Couple Soulmate

Couple Soulmate
30.


__ADS_3

     "Makasih ya sayang!! Udah bantu tante bersihin rumah." Carmila tersenyum tulus, salut pada sahabat putrinya yang mau capek capean demi membersihkan rumahnya.


"Sama sama tanten." balas Kiandra mewakili.


Hana menyenggol tangan Syakila mengisyaratkan giliran Syakila yang bicara. Syakili meringis, namun tetap menyampaikan kesepakatan mereka tadi, "umm, Tante cantik. Kita izin mau pulang, soalnya udah malam juga."


Carmila menatap Syakila, "jangan pulang dong, kalian menginap saja. Lagian juga malam sudah larut."


"Duh Tan,, Besok mau ngampus soalnya. Takutnya kalo dari sini kampus kejauhan, lagian besok kami ada presentase dan bahan nya ada di kontrakan Tan. Kita pulang ajah,tm Tan." jelas Hana panjang lebar yang di angguki oleh Syakila, Lily dan Kiandra.


Carmila mengangguk tak enak, melarang juga percuma menurutnya, "ya udah,, tapi lain kali kalo maen kesini nginep yah!! "


Syakila dan yang lainnya menganggukan kepalanya.


"Trus kalian pulang naik apa? " Carmila bertanya dengan nada dan jiwa keibuannya yang begitu terlihat membuat Syakila dan yang lainnya tersenyum hangat.


"Kita bawa mobil kok Tan." kali ini Hana yang menjawab.


Carmila menoleh pada jam, "udah jam sebelas ini, ngak baik kalo anak gadis yang mengemudi. Apalagi dalam keadaan capek."


Syakila, Hana, Lily dan Kiandra saling bertatap muka satu sama lain. Apa yang dikatakan Carmila memang ada benarnya, apalagi sekarang mereka sama sama merasa lelah.


"Hehahe Tante ngak usah cemas. Nanti kita gantian mengemudi, Tan. "


"Terlalu beresiko!! " bukan carmila yang menjawab, melainkan seorang pria dengan suara rendah yang menusuk dan dingin.


Syakila menelan ludahnya kasar mendapati Rafael berdiri disampingnya, ia bahkan dapat mencium aroma maskulin pria itu.


"Biar Nathan yang mengantar kalian!" perkataan Rafael begitu dingin dan menusuk, tak terbantahkan membuat Syakila dan sahabatnya menganggukkan kepala secara bersamaan. Bahkan Carmila saja terlihat kaku.


Nathan datang menghampiri mereka, ia menatap sang abang dengan sinis.

__ADS_1


"Ayo!! " ajak nya.


Syakila, Hana , Lily dan Kiandra yang sudah tahu tabiat irit bicara Nathan, mereka berjalan beriringan mengikuti Nathan dari belakang.


Di teras rumah, mereka pamitan pada Carmila. Kemudian mereka berjalan menuju mobil mereka yang ter parki didepan rumah Mira.


Setelah terjadi perdebatan cukup lama akhirnya Lily mau duduk didepan dengan Nathan Sedangkan rencananya Hana dan Kiandra di bangku blakang supir dan Syakila sendirian di jok paling belakang. Sengaja karna niatnya selama perjalanan gadis manis itu ingin rebahan.


Syakila menatap tangan yang mencekalnya, kekesalannya di urungkan saat tahu pemilik dari tangan itu. Syakila menegug ludahnya kasar, "a..ada apa yah, Pak? "


"Ikut saya! " Rafael menatap datar gadis yang tlah ia klaim sebagai miliknya itu. Ia memberi pernyataan tanpa kata penolakan, bukan pertanyaan yang membutuhkan jawaban.


Syakila mengangguk kaku, percuma ia menolak karna pada dasarnya pria didepannya itu keras bin pemaksa. Syakila menatap pada Hana dan Kiandra yang masih diluar, ia melayangkan cengirannya. Sedangkan Kiandra dan Hana menganggukkan kepala mengerti, meraka bahkan enggan menatap Rafael walau hanya untuk curi curi pandang saja karna  merasakan aura intimidasi pekat dari Rafael.


