
Author pov.
Para gadis itu sekarang berkumpul di kontrakan mereka untuk menghabiskan satu hari disana tanpa mengabari pada siapapun. Bukan ingin membuat cemas keluargannya hanya saja mereka tidak ingin diganggu oleh siapapun. Kiandra, Lily, Syakila dan Hana bahkan libur kerja tanpa surat atau izin terlebih dahulu.
Malam sudah menguasai, matahari tengah istirahat digantikan paparan bintang dan bulan di langit. Mereka duduk di teras sambil menikmati coklat hangat dan di selimuti dinginnya angin malam.
Mata Syakila tak lepas dari bintang dan bulan di atas langit, entah kenapa rasa nya menatap bulan dan bintang selalu membuatnya dilanda rindu namun entah pada siapa. Sebenarnya ia tahu rindu itu untuk siapa namun pikirannya selalu menolak dan mengelak.
Keheningan malam, hembusan angin malam serta hamparan bintang dan bulan di langit sana seperti mengoyak hatinya yang merintih merindu sosok itu. Kenangan yang dibilang tak manis itu pun kian berputar di otaknya. Mulai saat Syakila pertama kali bertemu hingga di malam itu, malam ketika dia mengucapkan kalimat indah pada Syakila. Tak ingin mengakuinya jika ia sekarang sedang berharap, tapi nyatanya sampai detik ini ia masih berharap jika suatu saat nanti ia bertemu dengannya lagi meski pria itu sudah lupa padanya. Melihat wajah nya saja, tak perlu yang lain itu sudah membuat gadis bersurai hitam sepekat malam itu senang.
Syakila tersenyum lirih saat angin malam menyentuh pipinya, ia memejamkan matanya menikmati rasa dingin tersebut.
"Mikirin apaan sik, Sya? " Syakila membuka mata lalu menoleh pada Hana.
"Ngak mikirin apa apa. Cuma ngantuk ajah, bosan kita cuma diam dari tadi. " Alibi gadis itu yang dipercayai oleh para sahabatnya.
Lily tersenyum senang saat ia menemukan ide untuk memecah keheningan malam, "gimana kalau kita ngulang kisah kuliah kita dengan cerita."
"Ide bagus." ucap Hana dengan senyum antusiasnya.
Kiandra menjentikkan jarinya saat ia juga menemukan ide, "gimana kalau kita pake botol buat nentuin giliran siapa yang bakalan cerita."
Mira langsung menganggukkan kepalanya, "Iya, aku setuju tuh."
Syakila dan Kiandra langsung pergi kedapur untuk mengambil botol dan cemilan. Setelah itu mereka kembali dan memulai permainannya.
Hana memutar botol nya dan berhenti dengan mengarah pada Mira.
"Aku duluan!! " Seru Mira dengan senang, "ngulang cerita masa kuliah kan?" tanya nya memastikan, para sahabatnya menganggukkan kepala.
Mira menatap satu persatu sahabatnya lalu memulai ceritanya, "kalian ingat ngak hari pertama kita ngampus itu gimana? " ia menaik turunkan alisnya.
"Ingat lahh." Ujar Hana sembari terkekeh gelik, "kita telat karna queen tidur. Trus kita jatuh dikelas. " Hana tertawa terbahak bahak mengingat betapa tak beruntungnya mereka pas hari pertama kuliah.
Kianra juga tertawa, "iya, mana dosennya killer lagi." ucapnya sembari menatap jahil pada Mira.
Lily terkekeh, "tapi killer killer gitu Hana, Kiandra sama Mira klepek klepek tuh sama Pak Marcus. Sampe sampe jalan ajah masih bicarain kegantengan Pak Marcus."
Kiandra, Hana dan Mira tertawa mengingat betapa konyolnya mereka saat pertama kali melihat Marcus. "iya tuh. Sampe sampe pas dikelas berebutan nanya pas matkulnya Pak killer." Tambah Kiandra mengingat kegilaannya saat dikelas Marcus dulu.
Mira semakin terbahak, "iya kalian capek capek berebut tapi pada akhirnya aku yang dapatin tuh dosen killer."
Kiandra dan Jana berhenti tertawa lalu menatap Mira malas.
Syakila terkekeh, "udah kita lanjut lagi." ujarnya sambil memutar botol tersebut dan berhenti tepat pada ia sendiri.
