Couple Soulmate

Couple Soulmate
31


__ADS_3

Syakila menggeliat, perlahan matanya terbuka. Gadis itu menatap sekeliling kamarnya, lalu bangun dan segera menuju kamar mandi.


Lily dan Kia menata meja makan, menghiasi meja yang sudah dipenuhi jenis makanan. Syakila datang, langsung mendudukkan dirinya di kursi.


Lily dan Kia juga ikut mengambil bagian di meja makan. Mereka makan dalam hening, tak satupun yang berniat mengeluarkan suara. Kia menatap Syakila lalu Lily bergantian, menurut gadis itu makan dalam hening benar benar tak menyenangkan.


"Ngak ada yang bangunin gue. Pada makan duluan lagih. " Hana duduk disamping Syakila. Gadis itu memayunkan bibirnya yang tak mendapat respon dari sahabatnya.


"Kalian kenapa diam bae, sik. " Hana menatap bergantian para sahabatnya. Kemudian gadis cantik bersurai coklat itu menyiku Syakila yang duduk di samping nya.


Syakila berdecak, menatap sebal pada Hana, "paan, sik? " kesalnya.


Hana mendengus, sepertinya Syakila dalam mood yang tidak baik. Gadis itu kemudian memilih diam dan makan dalam hening.


.............


  Lily duduk di karpet berbulu,ruang tengah kontrakannya. Ia menyandarkan punggungnya pada kaki sofa, lalu melihat sekitarnya. Dimana Kia yang berbaring sambil membaca novel, Hana di sofa tepat dibelakannya sedang memainkan ponselnya dan Syakila yang diam duduk disudut ruangan entah kenapa.


"Syaki kenapa, yah? " guman Lily pelan, masih bisa didengar oleh Hana.


Hana meletakkan ponselnya, memilih memerhatikan Syakila yang hanya diam melamun.


"Woi, Sya!! " Syakila tergelonjak kaget, lalu menoleh.


"Lo kenapa lagi? " Hana berdiri dan berjalan mendekati Syakila yang duduk disudut ruangan. Ia mendudukkan dirinya di samping Syakila.


Syakila menoleh pada Hana, "cuma bosan ajah." ucap gadis itu dengan datar.


Kia bangun dan meletakkan novelnya, ia duduk dan menghadap pada Syakila dan Hana, "gimana kalo kita ke cafe ajah." Usul gadis cantik itu antusias.


"Iya, Lily juga setuju. Mumpung kita lagi free ngampus, dimanfaatin ajah." Lily menatap binar pada Syakila dan Hana, berharap dua gadis itu setuju.


Hana menatap Syakila, "gua sih oke ajah." ujarnya.


"Oke." Syakila tersenyum, menatap sahabatnya dengan semangat.

__ADS_1


...........


       "Gilakk!!! Jumanji  ada yang baru. Trailernya keren abis, ***! " Cerita Hana antusias. Saat ini mereka sudah berada di cafe langganan mereka.


Kia dan Lily mendengus, "Film Bhaagi 2 lebih keren, mpok. "


Lily menganggukakan kepalanya, menyetujui perkataan Kiandra. Lily dan Kiandra memang penggemar film Bollywood bahkan lagunya pun mereka suka, sedangkan Hana penggemar film Hollywood, Drakor dan Film bioskop tanah air.


Syakila menyukai semua jenis film, apalagi film laga atau action serta film dengan genre fantasi. Tapi soal musik ia lebih nyaman mendengar lagu india, lebih tepatnya lagu india yang sudah di mix dengan lagu barat atau lagu india mashup.


Lily menyerup cokelat panas nya, kemudian menatap Syakila, " Syaki suka film apa, bhaagi 2 atau jumanji? "


Syakila berpikir sebentar, "dua duanya. Soalnya bhaagi 2 sama jumanji the next level walau cuma trailer nya doang sik, sama sama keren dan wow! "


"Dih, plimplan. Mana bisa suka sama dua duanya, harus satu dong. " Sewot Hana tak terima pada Syakila yang menyukai dua film yang menurutnya bertentangan.


Kia menyetujui perkataan Hana, "lo harus pilih salah satu dong. Bhaagi 2 dengan action dan romantis nya atau Jumanji the next level dengan fantasi dan imajinadinya. " Kiandra menatap Syakila menuntut di jawab.


"Lah, emang aku suka dua duanya. Bhaagi 2 yang full action, tapi masih memperlihatkan kisah cinta dan perjuangannya. Sedangkan Jumanji the next level fantasinya luar biasa keren, tegang juga sik tapi lucu. " tutur gadis bersurai hitam pekat itu.


"Gini ajah, gimana kalo lo disuruh milih antara Pak Rafael ama kak Nathan. Lo bakalan milih siapa? " tanya Hana tiba tiba membuat Syakila merasa di skakmat.


