
Author pov
3 tahun 5 bulan kemudian.
"Kalian kenapa ke rumah aku, pasti disuruh sama Mas Marcus kan? " Mira memicingkan matanya dengan menatap sahanatnya itu.
"Enggak nyonya Miranda Aliandra yang cantik! " Hana menguyah kembali kripik kentang yang ada di atas meja.
Mira berdecak lalu menatap cemberut pada para sahabatnya itu, "itu, baju untuk wisuda aku ngak muat. " ia menampilkan raud wajah sedihnya membuat Hana tak jadi memasukkan keripik kedalam mulutnya.
"Ck, tinggal beli baju yang baru apa susahnya sik. Lagian kan Pak Marcus banyak uang, tuh. " tukas Syakila santai.
Mira berdecak kesal, "tapi kan aku maunya samaan ama kalian. " rengek wanita yang sebentar lagi menjadi ibu itu.
"Kamu samaan ama Pak Marcus ajah, Mir." Syakila memberi usulan yang langsung ditolak mentah oleh Mira.
"Ngak!! Ngak mau. Aku maunya sama kalian. " Mira mencabik lalu bersedekap sambil memasang wajah cemberutnya.
Syakila, Lily, Kiandra dan Hana menghela nafas secara bersamaan. Semenjak Mira tau ia hamil, calon ibu sudah bertingkah aneh, kekanak kanakan dan satu lagi Keras kepala nya yang membuat Marcus, keluarga dan sahabatnya minta ampun. Dan sekarang calon ibu muda itu sedang merajuk dan mengancam suaminya tidak akan menghadiri wisudahnya sendiri dikarenakan baju wisuda yang samaan dengan para sahabatnya tidak muat ditubuhnya yang sedikit membesar.
Syakila menegug tandas minuman berasa jeruk itu, kemudian ia melirik Marcus yang yang baru datang dan sudah mendudukkan dirinya di samping sang istri.
Marcus mencium kening Mira lalu mengelus sayang perut istrinya yang sudah mulai besar. Mira hanya melirik Marcus sebentar dan kembali melayangkan tatapan tak suka pada para sahabatnya itu.
Syakila yang melihat nya jadi memiliki ide untuk membujuk Mira, " kamu samaan aja lah sama Pak Marcus."
"Ngak!! " tolak Mira langsung. Sedangkan Marcus disampingnya hanya menghela nafas melihat sifat keras kepala istrinya itu.
Sebenarnya tebakan Mira tadi benar, para sahabatnya ini datang karna di minta oleh Marcus sendiri. Tujuannya untuk merayu Mira agar berhenti merajuk dan mau menghadiri wisudaannya dengan baju yang lain.
"Denger dulu, Mir. "
"Enggak!! Aku maunya kapelan ama kalian. Biar kita kelihatan kompak gitu. " Mira memasang wajah cemberutnya, ia bersedekap sambil menatap para sahabatnya dengan bibir yang mengerucut.
Hana menepuk bahu Syakila pelan untuk memberinya semangat. Syakila kembali menghela napas, "Mira ku sayang yang cantik dan baik hati, jika kamu couple 'an dengan Pak Marcus kamu sama Pak Marcus itu akan membuat kalian kelihatan serasi. "
Mira berdecak lalu melirik Syakila, pertanda ia mulai luluh. Syakila tersenyum karna sepertinya rayuannya berhasil, "kamu samaan ama Pak Marcus biar orang tahu kalo sebenarnya istrinya itu kamu bukan Buk Villa angker. Si Viola Villa angker juga bakalan bungkam and kesel sendiri lihat kamu yang kapelan sama Pak Memar. Intinya sik kamu bisa jadi nyonya dosen yang sebenarnya plus pembalasan dendam kusumat mu ama si Villa angker terlaksana. " Syakila tersenyum meyakinkan pada Mira.
Sedangkan Marcus hanya menghela nafas pasrah, yang penting istrinya berhenti merajuk padanya itu saja.
Mira menatap Syakila dengan ragu, namun keraguannya hilang saat mendengar penuturan Syakila selanjutnya, "kamu yang hamil tapi dia yang di kira istri. Keenakan tuh si Villa angker kalo kamu diamin, balas Mir!! "
"Yang dibilang Syakila itu benar, Mir. Kamu kapelan sama Pak Memar eh Pak Marcus ajah biar dia bikess. " tambah Kiandra meyakinkan Mira. Hana dan Lily menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Kiandra dan Syakila.
Mira langsung menganggukan kepalanya yakin, kemudian calon ibu muda itu menatap suaminya dengan raid wajah antusias dan semangat.
"Besok kita couple'an yah Mas! " ujarnya penuh antusias yang tinggi.
Marcus tersenyum lalu mengelus sayang rambut istrinya, "iya."
Sedangkan Hana, Lily, Kiandra dan Syakila ber tos ria karna berhasil membujuk Mira yang benar benar menguras tenaga dan emosi.
.......................