"Aikkk, aku? " Syakila menatap ngeri pada botol yang malah berhenti tepat kearahnya.
Syakila mengambil nafas kemudian bercerita, "masih tergiang di memori ku saat Hana yang kebelet pipis dan salah toilet." Syakila tertawa terbahak saat tak sengaja mengingat ekspresi Hana yang menahan pipis.
Kindra, Lily dan Mira juga tertawa terbahak bahak, "dia masuk ke toilet cowok. Buhahahhaaaa.." tawa Kiandra semakin meledak.
Lily memegangi perutnya yang kram karna tertawa, "iya. Hana yang salah toilet tapi malah marah marah sama cowok di toilet itu. Hihihii...Hana lucu."
"Lucu ndas mu." Kesal Hana, lalu memutar botol kembali dan kali ini berhenti pada Kiandra.
__ADS_1
Kiandra tertawa, "Aku inget Syaki pernah kempesin ban mobil Buk Ambar. Sumpah, Syaki nekat baget!! Tapi aku setuju, itu sik salah Buk Ambar yang udah belain Widia yang udah buat Syaki jatuh pas seminar."
"Hehehee..., buk Ambar langsung senang pas ada mobil yang berhenti didepannya. Tapi pas pintu kacanya kebuka dan memperlihatkan Syakila yang senyum mengejek tuh dosen langsung membelalakkan matanya trus marah marah ngak jelas. Hahaha...dikira Syaki mau nolongin tuh." tambah Hana dengan mengingat ingat.
"Trus esoknya si Widia yang mendapat pembalasan dari Syaki. Sumpahh!! Muka si Widia lucu banget pas di takut takutin sama kita kita di toilet. Mukanya udah pucat trus ekspresinya tuh kayak mau kebelet berak. Uhahahahaa..." Mira tertawa terbahak bahak.
Sedangkan Lily hanya tertawa pelan sambil memutar botolnya kembali lalu berhenti pada Hana.
Hana menatap para sahabatnya sebelum memulai cerita kisah kekonyolan mereka, "lucu tuh pas si Lily pertama kali nyoba mie instan mentah. Gilak! Ekspresinya lucu benar, rada rada polos gitu. Uahhahahaaa.."
Kiandra, Mira dan Syakila ikut tertawa, "Iya iyahh. Tapi pas mau nambah eh mala di larang sama Nathan. 'Lily'. " di akhir kalimat Kiandra menirukan suara Nathan yang membentak Lily saat Lily kembali ingin mencoba mi instannya.
Mira dan Syakila tertawa terbahak bahak. Sedangkan Lily memasang wajah cemberutnya.
"Udah. Giliran Lily sekarang yang cerita." lerai Hana sambil memegangi perutnya yang kram karna tertawa.
"Ingat ngak sama Syaki dan Mira pas konser dadakan di pintu kantin. Gegara konser mereka mahasiswa yang mau kekantin jadi terhalang." Liky terkekeh.
Kiandra menepuk jidatnya lalu tertawa menjadi jadi, "hahahahaa...ingat tuh. Mereka nyanyi lagu india sampe ngalangin jalan. Afne karangge kara ra heeeeeeeee.." di akhir kalimat Kiandra menyanyikan lagu yang Mira dan Syakila nyanyikan saat itu.
Lily tertawa, "hahahaaa...trus Syaki sama Mira nga sadar ditonton sama Pak Marcus."
"Pas sadar, Syaki sama Mira langsung lari. Uahahahhaaa." Hana menatap lucu pada Mira dan Syakila sambil tertawa.
Syakila dan Mira ikut tertawa mengingat betapa konyolnya mereka dulu. Namun tawa mereka lenyap seketika saat melihat Marcus dan Atif yang bersedekap menata tajam ke arah mereka.
"Ouh, jadi kalian sembunyi disini." Marcus menatap tajam pada istrinya lalu berjalan dan langsung menyeret istrinya pulang.
"Duh, pelan pelan dong Mas. Aku lagi hamil loh!! " Kesal Mira. Marcus berhenti dan memilih menggendong istrinya ala bridal style.
Atif menatap keempat gadis itu dengan datar, "Pulang! " ucapnya tiba tiba membuat kekehan ke 4 gadis itu terhenti dan menoleh padanya.
