Couple Soulmate

Couple Soulmate
24


__ADS_3

      "Eh,nanti pulang ngampus kita ke mall,yuk!." Hana menatap Kiandra mengeryit,tidak biasanya gadis itu mengajak ke mall.Biasanya gadis itu malas berurusan dengan yang namanya mall.


"Paan?,"Mira melirik dosen didepan ,lalu menatap Kiandra mengeryit.


"Ya... beli baju lah.Buat acara tunangan lo."Kiandra berkata dengan melirik Mira dari ekor matanya.


"Aku setuju."Lily berujar,gadis itu menatap binar pada Mira dan Kiandra.


"Iya in ajah.Takut nanti kalo di tolak lo malah nangis."Seketika Hana mendapat bogeman mentah di kepalanya,ulah dari Kiandra yang tak terima dengan ucapannya.


Hana mendengus,lalu mengusap kepalanya yang nyut-nyutan akibat bogeman Kiandra.Hana melirik pada Mira yang terkekeh membuat ia semakin keki saja.


"Umm..Syaki mana ,yah?"Lily menyapukan pandangannya pada penjuru kelas,mencari keberadaan Syakila.Namun nihil,gadis bersurai hitam itu tidak ada.


"Tadi dia sik izin ama buk Nita.Katanya mau ngumpul tugas ama pak Marcus."jelas Hana tanpa menatap lawan bicaranya,karna gadis itu sudah sibuk dengan novel nya.


"Tugas?"Mira mengeryit.


"Iya,saaayang.Tugas matkul nya si calon cuami mu," Mira yang mendengarnya hanya mendengus.Hana hanya terkekeh, begitu pula dengan Lily dan Kiandra.


.........*........


    Syakila berjalan melewati koridor,sesekali ia tersenyum pada mahasiswi yang menyapanya.Sekarang ia tengah memegang beberapa tumpuk makalah,tugas dari sang dosen killer.Memang bukan tugasnya untuk mengumpul dan mengantarkan makalah ini, tapi karna Komisaris mereka yang meminta dengan alasan tidak berani sebab Marcus tengah sibuk dengan tamunya.Jadi bisa di simpulkan bahwa sekarang ia sedang ditumbalkan oleh teman temannya.


Syakila berhenti tepat didepan pintu yang ada nama sang dosen killer di tengah tengah pintu.Syakila ingin mengetuk, tapi diurungkannya karna kedua tangannnya tengah memegang tumpukan makalah yang lumayan banyak.Alhasil Syakila masuk begitu saja.


.........


" Tumben,kau mau menemuiku di sini.Biasanya kau paling malas bertemu denganku jika masih di daerah kampus." Marcus menatap sahabat lamanya dengan mengerutkan keningnya.Rafael menumpuhkan kaki kirinya diatas kaki kanannya,ia duduk seolah memperlihatkan kekuasannya,"aku ingin bertemu dengannya."Rafael berkata datar sama dengan wajah yang ia tampilkan.


"Dengannya?"Marcus semakin mengerutkan keningnya.Rafael hanya mengacungkan bahunya.


"Siapa?,apa ada yang menarik perhatianmu disini?"Marcus menyipitkan mata menatap sahabatnya itu.


Rafael berkata santai,"yah,bahkan ia sudah mencuri hati ku."


Marcus menatap Rafael tidak percaya, kemudian ia terkekeh geli,"kau sepertinya sedang jatuh cinta."ia menatap gelik pada sahabatnya itu,yang lagi lagi di abaikan oleh Rafael.


Marcus menghentikan kekehannya,"apa ia salah satu mahasiswa disini?"


"Bukan urusanmu."Ucap Rafael datar.Markus berdecak,padahal ia sudah sangat penasaran.


Brak!!!


Marcus mendongak, menatap nanar pada pintunya yang menjadi korban kekerasan mahasiswi menyebalkan,Syakila.Sedangkan gadis itu tengah berdiri  dengan membopong tumpukan makalah sambil tersenyum lebar.Marcus menghela napas ,lalu ia berdecak menatap sebal pada mahasiswi yang  menjadi favoritnya dikelas.