Acara wisudaan mereka lancar semua. Mereka semua terlihat bahagia dan cantik. Dan sekarang mereka tengah berkumpul dengan semua keluarga mereka dimana para orangtua serta keluarga dekat mereka bergabung bersama untuk sekedar berpoto bersama.
__ADS_1
Setelah selesai bersama para orang tua dan orang tua mereka sudah pulang, mereka sekarang asyik dengan sahabat dan teman se angkatan mereka. Nathan, Tiger, Bowo dan Rafka yang duluan wisudah dua tahun dari mereka datang untuk memberi selamat. Lagi pula sampai sekarang mereka tetap dan akan selamanya jadi sahabat.
Mira dan Marcus sudah terlebih dahulu pulang karna Mira sudah kelelahan.
"Sya." Syakila yang bercanda dengan Hana langsung menoleh pada Nathan.
"Ini kado buat kamu." Syakila menerima kado yang dibaluti dengan pembungkus yang begitu mewah itu.
"Wihh, bungkusnya cantik bener. Jadi pengen buka. " Syakila membolak balikkan kado pemberian dari Nathan itu.
Nathan tersenyum, "Buka ajah."
Syakila dengan gerakan cepat langsung membuka bungkusan kado itu. Ia bahkan tak peduli jika bungkusan cantik kado itu sudah lusu dan terkoyak karna ulahnya yang begitu antusias. Mata nya langsung menatap binar saat melihat isi dari kado Nathan.
"Coklat!! " serunya begitu riang. Dengan gerakan cepat ia membuka bungkus dari coklat itu dan langsung memakan nya.
Namun kunyahannya berhenti saat menyadari sesuatu. Syakila langsung memeriksa bungkus coklat itu. Coklat itu coklat yang sama dengan coklat yang pernah Rafael berikan padanya.
Syakila kembali menggigit coklat tersebut, memilih mengacungkan bahunya tak peduli. Toh, tak mungkin Rafael yang berinya sedang pria itu masih di LA. Mungkin Nathan hanya kebetulan membeli coklat yang serupa dengan Rafael.
"Ini." Nathan menyodorkan kertas pada Syakila.
Syakila kembali menggigit coklatnya lalu menerima surat itu dengan dahi mengeryit, "ini apaan? "
"Itu surat permintaan langsung dari perusahaan yang aku pegang agar kamu bekerja disana. " jelas Nathan membuat Syakila melotot kaget.
"Syaki doang nih, Kita ngak juga? " gurau Hana yang dihadiahi tawa dari Syakila.
"Nama kamu juga ada, Han. Lily sama Kiandra juga ada nih." ucap Syakila Yang masih fokus pada tulisan di kertas itu.
"Ipk kalian juga bagus, ***. " sengkal Syakila cepat.
"Seharusnya kalian bersyukur!! Anggap ajah hadiah dari hubungan persahabatan. Yang ngasih kalian surat permintaan bos nya langsung. " Tiger menepuk nepuk bahu Nathan berniat memamerkan temannya yang sudah sukses itu.
Yah, sekarang Nathan memang sudah dikatakan sukses dengan menjalankan perusahaan abang nya sementara. Ia sengaja membuat surat rekomendasi kepada sahabat sahabatnya agar kembali bersama dengan mereka. Ia tidak peduli apa tanggapan orang orang nanti pada nya yang penting mereka bisa kembali bersama lagi dan lagian ia adik pemilik perusahaan itu dan sekarang menjadi bos. Intinya bos mah bebas, iya ngak? Hehehehee.
"Li! " Lily menoleh pada Nathan.
"Kado buat kamu." Nathan memberikan kotak kado berukuran kotak sepatu itu pada Lily.
Lily dengan gerakan kaku menerimanya, kemudian ia melemparkan senyum manisnya pada Nathan.
"Buka! " Titah Nathan dengan menatap Lily intens. Lily menganggukkan kepalanya kaku.
Dengan gerakan kaku ia membuka kado dari nathan itu. Ia mengeryit saat menemukan kotak yang lebih kecil di dalam sana. Ia kembali membuka kotak tersebut dan isi sama dengan sebelumnya, kotak yang lebih kecil. Lily menatap Nathan yang mengacungkan bahunya, sedangkan teman temannya malah menyemangatinya untuk kembali membuka kotak itu.
Lily kembali membukanya dan kembali menemukan kotak yang lebih kecil. Lily menghela nafas lelah ia berharap ini adalah kotak terakhir yang ia buka. Dan benar saja di kotak ukuran yang sudah sangat kecil itu terdapat permen.
Lily menatap isi kotak kecil ditangannya itu dengan mengeryit. Padahal tadi ia mengira isi kotak paling kecil itu adalah cincin, lah ini malah permen itu pun hanya satu biji.
Dengan raud wajah yang tak semangat ia mengambil permen itu.
"Baca." Lily menoleh pada Nathan dengan bingung tapi saat ia paham maksud Nathan ia segera membalik permen itu dan menemukan tulisan yang membuatnya deg degan.
'I love you.' Tulisan dari permen itu.
__ADS_1
Lily menatap Nathan yang sudah tersenyum padanya.