Hana menghormat pada Atif dengan berdiri tegak.
"Siap bos." ucapmya dengan suara lantang. Atif menghela nafas kemudian menggelenggelengkan kepalanya melihat kekonyolan Hana yang sekarang tengah berjalan langkah tegap menuju mobil.
Atif kembali menoleh pada Lily, Kiandra dan Syakila, "kalian tidak mau ikut."
"Oh, iya. Kita ikut Pak." Dengan gerakan cepat mereka membereskan teras dan segera mengunci kontrakan mereka.
.......................
Selama perjalanan pulang, keempat gadis itu bernyanyi bersama membuat kebisingan di dalam mobil. Namun Atif sama sekali tak protes, bahkan sesekali ia juga ikut bernyanyi bersama.
"Widihhh..suara Bapak bagus yahh." puji Hana yang duduk di samping Atif. Atif hanya tersenyum sambil mengacak rambut Hana.
Lily, Syakila dan Kiandra yang duduk di bangku belakang senyum senyum saat melihat keduanya.
"Acieeeeeeee..." goda mereka membuat Hana maupun Atif salah tingkah sendiri.
"Ihhh kalian apaan sik! " Kesal Hana namum ia tersenyum malu dengan pipi yang memerah.
Mereka sampai dirumah Atif dengan selamat namun saat mereka keluar dari mobil tiba tiba hujan turun dengan deras. Dengan cepat Atif, Hana, Lily dan Kiandra berlari menghindari hujan tersebut tapi tidak dengan Syakila yang malah diam di bawah hujan, membiarkan dirinya basah. Syakila tersenyum sambil merentangkan tangannya merasakan air hujan yang membasahi tubuhnya.
Hana yang melihatnya ikut berlari ke bawah hujan dan memeluk Syakila. Lily dan Kiandra juga ikut bergabung. Mereka bermain hujan sambil kejar kejaran, sesekali mereka saling siram menyiram dan tertawa bersama.
__ADS_1
Atif yang melihatnya hanya tersenyum, ikut merasakan kebahagian Hana dan para sahabatnya. Melan dan Rangga juga ikut bahagia menyaksikan kekonyolan menantu serta sahabat menantunya itu dari atas balkon.
...........................
Mira menarekan tangannya ke arah hujan yang jatuh dari atap rumahnya. Sekarang ia dan Marcus tengah menghabiskan malam di balkon kamar mereka.
Mira memainkan air hujan tersebut dengan wajah ceria dan penuh kegirangan, "pasti Syaki, Lily, Hana sama Kia lagi mandi ujan. " tebaknya dengan menatap Marcus senang.
Marcus berjalan ke arah mira lalu memeluk nya dari belakang.
"Humm. " Marcus hanya berdehem.
"Mas tahu ngak kalau Syaki itu ngak bisa diamin hujan." Mira menatap Marcus dengan antusias, ia mulai menceritakan tentang sahabatnya itu.
"Dia kalau hujan turun pasti bakalan mandi ujan. Trus Hana, Kia, Lily sama aku jadi ikut ikutan mandi ujan deh." Mira tersenyum saat mengingat kenangannya bersama sahabatnya dan hujan.
Marcus juga ikut tersenyum dan menarik tangan Mira dari hujan.
"Tangan kamu sudah dingin. Kita masuk yah." ajaknya dengan suara lembut. Mira menganggukkan kepalanya lalu mereka masuk kedalam kamar mereka.
'Semoga slalu bersama' batin Mira sembari memejamkan matanya dalam dekapan hangat suaminya.
...............
Hana menaiki tempat tidurnya bersama Atif. Ia tidur di samping Atif yang sudah duluan tidur. Hana membaca doa tidur lalu memejamkan matanya. Entah kenapa ia tiba tiba merindukan masa masa kuliahnya dulu saat bersama para sahabatnya.
Hana menghela nafas dan kembali berusaha memejamkan matanya, 'semoga selalu bersama.' Batinnya.
...............
'Semoga slalu bersama.' Batin Syakila, Lily dan Kiandra secara bersaam namun tanpa sengaja, saat mereka memejamkan mata untuk tidur.
End
:
:
:
:
:
☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️
Sekian dari couple soulmate. Semoga ceritanya berkesan dihati para reader's yah.
By by by
Muacccccccccc
Muac
😘
__ADS_1