Couple Soulmate

Couple Soulmate
12


__ADS_3

Tiba tiba dan entah kenapa ,pikiran buruk menghampiri otak Mira." Te..terus?? " tanyanya dengan ragu.


"Kalian mau kami jodohkan."Aidaan berkata santai,mengabaikan ekspresi kaget sang putri.


'Gilak!!,dijodohi dosen ganteng.Kapan lagi woi..,aikkkk gila ini,benar benar gilak banget.Gue harus senang apa gimana yah.Ato pura pura nolak kalik yah kayak yang di novel novel itu.Ah,masak sih harus gituan ,kalo nolak kan sayang.Aduh..pusing banget gueh' batin Mira,lalu ia menggelengkan kepalanya tersadar dengan pikiran konyolnya.


"Kenapa,Mir."Mira menghentikan aksi konyolnya.Ia menatap sahabatnya yang juga tengah memandangnya heran dan berahli pada orangtuanya dan orang tua Marcus, juga tengah menatapnya heran.


"Kamu mau nolak?" Suara Arum terdengar parau.Arum memang sudah yakin Mira akan menolak putranya yang sudah tua menurutnya itu.Apalagi mira masih sangat muda,masih 19 tahun sedangkan anaknya sudah 26 tahun.Perbedaan usia yang lumayan jauh.Kini harapannya pupus untuk mendapatkan menantu yang sudah sangat diimpikannya sejak lama.


Marcus menatap Mira dengan pandangan sulit diartikan.Marcus merasa sedikit terluka mengetahui Mira menolaknya.Jujur,memang ia tidak ada perasaan khusus pada gadis itu tapi jujur juga ia sudah tertarik dengan Mira sejak gadis itu berusaha mendapatkan perhatiannya dikelas dan sejak gadis itu selalu salah tingka bila bertemu dan berdekatan dengannya.Marcus tidak geer atau pede operdosis ,tapi ia tahu Mira menyukainya maka dari itu ia mau menyetujui porjodohannya dengan Mira.


Kini suasana nya sudah berubah menjadi tengang.Syakila menggaruk pipinya yang tidak gatal,menyesal karna mau ikut dengan Mira dan Marcus.Jika Syakila tau ini bakalan urusan keluarga, sejak awal pasti ia sudah menolak.Dan sekarang ia terjebak dengan ketegangan yang tercifta oleh urusan perjodohan Mira.

__ADS_1


Syakila mendekatkan wajahnya ketelinga Mira,dan semua itu tidak luput dari penglihatan Marcus,"heh,begok.Lo beneran nolak pak Memar? " bisiknya sepelan mungkin tapi nyatanya masih bisa didengar oleh Marcus.Marcus juga tidak tau kenapa ia bisa mendengarnya,tapi mungkin karna suasana resto yang lumayan sepi.


"Siapa yang nolak sik.Orang tadi kaget doang."balas Mira berbisik.


"Yodah..jelasin dong ama para tante dan om.Tuh..lihat dah,semua pada sedih."


"Bingung,wak.Gue bilang apa cobak,ya..kali gue bilang mau trus tiba tiba dogan -..."


Syakila langsung memotong,"Dogan? Apaan tuh,makanan kah ,enak ngak tuh?."


Syakila tercengir,menatap sekitar lalu kembali berbisik,"trus..tadi sambung nya apa?,"


Mira melakukan hal yang sama dengan Syakila,menatap sekitarnya memastikan situasi agar tidak tertangkap basah,"Ya..kali gue setuju tapi dogan malah nolak,harga diri kalik!!"

__ADS_1


"Trus kalo lo nolak padahal pak Memar mau ,gimana dong.Rugi di elo dong."turur Syakila masih dalam mode berbisik.


"Iya,trus gimana?"tanpa sadar Mira meninggikan volume suaranya,membuat orang tua dan orang tua Marcus serta Marcus sendiri menatap mereka dengan mengeryit.


"Hehehee...para om dan tante yang kusayang,maaf mengganggu.Kita lagi rafat om dan tante.hehehe.."Syakila melayangkan cengirannya.Carmila hanya mengangguk dan tersenyum ramah.yah,walau terlihat ada guratan sedih di sana.


"Santai,jangan nge gas nyet."peringat Syakila,yang diangguki oleh Mira,"Oke ,lo bicara ajah ama para tante dan om.Kayak tadi ,lo ikuti ajah intruksi berupa bisikan dari gue yang comel dan baik hati ini."


Mira mendengus tapi tetap juga mengaggukkan kepalanya.Syakila mulai membisikkan sesuati,"Umm..tante Arum.Mira ngak niat nolak kok.Cuma yah,Mira hanya ingin ngehargai pak Mema eh maksudnya Pak Marcus.Bagaimanapun pak Marcus lebih tu..tua dari Mira,jadi tante tanya pendapat pak Marcus dulu."


Bagai hujan di musim panas ,Hati para orang tua sejuk seketika mendengar penuturan dari Mira.Dan dengam semangat Arum langsung menanyakan perihal perjodohan itu pada putra semata wayangnya walau ia sudah tahu bahwa putranya dengan lapang dada menerima perjodohan ini.


"Mama sudah tau keputusan saya."tutur Marcus,Arom tersenyum,"Mira ingin kau mengatakannya secara langsung,iya kan Mir."Mira mengangguk kaku.

__ADS_1


Marcus menatap Mira ,lalu mahluk halus disampingnga.Entah Marcus harus bersykur Syakila disini atau tidak ,karna gadis itu menyelamatkannya dari penolakan Mira sekaligus menjebaknya.


jangan lupa like nya yah para readers yang cantik dan tuampan.😊


__ADS_2