"Buka." titah Nathan kembali pada nya.
Lily mengeryit tak mengerti, namun Nathan menoleh pada permen di tangannya membuat ia paham jika Nathan memintanya membuka permen itu. Lily tersenyum lalu membuka bungkus permen penuh cinta itu.
Lily kembali terkejut saat melihat isi dari permen itu adalah cincin dan gulungan kertas. Lily mengedip edipkan matanya lalu mengambil cincin dan gulingan kertas didalam cincin itu. Ia membuka gulungan kertas itu yang memperlihat kan tulisan,
"Will you merry me, Lily Ayunda. " Ujar Nathan ~ menyuarakan tulisan di kertas itu dengan memasangkan cincin di jari mungil gadis imut itu.
Lily menitihkan air matanya lantaran senang dan terharu. Lily langsung memeluk Nathan dan menganggukkan kepalanya dalam pelukan pria itu. Sedangkan Nathan sudah tersenyum lebar karna teramat senang kemudian ia membalas pelukan Lily.
Hana yang terharu ikut menitihkan air mata kebahagiaan dalam pelukan Bowo. Kiandra tertawa bahagia sambil menangis karna terharu yang dirangkul oleh Tiger yang juga sedang tertawa bahagia. Sedangkan Syakila tersenyum bahagia, ia dengan cepat mencekat air matanya saat jatuh. Syakila tersenyum hangat menyaksikan para sahabatnya dengan pasangan masing masing menyisahkan ia yang hanya bisa memeluk angin dan udara saja. Miris!!
"Butuh kehangatan, Sya?! Sini gue peluk." Tawar Rafka tiba tiba dengan senyum jahilnya. Syakila menatapnya masih dengan memasang senyuman hangat lalu menggelengkan kepalanya membuat Rafka menganga karna terpesona.
"Sadar, Ka! Dia calon kakak ipar saya." tegur Nathan tiba tiba pada Rafka yang termenung karna terpesona pada Syakila.
Rafka berdehem untuk menetralkan degug jantungnya dan rasa malunya karna tertangkap basah mengagumi Syakila. Sedangkan Syakila mendengus karna perkataan Nathan.
Sisahnya hanya tawa dari sahabat sahabatnya. Diam diam Syakila melirik lehernya yang dihiasi kalung berbandul bintang dan bulan itu kemudian ia tersenyum senang dan ikut tertawa dengan sahabat sahabatnya.
.....................
Syakila, Hana, Lily dan Kiandra kini sudah berada di depan perusahaan milik Nathan. Hari ini adalah hari pertama mereka bekerja. Mereka menghela nafas lalu saling bergenggaman tangan dan melangkah memasuki perusahaan besar itu.
Mereka berjalan menuju kubikal mereka masing masing yang beruntungnya bersampingan setelah diberi tahu oleh Tiger yang juga bekerja disini dan menjadi maneger.
"Selamat bekerja! " Ujar Tiger sebelum meninggalkan mereka.
Syakila di kubilal paling ujung, disambung oleh Hana, Lily dan Kiandra.
Mereka berdiri, saling tatap tatapan dan kemudian mereka berseru 'semangat' dengan suara pelan.
Kemudian mereka memulai pekerjaan mereka dengan raut sedikit bingung karna baru pertama kalinya bekerja. Mereka sama sekali tidak menyapa pekerja yang lainnya karna terlihat begitu sibuk, jadi mereka sedikit segan. Jika mereka bingung dan tak mengerti mereka lebih memilih saling bertanya satu sama lain atau meminta Tiger untuk mengajari mereka lewat via telpon.
.................
Selama satu bulan mereka sudah melalui bekerja bersama di perusahaan Nathan dan mereka begitu senang. Selama satu bulan itu mereka juga mendapat teman baru yang ternyata asyik diajak untuk sekedar ngobrol dan ngopi bareng. Ada juga orang yang tak suka pada mereka karna kedekatan mereka dengan Tiger dan Nathan.
Dan sekarang disinilah para gadis dewasa yang masih memiliki jiwa jiwa kaum muda itu, di cafe favorit mereka saat kuliah dulu untuk merayakan gaji pertama mereka.
"Bersulang! " Seru Hana dengan mengangkat gelasnya ke udara.
"Bersulang! " balas sahabatnya ikut mengangkat gelas.
Gelas mereka diadu bersama dengan pelan sehingga mengeluarkan bunyi 'ting'. Kemudian mereka minum dari gelas itu, bukan minuman beralkohol, bukan juga minuman soda hanya perasan jeruk saja yang sengaja mereka minta tidak di kasi pemanis agar rasa masamnya membuat wajah mereka ikut ikutan masam.
Kemudian mereka saling menertawai ekspresi wajah mereka saat meminum perasaan jeruk nipis tanpa gula itu.
"Hahahhaaa..." suara tawa mereka melengking indah di cafe itu membuat yang melihatnya tanpa sadar ikut ikutan tertawa.
...........
jan lupa like, vote fan komen yah.
__ADS_1
selamat membaca part part terakhir.😁