Couple Soulmate

Couple Soulmate
51


__ADS_3

Author pov


  "Eh, baru pulang Li? " Syakila bertanya pada Lily, saat melihat gadis itu melewatinya.


Lily tidak menggubris pertanyaan dari Syakila, ia lebih memilih pergi kekamarnya dan mengurung diri dengan perasaan nya yang begitu kacau. Ia membaringkan tubuhnya di kasur, lalu kembali ia melihat poto nathan dan Syakila itu. Satu bulir air matanya jatuh begitu saja, kali ini ia membiarkannya jatuh dan tak berniat menhapusnya.


Kembali hati terasa sakit, perih dan sesak mengingat perkataan Widia tadi padanya. Benarkah Syakila menghianati persahabatan mereka? Ia sekarang ragu, ragu yang begitu kuat pada Syakila dan omongannya. Hatinya sakit menerima kenyataan bahwa Nathan mencintai Syakila namun bukan itu alasan air matanya turun. Alasannya hanya karna Syakila, sahabat yang selalu ia puja puja karna banyak hal, sahabat yang begitu peduli padanya dan melindunginya tapi nyatanya semua itu hanya bohong.


Bohong belakang Syakila agar Lily selalu mempercayainya. Jika Syakila juga menyukai Nathan apa susahnya untuk berkata jujur, kenapa harus membohonginya.


Argggg!!


Rasanya Lily ingin berteriak dan menjeburkan diri ke kolam saja. Ia memukul dadanya yang bergemuruh hebat karna perdebatan batin dan pikirannya. Andai saja hati bisa dicopot kapan saja dan dimana saja, Lily ingin sekali mencopotnya sekarang agar ia tak merasakan sakit yang luar biasa seperti.


Lily terus menangis dengan membekap mulutnya sendiri agar tidak terdengar. Air matanya begitu mengalir deras, membasahi pipinya.


Sesakit inikah memiliki sahabat yang kita percayai namun malah membohongi kita? Atas nama cinta, haruskah perlu memutus kan ikatan persahabat demi pujaan hati?


.................


       Mira kini tengah bergelut di dapur baru nya untuk memasak makan malam untuk ia dan Marcus, sang suami tercinta. Dengan telaten ia memotong bahan bahan makanan yang akan ia masak, tak menyadiri jika Marcus sedang mengamatinya.


"Piyaaaa o re piyaa , piya re piya re piyaa..." senandung Mira menyanyikan lagu india favoritnya.


"Suaramu bagus."


Seketika Mira memutar badan, mendapati Marcus yang bertopang dagu sambil menatapnya. Ahhh, tadi Marcus memujinya yah, jarang jarang loh Marcus memujinya. Jadi tidak masalahkan jika ia kelewat girang.


"Tapi akan lebih bagus jika kamu membuatkan mas kopi." Tambah Marcus membuat Mira yang ingin memekik kegirangan jadi menundanya.

__ADS_1


Ia menatap suaminya berang, dan dengan kaki yang dihentakkan ia berjalan mengambil bubuk kopi dan gula lalu membuatkan suaminya itu kopi.


"Nah," ucap Mira dengan nada jutek, ia mencabik kesal setelah meletakkan cangkir kopi didepan Marcus.


Ia kembali melanjutkan acara memasaknya, kali ini dengan sedikit kesal. Marcus memang selalu begitu, selalu berhasih membuatnya kesal, kesal dan kesal.


'Dasar abang angkatnya Syakila. Anjayy!! Sama sama bikin kesal orang mulu..' Mira membatin.


"Mira."


"Ya." jutek Mira.


"Kopi buatan kamu kurang manis."


"Bentar, aku ambilin gula. Biar di tambahin gulanya."


"Ngak perlu."


"Ya, kamu ngak perlu ambil gula. Mas cukup lihat senyum kamu ajah nanti kopinya juga bakalan manis sendiri."


Mira menganga mendengar penuturan Marcus tersebut. Benarkah itu Marcus suaminya? Kenapa bisa ngegombal gitu yah.


