukul adalah Atif.
"Astaga, Pak Atif!! Ma..maaf, aku ngak sengaja. Maaf Pak!! " Syakila beberapa kali membungkukkan badannya untuk meminta maaf.
Atif hanya mendengus, tapi ia menganggukkan kepalanya. Ia memaklumi Syakila yang memukulnya, ia yakin jika gadis itu panikan dan karna sangking paniknya otaknya buntu dan memilih memukul Atif untuk menyelamatkan Hana.
"Itu di pak! "
"Pria itu memaksa siwanita. "
"Mereka ingin berbuat mesum. "
"Ya Pak. Pria itu telah memacam macami wanita itu. "
Dan tiba tiba warga sudah mengeruni mereka.
"I..ini a..ada apa yahh?! " tanya Kiandra entah pada siapa. Yang jelas sekarang ia sangat bingung bercampur cemas.
.............
Dan mereka semua malah berakhir di masjid, untuk menikahkan Atif dan Hana yang warga kira sedang berbuat tak senonoh dalam mobil.
"Pak, hp bapak mana?! Aku akan menghubungi keluarga bapak. Moga saja keluarga bapak bisa menghentikan pernikahan Hana dan bapak. " ucap Syakila yang duduk disamping Atif.
Atif menghela nafas lalu merogog sakunya dan memberikan ponselnya oada gadis itu. Atif sangat tak menyangka jika niatnya untuk mengantarkan Hana pulang akan berakhir tragis seperti ini. Sebenarnya tadi ia memaksa Hana untuk segara masuk kedalam mobilnya karna ia sudah melihat gelagat orang disekitarnya yang sudah berpikiran buruk padanya. Dan ditambah Syakila yang memukulnya membuat warga yang ada disana semakin menganggapnya buruk. Ck, ia harus menganggap hari ini sial atau apa?! Ck, Atif bemar benar bingung.
Syakila dan Lily langsung keluar mesjid untuk menghubungi keluarga Atif, sedangkan Kiandra ada didalam untuk menemani Hana.
Sebenarnya tadi Syakila, Kiandra, Lily bahkan yang tersangka sudah menjelaskan kejadiannya sesuai fakta. Bahkan Hana dengan menghiraukan malu menceritakan jika ia ada disana karna baru putus dengan kekasihnya bukan karna janjian dengan Atif.
Tapi sialnya para warga tak percaya dan malah menuduh Syakila, Lily, dan Kiandra sudah disogog oleh Atif. Sedangkan Hana sudah diancam sendiri oleh Atif.
Sudah sekuat tenaga dan pikiran mereka menghentikan niatan warga untuk menikahkan Hana dan Atif. Tapi warga yang keras kepala dan menganggap mereka sudah dikendalikan oleh Atif tetap bersikukuh untuk menikahkan keduanya. Ck, seharusnya Syakila dan yang lainnya memaklumi saja jika kelakuan warga yang terlihat serius menikahkan Hana dan Atif, nama kampung mereka saja kampung nikah. Haiss, ada ada sajah.
jan lupa like, komen dan vote yahhh.
detik detik end inih, wkwkwkwk😁😁😁
__ADS_1