
Menurutnya dare darinya tidak ada yang terlalu berat.Syakila menghela napas pasrah,ia segera bangkit dari dudukannya .Ia berjalan keluar ,matanya mencari cari mangsa untuk dijadikan uji coba dare dari teman temannya.
Tak sengaja matanya menangkap seseorang yang yang tengah menatapnya,tapi sayang Syakila hanya dapat melihat kening dan matanya saja karna wajah yang ia yakin seorang pria itu terhalangi oleh kaca jendela dari mobil yang sedangkan orang itu naiki .Syakila mengacukan bahunya masa bodo,toh ia tidak mengenal pria itu.
Kembali matanya menelusuri jalanan,berharap ada cowok yang bisa diajak kerja sama.
Dan ketemu.
Syakila melangkah mendekati pria berkemeja kotak kotak itu.Ia tersenyum senang,karna ia yakin cowok itu tidak akan menolak permintaannya karna cowok itu adalah salah satu teman adik nya,Harun.
Syakila menepuk bahu cowok itu,membuat siempunya menoleh,"Hai..,temannya Harun kan?"Cowok itu menatap Syakila bingung,tapi tetap saja menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Gue kakaknya Harun."cowok itu sedikit kaget,ia menatap Syakila meneliti,"kak syaki,yah.."ucap cowok itu akhirnya bersuara.
"Hehe..iyah.Begini dek,boleh ngak gue minta bantuan ama lo?mudah kok."
"Bantuan apa kak?"
"Cuma poto selvi sama lo,gue rangkul lo biar kayak kakak ama adek gitu.Nah,tuh poto buat tugas kuliah kakak," alibi Syakila.Walau merasa aneh cowok itu menganggukkan kepalanya.
Syakila menatap puas pada hasil selvinya dengan teman adiknya itu.Ia terkekeh gelik,dalam hati ia senang luar biasa.Ternyata dare dari temannya itu sangat mudah,syukur juga para temannya itu memilih pulang duluan sehingga mereka tidak protes pada Syakila yang berselvi ria dengan teman adiknya.
"Hehehe...."ia kembali terkekeh gelik, membayangkan raut kekalahan para temannya itu.Senyumnya masih mengembang,Syakila benar benar tidak sabar untuk sampai ke kontrakannya untuk menunjukkan hasil poto nya pada temannya.
__ADS_1
"Argkkkk.."jerit Syakila ,karna tiba tiba seseorang memelintir tangannya."Adu..adu aduhhh..sakit woii."ringisnya.
Orang yang memelintir tangannya itu,memutar tubuh Syakila dengan sekali putaran.
Syakila memegang kepalanya yang pusing akibat terlalu kencang berputar.
'Gilak nih orang ,tadi melintirin tangan gue sekarang seenak jidat mutar murat gue .Dikira gue baling baling bambu apah!'umpatnya dalam hati.
Syakila mendongak,mulutnya sudah gatal untuk menyumpah serapai orang gilak yang berlaku seenak jidat padanya.Namun niatnya diurungaknnya,matanya berkedip kedip memandang seorang pria didepannya.Ia menatap pria itu dari atas ke bawah lalu kembali berhenti tepat pada wajah pria itu.Rahangnya terbuka lebar,andai rahang seperti mangga bisa terjatuh maka saat ini rahangnya juga sudah terjatuh.Bagaimana tidak?,Sekarang seorang pria dewasa yang sangat tinggi semampai serta tampan luar biasa tengah berdiri dihadapannya.Rambut pria itu hitam sama sepertinya,alis nya yang tebal,mata yang tidak sipit dan juga tidak terlalu bulat dengan iris coklat tua kelam,hidung mancung,bibir ..ouh seksi,serta garis rahang yang tegas.Bagai penggambaran pria di novel novel saja.
' Duh..ini manusia apa dewa sik?,tampan amat.Itu lagi matanya ya Allah ,natap gue tejam bener kaya gue maling bini nya ajah.Duh..ni bule kesasar kalik.Aiss..cara ngomongnya gimana nih.Bahasa ingris gue kan parah abis.' Syakila membatin.
__ADS_1