Bohong jika Mira tak baper oleh suaminya itu namun sebisa mungkin ia menyembunyikannya. Dengan kaku mira tersenyum menuruti perkatan Marcus tadi.


"Hmmm." ia memperlihatkan senyum kakunya lalu dengan cepat membalikkan badannya, saat pipinya memanas karna tersipu malu. Tapi setelah berbalik senyum lebarnya muncul, senyum senang karna perkataan Marcus yang berhasil membuat jantungnya bergetar dan hatinya merasa senang luar biasa.


"Tadi itu kamu lagi senyum atau apa? Ekspresinya seperti seorang yang menahan berak saja."


Mira melotot, kan benar Marcus selalu membuat nya bisa naik pitam karna kesal. Apa tadi katanya, ekspresi menahan berak?? Yang benar saja.

__ADS_1


Mira membalikkan badannya, ia menatap nyalang pada marcus yang justru menatapnya gelik, "Pak Marcus yang manissss, bisa tidak ngak usah ganggu aku masak. Nanti kalau aku ngak masak, Bapak juga loh yang repot. "


Marcus terkekeh melihat ekspresi Mira yang menurutnya sangat imut dan lucu di matanya. "Kamu cantik." ucap Marcus dengan menatap Mira.


Kali ini mmMira tidak mau terhanyut lagi dengan marcus, "oke fix, aku ngak mau masak lagi." Mira berjalan meninggalkan dapur dengan menghentakkan kakinya namum Marcus tiba tiba menariknya dalam pelukan pria itu. Membuat gadis itu terbentur ke dada bidang Marcus.


"Masak atau ngak Mas lepasin!!! " Ancam Marcus.


Mira berusaha memberontak dalam pelukan pria itu, namun sepertinya usahanya akan sia sia karna Marcus memeluknya begitu erat. Lagi pula kekuatannya tak sebanding dengan Marcus.


"Ngak ada penawaran lain apah. Misal nya masak atau Mas kasih uang jajan yang banyak gituh. Kan enakkk. " Protes Mira yang masih berusaha melepaskan diri.


Dalam hati Marcus tertawa gelik, istrinya ini benar benar lucu. Penawaran apan yang istriya sanrankan tadi, bisa bisa rugi bandar dong kalau gitu.


Karna Marcus hanya diam sambil memeluknya dan ia juga mulai lelah memberontak Mira akhirnya menyetujui Marcus untuk memasak. Ia berdecak kesal, "iya iyaa, aku masak."


Namin Marcus masih diam, "ihh, Mas lepas dong. Kan aku mau masak. Kalo gini terus gimana coba aku mau masak, bisa bisa sepuluh tahun kemudian baru masakannya siap. Mas lepas iihh, katanya mau masak!! Jadi makan ngak sikkk, ihh mas ngomong napa. Mas lepas donggg, Mas kuuu. Woii Pak do...-"


Ucapan Mira berhenti karna mulutnya dibungkam oleh bibir Marcus membuat gadis itu membulatkan matanya karna kaget. Marcus memangut bibir istrinya itu lalu melepasnya. Ia terkekeh melihat ekspresi kaget istrinya itu yang begitu lucu dan manis dimatanya. Ia mengelus sayang pucuk sang istri yang masih syok menatapnya tak percaya dan bercampur kaget.


Marcus memakluminya karna itu yang pertama untuk istrinya. Jelas gadis itu akan syok bercampur kaget, apalagi first kiss diambil tiba tiba.


Marcus mencium pucuk kepala lembut, "masak yang enak yah sayang!! " bisiknya ditelinga Mira lalu melenggang pergi membiarkan mira hanyut dalam syok nya.


"Gilaa!!!! Gue tadi dicipok ***!! " tutur gadis itu entah pada siapa.


"Untunggg laki yang tadi nyipok gue udah jadi suami gue. Kalo ngak, udah gua gampar tuh muka tampan pake teplon sekalian. " tambahnya. Ia berbicara sendiri bagaikanp orang sterr tapi bisa jadi stres karna adegan tadi.


.....................

__ADS_1


jan lupa like, vote dan comen yahhh.


detik detik tamat inih.😁


__ADS_2