Syakila berjalan memasuki ruangan itu,senyum lebarnya masih bertahan.Setelah ia sampai didepan sang dosen,ia meletakkan tugas para teman terlaknatnya di atas meja Marcus,"Saya datang kesini cuma buat ngantar tugas loh,pak.Bukan untuk ngambilin keripik kentang bapak.Jadi,santai aja kali pak.Oh ya pak,mukanya tolong di kondisikan,muka bapak kayak minta di tonjok ajah."


Marcus melotot mendengar Syakila,lalu ia berdecak,"Kamu menyebalkan sekalih."Syakila tersenyum lebar,membuat Marcus mendengus,"Lagian kenapa kamu yang kesini,seharusnya-..."


Syakila memotong perkataan Marcus,"Bilang aja kali bapak pengennya Mira yang datang."Marcus menatap dingin pada Syakila,"hehehe...pak,becanda.Tadi si koko yang nyuruh,katanya bapak ada tamu jadi si koko jadi segan gituh buat keruangan bapak.Dan seperti yang bapak liat ,saya yang jadi tumbal menemui bapak,saya jadi tidak masuk di matkul buk Nita..."Syakila mengubah raut wajahnya jadi sedih.


Marcus kembali mendengus,"Ck,gak usah sok sedih.Saya tau kamu senang karna tidak masuk."ia menatap Syakila datar.


Syakila tercengir,"Hehehe..tau ajah.Oh ya,tamu bapak mana? Cowok apa cewek? Kalo cowok,ganteng ngak? bisa diajak kondangan,nggak?,"


Marcus terkekeh kecil mendengar pertanyaan dari Syakila.Ah,Marcus hampir lupa pada Rafael yang saat ini tengah mengamati ia dan Syakila.Tanpa menjawab pertayaan gadis cerewet didepannya itu,ia menatap ke arah Rafael mengisaratkan gadis itu untuk mengikuti arah tatapannya.


Syakila mengikuti arahan Marcus,ia menoleh kebelakang tepat pada sofa Marcus didekat pintu.Syakila membulatkan matanya,menatap sosok yang duduk dengan berwibawah di depannya.Ia menegug salivanya kasar,tangannya bahkan berkeringat merasakan udara yang menurutnya kian memanas.Takut,itulah yang dominan gadis itu rasakan.


Ketakutannya bertambah,melihat Rafael yang menatapnya tajam dengan seringai di bibir pria itu.Syakila meremas tangannya saat pria itu berjalan mendekatinya,"Syakila,kau kenapa?" Syakila menoleh pada Marcus yang juga menatapnya dengan bingung,namun terlihat kawatir.


Bibir Syakila kaku,seakan diberi perekat.Ia hanya mengedip edipkan matanya ,tak tau entah kenapa ia tidak sanggup mengeluarkan suara,bahkan untuk menjawab Marcus.Syakila menegang ,saat hidungnya menangkap aroma maskulin yang begitu pekat.Saat memutar badannya, Syakila terjengkal kaget mendapati Rafael yang sudah berada tepat dibelakannya.Sangking kagetnya ,tanpa sengaja Syakila menyenggol tumpukan makalah yang ia antar tadi yang membuat tumpukan makalah itu jatuh berserak.

__ADS_1


Refleks Syakila jongkok untuk memunguti makalah itu.Dengan terburu buru ia membereskan dan meletakkan makalah itu keatas meja Marcus kembali.Marcus semakin bingung dibuat gadis itu,ia menatap gadis itu bertanya tanya lalu menatap sahabatnya yang tengah fokus menatap Syakila penuh arti.


"Syakila.Sekali lagi,ada apa denganmu? "Syakila diam,ia juga bingung dengannya dan juga tingkah kegugupan serta takut berlebihan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Entah kenapa, Marcus merasa curiga dengan dua insan didepannya itu.Ia kemudian menatap Syakila dan Rafael bergantian,"Kalian...ada hubungan."Marcus menyipitkan matanya menatap kedua insan dihadapannya.


"Humm.Dia..." Rafael menatap Syakila intens," milik ku!!."ia berkata serius,masih fokus menatap gadis yang sudah ia klaim jadi miliknya.


Marcus dan Syakila yang mendengarnya molotot,kemudian mereka saling pandang.Syakila dengan pandangan menyengkal sedangkan Marcus dengan pandangan menyelidiki.