Lily menatap Syakila cemas, takut sahabatnya itu akan memilih sang pujaan hati. Jujur, ia terkejut pada pertanyaan Hana tadi. Kenapa harus Nathan yang menjadi pilihannya, kenapa tidak Rafka saja atau Tiger atau siapapun itu asal jangan Nathan. Karna Lily takut Syakila ada hati pada Nathan. Apalagi jika keduanya pernah ada hubungan, itu membuat hatinya semakin ngilu saja bila mengingatnya.


"Diam. Gak bisa jawab? " Kia menatap Syakila, ia berkata dengan nada mengejek.


"Ya, ngapain gue yang milih. Kan hak untuk memilih itu adalah hak cowok. " elak Syakila.


Hana menatap sinis pada Syakila, " udah pilih ajah, ngak usah banyak bacot lo. " kesal gadis itu.


Syakila mengacungkan bahunya, memilih mengabaikan Hana dengan memasang earphone dan menyitel lagu. Syakila benar benar tidak bisa menjawab pertanyaan Hana yang menurutnya lebih sulit dari menentukan hipotesis sebuah judul dari data statistik, terlihat mudah tapi butuh proses yang rumit. Memilih antara kedua berarti harus ada yang disingkirkan, dan tak mungkin Syakila menyingkirkan antara Rafael dan Nathan demi memilih salah satu darinya.


"Dasar lo anjayyy.." Hana melantunkan lagu yang entah dari mana ia dapat, ia juga tak tahu. Gadis cantik yang disangka keturunan bule itu menatap sahabatnya kesal.


Sedangkan Syakila hanya memgacungkan bahu nya melihat Hana yang berbicara tanpa suara. Jelas, karna Syakila kan memakai earphone.

__ADS_1


Tiba tiba Syakila membuka menyumbat telinganya saat ia mengingat sesuatu. Kemudian gadis manis itu menatap Hana serius.


"Han! " panggilnya.


Hana menoleh, mentap Syakila heran, "paan? "


"Lo serius pacaran ama Bowo? atau ada yang lo sembunyiin dari kita? " Syakila bertanya, gadis itu menyipitkan matanya menatap pada sahabatnya Hana.


Hana diam, terkejut dengan pertanyaan sahabatnya itu. Ia memandang Syakila dan bergantian pada Lily dan Kiandra yang tengah menatap nya juga serius.


Hana menghela nafas pasrah, ia harus jujur tak ingin mengecewakan sahabatnya lagi sama seperti saat itu,


"cuma sandiwara doang, Bowo ngajak pacaran agar ia dan mantannya kalo ngak salah namanya Afni biar jauhan. Bowo milih gue karna pas kejadian kita main TOD malam itu, mantannya mengira gue gebetan Bowo. Jadi intinya gue cuma pacar sandiwaranya. " Hana mendadak memasang wajah lesuh.


Kia berdecak, ia bersedekap menatap Hana tak suka, "lo bodoh apa gimana sik! Jelas jelas tuh cowok cuma manfaatin lo." Ia membuang muka, tak suka menatap pada Hana yang kebetulan duduk dindepannya.


Hana terdiam melihat Kia yang tak mau menatapnya, ia menoleh pada Syakila, "sebenarna gue juga ngak suka sama Bowo. Karna menerut gue dia itu bukan cowok kurang baik, jika Bowo baik dia ngak akan minta bantuan lo buat jadi pacar sandiwaranya hanya untuk jauhin mantannya atau apapun itu. Dia akan memilih menyelesaikan permasalahannya sendiri tanpa menyeret lo. Tapi kembali ke elonya, itu terserah lo, Han. " Hana menatap Syakila dengan mata memerah, tak menyangka gadis manis bersurai hitam itu tak menyudutkannya.


Malahan Syakila seperti  menghawatirkannya terlihat dari nasihat gadis itu.


"Makasih! " Ia menggeser kursinya lalu memeluk Syakila.


"Hana jangan sampe baper yah sama Bowo. Soalnya Hana yang nantinya bakalan susah. " Lily menepuk nepuk pelan punggung Hana, menyalurkan semangat pada sahabatnya itu.


Hana menatap Lily kemudian memeluknya, "makasih."


Kiandra berdecak, ia tak suka dengan Syakila dan Lily yang seolah mendukung Hana. Karna menurut Kiandra Bowo bukanlah pria baik dan jelas ia tak terima jika Hana akan menjadi korban pria itu. Kia berdiri dan berlalu dari sana.


Syakila yang melihat itu seketika berdiri dan meneriaki nama Kiandra.


"Kia!!"teriak Syakila, mengabaikan tatapan tak suka dari pengunjung cafe.


Syakia ingin menyusul gadis itu, tapi melihat siapa yang di pintu masuk cafe, Syakila jadi mengurungkan niatnya. Ia memilih kembali ke tempatnya dan duduk dengan berusaha menyembunyikan wajah nya.


"Sya, kamu kenapa? Trus Kia mana? " Tanya Lily penasaran dengan Syakila yang tiba tiba datang dengan wajah yang ia tutup tutupi.

__ADS_1


jan lupa vote dan coment yahh!!😍😎😁


__ADS_2