
Ketiga pria yang memiliki ketampanan diatas rata rata itu selalu membicarakan pengalaman mereka dalam berbisnis jika mereka bertemu danĀ jikalaupun itu mereka bertemu dipesta seperti ini. Dan ketiga pria itu tak lain adalah Marchus, Rafael dan Atif yang merupakan sahabat Marchus dan Rafael.
Sebenarnya sedari tadi, hanya Marchus dan Atif saja yang bertukar cerita. Sedangkan Rafael memilih diam, kadang mendengar cerita kedua sahabatnya kadang juga memerhatikan Lion Queen nya, Syakila. Rafael tak menyangka jika gadis itu kembali berhasil kabur dari darinya, padahal tadi ia hanya meninggalkan gadis itu sebentar untuk mengambil berkas Marchus yang tertinggal di apartnya.
Rafael mengeraskan rahangnya, sepertinya kali ini Nathan adik nya lah yang harus diberi pelajaran mengingat kelancangan adiknya yang membawa kabur Syakila.
"Cik, dasar keponakan bodoh!! " Atif mengumpat saat tak sengaja matanya melihat keponakannya sedang membuat onar. Marchus dan Rafael ikut menoleh, menemukan dua pria yang sepertinya akan berkelahi.
"Nathan, adik kamu El. " Marchus menaikkan alisnya.
Rafael mengacungkan bahunya tak peduli, "Pestamu. Jadi bukan urusanku." Marchus mendengus dan berdecak, Rafael memang spesies manusia yang tak peduli bahkan pada adiknya saja.
Sedangkan Atif mengabaikan keduanya, terlalu fokus pada keponakannya yang tak lain adalah Tiger.
Marchus melihat tunangannya yang sepertinya sedang pusing dan kewalahan menghentikan pertengkaran tersebut. Marchus ingin sekali menyeret gadis nya menjauh dari sana, namun niat nya diurungkan karna melihat gadis itu beserta yang lainnya beranjak dari sana.
Mira dan para sahabatnya kembali menjadi pusat perhatian saat salah satu dari mereka menjerit kesakitan.
__ADS_1
"Argkkkk!! " Syakila memperkuat gigitannya pada tangan Rafka yang kembali berani merangkulnya, bahkan gadis itu tidak merasa bersalah saat pendengar pria itu menjerit kesakitan.
Hana menghentikan aksi gila gadis itu dengan menarik Syakila menjauh dari sana. Setelah gigitan ditangannya lepas, Rafka spontan mengelus tangannya. Pria manis itu menatap nanar pada tangannya yang sudah terdapat bekas gigitan Syakila sangkin kuatnya gigitan gadis itu. Kemudian Rafka menatap Syakila ngeri.
"Kejam!!" Rafka mendramatis.
"Lo kayak vampir ajah. " Bowo menatap sinis pada Syakali.Ia memang tak terlalu menyukai teman Hana karna menurutnya teman Hana itu seperti parasit di hubungannya dengan Hana.
Syakila yang mood nya belum membaik menatap pria itu tajam, "seandainya gue vampir, gue bakalan lebih dari ngegigit teman lo. Gue bakalan gak segan buat copot jantungnya trus gue remukin."
"Tapi lo berdua tenang ajah. Gue bukan vampir, gue masih manusia." lanjut gadis manis itu, kali ini dengan nada yang sedikit santai.
Bowo dan Rafka seketika menghembuskan nafas legah. Seandainya gadis benar-benar vampir, mereka yakin merekalah yang akan menjadi korban pertama gadis itu. Karna telah membuat gadis manis itu terganggu.
Lily menarik Syakila dari depan Bowo dan Rafka, gadis imut itu menyodorkan minuman ditangannya pada Syakila, "minum! Biar tenang. Syaki ngak boleh marah marah. Ingat!! Kita lagi di pesta Mira." Gadis imut itu mengoceh membuat Syakila yang sedang minum memutar bola matanya malas.
"Kalo ngak dipesta Mira berarti gue boleh marah marah nih. " Syakila menatap Rafka kemudian melempar botol minum ditangannya.
__ADS_1
Syakila tersenyum saat lemparannya mengenai jidat Rafka. Sedangkan Rafka hanya pasrah sembari menatap Syakila cemberut.
"Syaki!! " peringat para sahabatnya tersebut saat melihat gadis itu melempar Rafka dengan botol minum.
"Apa? " Syakila menatap satu persatu sahabatnya dengan tampang polos yang membuat para sahabatnya tersebut geregetan serta gemas pada nya.
Syakila memutar bola matanya jengah saat melihat sahabatnya masih menatapnya. Syakila berjalan ke arah Rafka kemudian menyodorkan tangannya, "Syaki minta maaf sama Rafka karna udah gigit tangan Rafka. " ujarnya sengaja memperimut suaranya, trik agar cepat dimaafkan.
Rafka langsung menyambar tangan Syakila dan melayangkan senyum lebarnya, "karna babang Rafka yang tampan dan baik hati, jadi Syakila yang cantik dan imut babang tampan maaf kan."
Syakila membuat ekspresi seolah ingin muntah sembari menarik tangannya dari Rafka.
"Puass!! " Syakila menatap sahabatnya dengan kesal. Sedangkan Mira, Lily, Hana dan Kiandra mengacungkan jempol mereka pada Syakila.
Ditempat lain, Rafael menggeram tak suka saat melihat Syakila-nya bersentuhan dengan pria lain. Ingin sekali tadi ia menyeret dan membawa paksa gadis itu dari sana. Namun ia tidak ingin semakin membuat pesta pertunangan sahabatnya ini semakin ricuh.
***
__ADS_1