"Jangang menatapnya seperti itu jika kau masih ingin melihat lagi!!" Peringat Rafael pada Marcus dengan nada dingin.Aura intimidasi yang pekat menguar, membuat Marcus meremang.


Marcus tidak habis pikir ,jika sahabatnya akan sengila ini saat jatuh cinta bahkan sampai mengklaim menjadi miliknya.Ia juga tidak menyangka jika gadis yang ditaksir oleh sahabatnya itu adalah Mahasiswi menyebalkannya.Marcus diam,memilih mengamati dua insan didepannya itu,dimana Rafael terlihat begitu tergila gila pada Syakila dan Syakila yang terlihat gemetar.


Marcus sekarang paham,bahwa Rafael memaksakan kehendaknya memiliki gadis itu sehingga gadis itu sedikit ketakutan.Tingkah aneh Syakila saat dikontrakan waktu itu kini sudah terjawab oleh Marcus,dan alasan gadis itu bertingkah aneh tidak lain adalah karna kehadiran sosok Rafael.


"Pe..permisi."Syakila undur diri, akhirnya ia berani mengeluarkan suara,walau dengan gemetar dan kepala tertunduk.Tak menunggu dipersilahkan,Syakila cepat cepat beranjak dari sana .


"Jadi..."Marcus menatap sahabatnya penasaran,tidak mungkin kan gadis itu takut tanpa alasan.


"Apa?"Rafael menghela nafas frustasi,ia tidak mengerti kenapa gadisnya selalu  ketakutan saat bertemu bahkan hanya bertatap muka saja dengannya.


"Kau apakan gadis itu,sehingga dia sangat ketakutan begitu saat bertemu dengan mu.Kau tidak macam macam kan?." Marcus menatap dingin pada Rafael,bagaimanapun juga ia sudah menganggap gadis yang berstatus mahasiswi menyebalkan itu sebagai adik nya.


"Tidak.Bahkan aku juga tidak tau kenapa ia ketakutan saat bertatap muka denganku,padahal waktu itu aku hanya ..." Marcus menyipitkan matanya,menunggu sambungan kalimat Rafael,"Hanya merasa tidak suka pada nya yang sedang merangkul seorang pria.Jadi aku hanya memberi sedikit pelajaran dengan memelintir tangannya yang sudah berani merangkul pria lain dan mengancam akan memotong tangannya jika sampai ia mengulangi kesalahannya itu."jelas Rafael,kemudian pria itu berjalan tanpa semangat ke arah sofa.


Marcus mologo terlalu kaget pada Rafael yang berbicara panjang lebar serta pada cerita Rafael yang terkesan horor .Sahabatnya bilang hanya?,jelas jelas pria itu berlebihan.Siapa juga yang tidak takut jika dipertemuan pertama tangannya diplintir dan diancam  dipenggal.Jelas saja Syakila takut.Sekarang Marcus juga tau penyebab lengan Syakila yang sakit beberapa hari yang laku,ternyata dalangnya adalah sahabatnya sendiri.


"Kau memang gila,Raf."komentar Marcus,Rafael hanya menatapnya datar,"Jelas dia takut,kesan pertemuan pertama kalian saja horor."


Rafael mendengus,"aku tidak butuh komentar darimu."katanya dingin.Marcus memilih diam,tau bahwa sahabatnya itu sedang bad mood.


...............


"Tumben nyuruh kesini?" Katanya setelah sampai di tempat para sahabatnya.


"Kita mau ke mall."Lily berkata dengan semangat.Syakila hanya mengangguk.


.............


"Ouh..astagaaaaa."Kiadra menjinjing tinggi sebuah dreass berwarna pink ditangannya,"lucunyaa..."lanjutnya.


Ia menatap dress itu berbinar,sesekali di bolak baliknya dan mencocokkan pada dirinya .


"Iyaa...ini lucu."Lily ikut berkomentar pada dress yang ditangan Kia.Ia tersenyum menatap dreass tersebut,menurutnya dreass itu manis dan..feminim.Sesuai dengan pribadinya dan seleranya.


"Kita ambil yang ini yah."Kia dan Lily menatap para sahabat mereka dengan puppy eyes.