Rafael yang tak suka berlama lama, memilih menarik gadisnya pergi dari sana. Ia membukakan pintu mobil hitam kesayangannya kemudian menatap Syakila tajam, mengisyaratkan gadis itu agar masuk. Syakila menurut saja, apalagi ia bisa melihat mood dari Rafael yang tidak baik dan menurutnya terlalu beresiko untuk berulah sekarang.


.........


    Dalam perjalanan pulang, entah sudah berapa kali Syakila menguap karna dilanda kantuk. Namun ia menahan rasa kantuk yang melandanya karna takut Rafael mungkin akan marah apabila ia ketiduran di mobil pria itu.


"Kau benar benar gadis ber kepala batu." Syakila tergelonjak kaget, lamunannya buyar mendengar perkataan Rafael.


Rafael menoleh sebentar pada Syakila yang menatapnya bingung, "Saya sudah pernah bilang agar kau menjaga jarak dengan pria manapun selain saya, ayah dan adik mu. Tapi sepertinya kau tak mendengarkannya. " suara Rafael mengalun rendah namun begitu menusuk bagi Syakila yang mendengarnya.


Syakila diam, tak tahu harus berkata apa. Jika menjaga jarak dengan pria mungkin sudah ia lakukan sebelum mendapat peringatan dari Rafael, karna ia juga risih dengan beberapa jenis pria termasuk pria sejenis Rafka dan Rafael itu sendiri. Tapi entah mengapa waktu selalu ingin mempertemukan mereka, apalagi dengan Rafael yang seolah waktu berusaha menjodohkan mereka.


Syakila kembali menoleh pada Rafael yang fokus pada jalanan. Syakila menyandarkan tubuhnya, ia menghela nafas berat. Sejak ia bertemu dengan Rafael, ia merasa hidupnya semakin rumit. Rafael yang datang dengan kesan horor nya membuat Syakila selalu takut berada dekat dengan pria itu, termasuk saat ini. Tapi tetap saja, disisi lain ia merasa aman bersama Rafael dan nyaman membuat ia lupa pada rasa takutnya pada Rafael.


"Turun! " Syakila menatap Rafael mengeryit.


"Sudah sampai. " Syakila mengedip edip kan matanya masih menatap Rafael bingung.

__ADS_1


Rafael berdecak, ia mendekatkan tubuhnya pada Syakila membuat gadis itu meringkuk dan menatapnya dengan melotot. Rafael menyeringai, membuat Syakila merinding.


Cklek!


Syakila langsung menoleh pada seatbelt nya yang terlepas, kemudian menatap pada Rafael yang sudah menjauhkan tubuhnya. Gadis itu melayangkan cengiran konyol, menutupi rasa malu yang mengira Rafael akan macam macam padanya.


Rafael menaikkan alisnya melihat Syakila yang tercengir padanya. Syakila membuka pintu mobil berniat turun dari sana. Buru buru Rafael menarik tangan Syakila membuat gadis itu terbentur dada bidang Rafael. Syakila mendongak menatap Rafael yang juga tengah menatapnya dalam.


Cup!


Rafael mendaratkan kecupan di kening Syakila selama beberapa detik. Gadis manis bersurai hitam itu membulatkan matanya dan spontan memegang keningnya tepat pada bekas ciuman Rafael.


"Turun! " Syakila tersentak, ia menatap Rafael dengan ekpresi konyol dan segera turun dari mobil mewah pria itu dengan gerakan kaku.


"Syakila! " Gadis itu menoleh, masih memasang ekspresi konyol di wajahnya.


"Sweet dream, my lion queen." Setelah mengatakan itu, Rafael melayangkan senyumnya membuat jantung Syakila berdetak kencang dan dengan gerakan spontan Syakila meletakkan tangan didadanya merasakan setiap degukan jantunnya yang berdetak cepat.


...................


**kalo Author berencana buat squel dari Couple Soulmate, cerita siapa nih yang bakalan dibuat yahh?!!😔😔


*Mira dan Marcus


*Hana dan Bowo


*Kiandra dan Tiger


*Lily dan Nathan


*atau Syakila dan Rafael.

__ADS_1


oke para readers ku yang manis, jan lupa vote dan comen yahh!! biar author makin semangat buat up, nih.


machi!!😍😎😎**


__ADS_2