
...................
"Baiklah, untuk pertemuan hari ini cukup sekian. Dan jangan lupa tugas makalah untuk pertemuan berikutnya." Nita, dosen di mata kuliah umum bahasa ingris itu menghakhiri pertemuan mereka.
Setelah sang dosen pergi, mahasiswa/i di ruangan itu juga berhamburan entah kemana. Termasuk kelompok cecan diruangan itu yang memilih untuk berkumpul di kantin.
"Ah, bu Nita mah ngak asyik. Dikit dikit cowok, ini itu cowok. Kapan gue pintarnya. Prasaan cowo mulu yang di nilai. Apa gue ganti genre ajah kali yahh?! " Hana memakan baksonya dengan emosi, meluapkan kekesalanya pada sang dosen.
"Hu' u."Lily memayunkan bibirnya lalu mengaduk aduk baksonya malas.
"Tuh dosen emang genit yah." Kiandra menancapkan kuat kuat garpunya pada baksonya. Terlalu kesal mengingat sang dosen yang selalu mendahulukan para kaum hawa dikelasnya.
"Gue kayak balek SD ajah. Dosen pake acara pilih kasi segala. " Hana kembali memasukkan bakso kedalam mulutnya, lalu ia menyerup jus jeruknya hikmat.
Syakila memutar malas bola matanya, "ngak berpaedah lo pada ngebahas dosen yang suka ngebacot itu. Lebih baik bahas yang lain." ucapnya santai seraya menyuapkan bakso pada mulutnya.
Kiandra berdecak, "ck, lo mah santai. Kan lo pintar, lah kita!! cuma bisa ngeluh. "
Syakila menatap Kiandra, ia menaikan alisnya,"wow, kau salah besar nona. Bahasa alien dan sejenisnya bukan bakat gue. Lancar bahasa indonesia aja gue udah syukur, ngak perlu lagi deh pake pande bahasa alien segala."
"Njirrr!!! Bahasa inggris **** bukan bahasa alien taikk! " Hana menatap Syakila gelik. Sedangkan Kiandra dan Lily sudah terkekeh gelik.
Syakila menapat Hana malas, "udah Anjrirr, pake ***** dikatai taik lagi. Sempurna deh umpatan lo ke gue, makin salut banget deh Han ama kata kata kasar lo. Terharu akguhh." setelah mengatalan itu, Syakila memutar bola mata jengkel.
Hana, Kiandra, dan Lily tertawa lepas menyaksikan wajah tak enak dari Syakila. Apalagi saat gadis manis itu semakin kesal karna ketumpahan kuah bakso di bajunya.
"Ettttdah, mereka yang gunjingin dosen, lah gue yang kena karma. Ckk," Syakila melap bajunya yang sedikit terkena tumpahan kuah bakso.
__ADS_1
Hana terkekeh, "itu karma karna lo ngebilang dosen sendiri suka ngebacot. "
Syakila tak menanggapi Hana, memilih menikmati jus jeruknya sambil melihat kesaping kanannya yang kebetulan tembok, tak ingin bertatapa muka dengan para sahabatnya yang sedang mengejeknya habis habisan.
"Dorrrr!!!!"
"Akkkkk.." pekik ke empat gadis itu larna kaget. Bahkan sangking kagetnya, Syakila sampai tersedak minumannya sendiri.
Hana mengelus dadanya, lalu menoleh pada seseorang yang dengan teganya mengagetkan mereka
"Mira!!!" ia membelalakkan matanya karna kembali terkejut.
Syakila, Kiandra, dan Lily sama sama menoleh pada Mira yang sudah duduk di samping Syakila dengan senyum yang merekah.
"Ciee...yang pada rindu ama gueh. " goda Mira membuat para sahabatnya mendengua.
"Ngak kasi kabar lagih." tambah Kiandra.
Mira cengegesan, ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "hehehee, sory guys. Gue sakit selama seminggu."
"What!! " pekik ke empat gadis itu bersamaan.
"Bahasa alien itu. Ganti dong, jangan wat wet wot. Yang lokal, yang lokal.." Protes Syakila membuat Lily, Hana dan Kiandra menoleh padanya namun menganggukkan kepala secara bersamaan.
"Apa!!! " Pekik mereka kembali, meralat pekikan pertama mereka. Mira yang melihat ke abstrakan sang sahabat hanya bisa tabah sambil geleng geleng kepala.
"Biasa aja keles, ada penghuni kantin yang lain juga kalee." Mira menatap para sahabatnya dengan malas.
__ADS_1
"Anggep makhluk halus."ucap Kiandra santai. Lily, Syakila, dan Hana menganggukkan kepalanya bersamaan, menyetujui perkataan Kiandra.
"Trus, lo sakit kok ngak ngabarin kita. Tega kamuhh!! " Hana mendramatis.
Syakila mengangguk polos dengan wajah yang sengaja ia malas malas kan, "persahabatan kita dipertanyakan. " ia ikut mendramatis.
Mira kembali memutar bola matanya, jengah melihat kekonyolan sahabatnya.
"Duh, gue pengen nabok lo pada deh!! " Ucapnya galak, terlalu kesal dan jengah melihat keabstrakan sahabatannya.
"Hehehee.." Syakila dan Hana terkekeh.
"Oke serius, lo kok ngak ngasi tahu kita kalo lo sakit. Kan kita jadi kawatir ama lo, ngak ada kabar. Kita udah kayak istri bang toyib ajah gegara ngak dapat kabar dari lo. "
Kali ini Mira yang cengengesan dengan konyol pada para sahabatnya.
"Pak Marcus ngak bolehin gue pegang hp. Dia juga bilang ke Mama buat ngelarang gue pegang hp, jadi gitu deh. " ia mengacungkan bahunya, lalu menyerup jus milik Syakila membuat si empunya berdecak sebal.
"Trus Pak Memar dimana sekarang?! Kita pengen demo calon cuami lo alias cumi lo. " Syakila bersedekap menatap Mira penuh penuntutan.
"Palingan di ruangannya. " ujar Mira santai, sedangkan para sahabatnya segera berdiri dan berlalu meninggalkan Mira tanpa sepatah kata apapapun.
"Eh kok gue ditinggal?! Tungguin woi!! " teriak Mira yang tak digubris oleh sahabatnya.
.....................
jan lupa vote dan comen yahhh!😁😁☺️
__ADS_1