Syakila mendengus menatap makhluk didepannya,lalu menatap dress ditangan Kia.Yang benar saja ia mau memakai dress yang terlalu feminim seperti itu,tapi mau bagaimana lagi ia sudah terlalu lelah untuk menjelajahi mall hanya untuk memilih baju yang akan mereka kenakan di acara tungangan sahabat nya,lebih tepatnya baju kondangan sik.


Lain dengan Syakila,Hana malah menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.Karna sejujurnya,ia juga tertarik pada drees yang menurutnya sangat imut dan lucu itu."Ok."ucapnya dengan senyum manis.


Kiandra menganggukan kepalanya,lalu memanggil penjaga toko," Kak,ini dressnya tolong dibungkus yah."Kiandra memberikan dress ditangannya,untuk dibungkus penjaga toko.


"Hanya ini saja,dek?."penjaga itu bertanya dengan ramah,tak lupa senyum manisnya.


"Eh bukan kak,kita ambil ke 4 nya kak.Yang warna pink semua yah kak."Kiandra mengambil dress pink yang sama dengan tadi lalu memberikannya pada penjaga itu.Syakila yang melihatnya melotot,yang benar saja ia akan memakai baju yang sama dengan para sahabatnya.Ya,setidaknya lain warna bisa kan.


"Duhh Ndra.Gue maunya warna hitam ajah,jangan yang pink bisa kan.Ya kali kita kondangan pake baju yang model dan warnanya sama,bisa bisa kita dikira anggota nasyit." Protes Syakila pada Kiandra.


Kiandra berdecak,ia menatap Syakila malas," eh...queen tidur,kita kan niatnya emang beli baju samaan buat acara si Mira.Jadi jangan rusuh and protes yahh, karna gue bakalan ngak peduli.Dan satu lagi ,ya kali ada anggota nasyit pake baju model beginian,seksi begini.Syakila yang pintar namun oon secara bersamaan dimana mana anggota nasyit itu pake baju tertutup plus hijab bukan model kayak gini yang mengekspos betis.Oke"cerocosnya yang hanya di angguki malas oleh Syakila.


Mira yang menyaksikan perdebatan kedua sahabatnya itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.Bersama sahabatnya memang selalu membuat ia merasa bahagia,dan ia berharap semoga saja meraka akan selalu seperti sekarang yang saling mendukung dan melengkapi walaupun suatu saat nya nanti mereka disibukkan oleh urusan rumah tangga masing masing.

__ADS_1


.........


     Sehabis belanja baju di mall,kini para gadis itu sedang berada di kontrakan mereka,di ruang tengah.Mira menatap Syakila penasaran,teringat pada kelakuan Syakila akhir akhir ini.


"Sya."panggilnya.Syakila hanya menoleh sebentar ,lalu kembali fokus dengan hpnya.


Sebenarnya ,ia tidak benar benar fokus.Karna sekarang gadis itu sedang berkecambuk dalam pikirinnya,merasa bingung pada peristiwa yang akhir akhir ini menimpanya.Bagaimana bisa ia yang notabe nya si pemberontak bisa merasa takut dan tak berkutik hanya dengan tatapan mata saja.Dan mengapa juga pria itu mengklaim dirinya sebagai milik pria itu padahal mereka tidak saling kenal.Jadi,tidak salah kan jika Syakila mencap pria itu gila dan psychopat.Ya,itu cocok menurut syakila dengan pribadi pria itu yang mengerikan dan mencekam.


"Woi..Sya.Sadar!!"Kali ini Mira sedikit berteriak,karna sudah ke 4 kalinya ia memanggil gadis bersurai hitam pekat itu.Sepertinya sahabatnya itu melamun.


Syakila tergelonjak kaget.Ia kemudian menatap Mira bertanya tanya,lalu pada sahabat lainnya yang kini tengah menatap nya bingung.


"Syaki kenapa?" Lily menatap Syakila bingung.


"Ha?"Syakila juga bingung.Ia kenapa,tidak mengerti dengan keadaan dan dirinya juga.


Hana berdecak,"Ck, lo kenapa sik? Akhir-akhir ini kita lihat, lo kayak mikirin sesuatu gitu."


Syakila pias,ia mengedip edipkan matanya lalu pura pura fokus pada gamenya,"prasaan lo aja kali,Han."


