
"Duh..queen tidur,bisa ngak jangan ganggu."Hana dan Kiandra juga ikut ikutan terganggua.Para gadis itu menatap kesal pada Syakila yang juga menatap mereka dengan bertopang dagu sambil tercengir.Tanpa merasa berdosa dan bersalah,Syakila meminum coklat panasnya dan kembali melanjutkan gamenya serta penutup telinga yang volumenya sengaja ia kuatkan agar tidak mendengar omelan para temannya.
"Dia memang menyebalkan."Ucap markus terkekeh,membuat temannya menatapnya.
Ia akui ,Syakila memang sangat menyebalkan tapi jujur ia akui juga gadis itu gadis yang baik dan menyenangkan.Dan ia juga sudah menganggap Syakila seperti adik perempuannya.Apalagi dirinya sudah lama menginginkan seorang adik.
"Sepertinya mereka belum menyadari keberadaan kita."Tukas Marcus ,yang tidak mendapat respon dari temannya.Dan percayalah,Marcus sudah kebal dengan tingkah songong temannya yang satu ini,jadi Marcus tidak mempermasalahkan nya.
"Anjay..,kita di kacangin woi."ucap Hana tek terima perlakuan Syakila.
"Serbu woi..."Kiandra mengambil bantalan sofa,lalu melemparnya pada Syakila.
Syakila yang dilempari bantal,menatap sahabatnya kesal.Karna gegara ia dilempari bantal ia jadih kalah kembali.Syakila meletakkan hp nya, mengambil bantal yang dilemparkan padanya tadi lalu melemparnya balik.Bantal itu tepat mengenai wajah Hana,Syakila terseyum puas.
"Syakila....!!" Teriak Hana tidak terima.Ia berdiri lalu mengambil bantal di sampingnya dan berjalan menghampiri Syakila.
Mira ,Kia dan juga Lily melakukan hal yang sama dengan Hana.Syakila memucat melihat teman temannya yang datang menghampirinya dengan berapi api.
"Widih...keroyokan.Duh,kalian ketahuan banget suka nonton power renger deh,jadi suka keroyokan gini."Syakila berdiri dan mencari cela untuk kabur.Dan disitulah matanya menangkap sosok Marcus yang berdiri dengan bersedekap,menatap mereka dengan senyum gelik.
"Eh...pak Memar.Ada pak Memar woi."ucap Syakila meyakinkan.
"Alibi lo pasaran,Sya."Mira berhenti tepat di depan Syakila menatap garang gadis itu.Syakila menegug salivanya kasar.Kini ia hanya bisa melayangkan cengiran nya konyol.
"Beneran!!"Syakila mengangkat jarinya yang berbentuk huruf' v '.
__ADS_1
"Bacot!!,serang aja woi.."dan dengan membabi buta para gadis yang tengah kesal karna tidurnya diganggu menyerang Syakila tanpa ampun.Sebisa mungkin Syakila menghindar,tapi tetap saja ia terkena serangan juga.Saat pukulan itu mengenai tangannya yang terkena plintir ,Syakila meringis sakit.Jelas saja,karna pria bule itu memelintir tangan Syakila lumayan kuat.
"Aiss..sakit."Syakila meringis ,namun diabaikan temannya yang terlanjur seperti kesurupan."pak Memar...bantuin woi..,jangan diam ajah.Aduh..tangan gue sakit,woi.."Ia kembali meringis saat bantal Kiandra mengenai lengan tangannya yang terpelintir.
Kiandra menghentikan pukulannya saat ia benar benar melihat Syakila kesakitan dan berusaha melindungi lengan tangan kanannya.Tapi tidak dengan Mira,Hana dan Lily yang masih menyerang Syakila membabi buta.
"Mira!."Dan seketika serangan itu berhenti.Dengan serempak mereka menoleh kebelakang mendapati Marcus dan seorang pria dewasa tengah berdiri menatap mereka.
Para gadis itu mengaga,terkejut sekaligus kagum pada makhluk tampan disamping Dosen mereka.Pria di samping Marcus itu benar benar sempuran menurut mereka ,yah..walau tidak ada yang sempurna didunia ini.
"Kenapa bengong? Kalian tidak lanjut bertengkarnya." Para gadis tersadar dari keterpesonaan mereka pada makhluk disamping Marcus, mereka saling pandang pandangan.
Marcus menatap Mira intens ,lalu beralih pada Syakila yang memucat dan panik.Gadis itu mengeser pelan tubuh nya kesamping,berniat melarikan diri.Yang membingungkan Marcus adalah ia tidak pernah melihat gadis itu dengan raut wajah sangat panik seperti itu.
"Syakila,kau mau kemana?."Kini semua mata mengarah pada Syakila.
Syakila mengayunkan kaki kanannya,lalu menggaruk tengkuknya dan beralih pada pipinya.
Kemudian gadis itu menunduk menatap lantai ,dan tiba tiba mendongak sambil mengangkat jari telunjuknya seolah mendapat ide,"ha.." Gadis itu kembali menggaruk kepalanya ,lalu menggigiti kuku nya sambil mondar mandir membuat semua orang kebingungan melihatnya dan tanpa terpikir oleh mereka, Syakila langsung lari kekamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan kuat.
Marcus ,Mira dan Lily sampai ngelus dada sangking kuatnya.
"Dia kenapa lagi? " ucap Kiandra menatap pintun kamar Syakila ngeri.
Mira,Kia ,Lily dan Hana bertukar pandang.Mereka seolah merasa dejavu,karna untuk kedua kalinya sahabat mereka itu bertingkah sangat aneh.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari ,Rafael tengah tersenyum devil.Tak menyangka akan bertemu dengan gadisnya disini.Dunia memang sempit atau takdir yang ingin selalu mempertemukan mereka.
"Ekhemm."Marcus berdehem,berusaha menyita perhatian penguni rumah itu.
Mira menepuk jidatnya ,ia benar benar lupa jika Marcus masih di kontrakan,"Si..silakan duduk,pak."
"Humm."Marcus berjalan menuju sofa lalu duduk disana.Rafael juga melakukan hal yang sama,namun matanya masih tidak mau lepas dari pintu kamar gadisnya.
"Mau minum apa,pak."Kia berusaha berlagak sopan,bagaimanapun Marcus dan pria tampan itu sedang bertamau .
"Mau minum apa,Raf ?." Marcus berdecak melihat Rafael yang hanya menatapnya datar ,tanpa menjawabnya.Pria itu sudah kembali ke mode dingin dan malas berbicara.
"Terserah saja."Ucap Marcus pada akhirnya.Kia segera melesat ke dapur bersama dengan Lily.
"Umm..bapak ada perlu apa ya sampe datang ke sini?" Ucap mira membuka suara.
Marcua tidak langsung menjawab,ia terlebih dahulu menatap Mira,"Saya tadinya mau mengajak mu membwli cincin untuk pertunangan sekaligus pernikahan kita.Tapi sepertinya tidak jadi.Saya lihat kalian sedang kelelahan,jadi besok saja setelah pulang kuliah."
"Hehee...bapak peka juga.Tapi sekarang juga tidak papa kalo bapak keburu."Mira tercengir.
Marcus menaikkan alis kanannya ,menimang nimang perkataan Mira."Baiklah."putusnya.
Tidak lama Kiadra dan Lily datang membawa napan berisi dua gelas coklat panas dan cemilan.
"Silahkan!."Lily mempersilahka.Ia kemudian mengundurkan diri dengan sopan.
__ADS_1
.............®©.............