Hana menghela napas lelah, tak menyangka temannya akan berbohong padanya.Ia menatap Mira,Kia dan Lily bergantian,"lo ngak pande bohong,Sya.Jujur ajah,ceritain ke kita apa yang lo rasain."


Tak ada reaksi dari gadis itu selain memokuskan dirinya pada game.Mira yang jengah melihat ke pura puraan sahabatnya itu,merampas ponsel gadis bersurai hitam itu ,membuat si pemilik ponsel menatapnya sedikit meringis.


Mira melotot garang,"Kita mau lo ceritain apa yang membuat lo jadi aneh.Jika lo ngak mau cerita ke kita,maka lo emang udah ngak nganggap kita sahabat lo." Mira bersedekap,menatap Syakila dengan pandangan yang menusuk.


Syakila diam, perkataan Mira barusan membuat hatinya tertohok.Ia menyayangi sahabatnya dan mencintainya,tidak ada di benaknya untuk melupakan para sahabatnya,sungguh.Ia hanya tidak punya alasan untuk mencerikan masalahnya itu pada sahanatnya.


Syakila menatap sahabatnya bergantian yang kini memasang wajah cuek padanya.Syakila menghela nafas pasrah,"bukan masalah serius kok, hanya saja sedikit mengganggu kinerja otak gue."


" Bukan masalah serius katamu? Lo gilak tau ngak, lo udah kayak manusia linglung tapi lo bilang masih bukan masalah serius." marah Hana.


Syakila menatap Hana malas,"iya mbak cerewet,ini bukan masalah sepele.Lo menang,yehh..dapat kulkas."Syakila bertepuk tangan sembari menatap Hana malas.


Ia akui gadis bersurai coklat terang itu perhatian padanya,hanya saja ia juga bingung,sangat bingung dengan apa yang menimpanya.Untuk menjelaskannya saja sulit untuknya.


"Ih..Syaki.Serius dong!" Lily berujar dengan menatap sahabatnya itu sedikit kesal.


"Hmmm,gue cerita.Jadi, pas waktu gue dapat dare dari kalian sebenarnya gue juga dapat masalah dari tuhan dengan mempertemukan gue ama pria yang gila juga nyeremin.Tangan gue di plintir kuat dan gue dimara marahin hanya karna gue ngerangkul cowok, anjaay kan.Padahal kita ngak saling kenal, parahnya lagi tu pria aneh malah nge klaim gue jadi miliknya.Dikata gue barang apa."Syakila memasanga wajah masam kala mengingat wajah tampan tapi mengerikan pria itu,"yang paling ngak beruntungnya gue, tu pria gilak temannya pak Memar."Syakila mengakhiri ceritanya dengan bertopang dagu dan memasang wajah cemberut.


"Temannya pak Marchus?" Mira mengeryit bingung.


"Apa si king tampan yang datang ke kontrakan seminggu lalu ama pak mema eh pak Marchus?" Tambah Kiandra bertanya.


Syakila menegakkan posisi duduknya mengedipkan matanya lalu mengangguk lesuh."Anjayyy!!! gilak gue ngak percaya.Mana mungkin si King tampan mau ama queen tidur."Hana menatap Syakila gelik.


Syakila mendengus lalu memutar matanya malas,"bodo amat kalo lo ngak percaya,Han.Bodo amat!!"ucap Syakila sedikit berteriak ,lalu gadis itu memilih diam dengan raut wajah dongkol setengah mati.


'Dikira gue ngedongeng apa, bisa main ngarang cerita.'batin Syakila.


"Han!!."tegur Mira pada Hana agar berhenti mentertawakan Syakila."Gue percaya sama lo,Sya."Tambahnya membuat Syakila menoleh padanya.


"Aku juga percaya sama Syaki."


"Gue juga ,Sya."


"Yah..sebenarnya gue juga percaya,cuma gue mau ngegoda lo.Hehhe.."imbuh Hana tak lupa dengan cengiran.


Syalila menghela napas lelah,ia menatap para sahabtanya bergantian.Entah mengapa senyumnya mengembang melihat para sahabatnya yang juga tersenyum padanya.Setidaknya dengan begini,bebannya sedikit berkurang.


...........


  

__ADS_1


   


__ADS_2