Couple Soulmate

Couple Soulmate
52


__ADS_3

Author pov


      "Li, buka pintunya dongg. Keluar Li, kita makan malam yahh. " pinta Syakila entah sudah keberapa kalinya namun Lily enggan keluar.


"Li, lo kenapa? kalo ada masalah bilang sama kita. " Hana ikut membujuk Lily.


Kiandra berdecak, "Lily kenapa sik, kok ngurung gini sik? "


"Ngak tahu." Syakila mengacungkan bahunya.


Tiba tiba Lily keluar, ia menatap satu persatu sahabatnya. Pandangannya berhenti pada Syakila, ia memandang Syakila tak suka lalu mengalihkannya cepat pada yang lainnya. Namun Syakila sempat menangkap raut tak suka itu.


"Maaf, Lily tadi ketiduran." Bohongnya.


Kiandra menganga lalu memandang horor pada Lily, "gilak lo, tidur dari asar sampe isa. Lo ngak solat dong?? "


Lily meringis lalu melayangkan cengirannya, "hehehe, sori sori. "


"Ck, kita udah kawatir tau ngak." ujar Syakila yang sedikit kesal.


"Kan Lily ngak nyuruh. " jawab Lily bernada tak suka tanpa menatap Syakila.


Syakila mengeryit, ia melihat Lily dari atas sampai bawah, lalu berhenti tepat diwajahnya, "gue salah apa sama lo, hah? " Syakila bertanya dengan nada kalem namun tersirat kemarahan.


Yah,syakila memang tidak suka jika ada orang yang mendiami atau marah atau kesal dalam artian benci tanpa ia tak tau penyebabnya.


"Eh, lo kenapa sik Sya. Sensi amat." Hana berkata sedikit kesal, tak menyadari perasaan kecewa tengah menguasai Syakila.


Lily menatap Syakila, ia menegang melihat pancaran mata Syakila yang memancarkan kekecewaan yang mendalam. Tapi seharusnya kan ia yang kecewa, kenapa ini malah Syakila?


Lily berusaha mengabaikan Syakila, ia menatap Hana dan Kiandra lalu tersenyum ngirang layaknya seperti biasa, seperti tak ada masalah.


"Kita makan yaa. Lily lapar!! " ujarnya yang mendapat anggukan dari Hana.


"Ayo Sya." ajak Hana, namun Syakila tidak bergeming dari tempatnya. Ia masih menatap Lily.


"Soal Nathan yahh? " Tebaknya dengan benar. Kiandra dan Hana mengeryit tak paham namum beberapa detik memudian mereka memahaminya. Sedangkan Lily membeku di tempatnya.

__ADS_1


"Ouh jadi tebakan gue bener, lo benci, marah sama gue karna Kak Nathan. Cih, gue pikir lo bakalan percaya sama gue. Nyatanya gara gara cinta lo sama Kak Nathan yang baru lo kenal, lo ngorbanin persahabat kita."  Syakila menatap Lily yang diam dengan perasaan yang terluka.


Rasanya ia begitu kecewa pada gadis yang selama ini ia anggap sahabat dan saudara tapi nyatanya tak begitu mempercayainya.


"Persahabatan??? Persahabatan apa Sya yang kamu bilang. Syaki itu pembohong besar, tau ngak. Kamu bilang gak ada hubungan sama Kak Nathan tapi nyatanya apa?! dulu kamu pacaran sama Kak Nathan dan sekarang kamu pengen balikan. Kamu bilang aku harus perjuangin cinta aku, tapi kamu malah rebut Kak Nathan dari aku. Padahal kamu tau kalau aku suka sama Kak Nathan. Aku udah percaya sama kamu tapi kamu nya emang yang ngak pantas buat dipercayaain. Kamu pura pura baik kan selama ini sama aku, iya kannn. Biar aku bisa kamu kelabuhi. Wow!! dan sekarang kamu berhasil, selamat. " Lily bertepuk tangan sembari menatap Syakila marah, kecewa, dan perasaan lainnya.


"Maksud lo apaan sik Li?! Perasaan gue ngak perna bohong sama lo."


"Ngang bohong apanya, ini buktinya. " Lily segera mengambil poto itu dan mengangkatnya tepat diwajah Syakila. "Dari situ ajah udah jelas, kalau kamu emang suka sama Kak Natnan."


Syakila merampas poto itu dari Lily, ia mengeryit tak mengerti bagaimana bisa Lily mendapatkannya. Syakila kembali mendongak dan menatap Lily saat gadis itu kembali bersuara, kali ini dengan parau dan lirih.


"Seandainnya kamu jujur, aku ngak akan sesakit ini Sya. Aku pasti usahain kok buat relain Kak Nathan sama kamu. Tapi kenapa harus bohong Sya?! Kenapa?! hick...hick... hick... kenapa Sya? Kamu yang bilang kalau kita sahabat tapi, kenapa kamu bohong? Ji...jika kamu jujur waktu itu mungkin aku ngak akan seberharap ini Sya,, ngak akan. Kamu jahat Sya, jahat. Hick...hick...Ag...aguhh aku hick nyesel punya sahabat kayak kamu.


"


Plak!!


Karna terlalu emosi, Kiandra menampar pipi Lily berharap agar gadis itu sadar dari kebodohannya.


Lily menatap nanar pada Kiandra lalu ia memegang pipinya yang panas akibat tamparan Kiandra yang cukup kuat. Lalu ia menatap benci pada Syakila.


Satu bulir air mata Syakila lolos, yang ia biarkan jatuh begitu saja. Sekarang Syakila hampa, hatinya begitu perih mendengar perkataan terakhir Lily pikirannya tiba tiba kosong yang ada hanya kata kata Lily tadi yang memutari otak nya.


"Gue emang ngak pantas." ucapnya lirih lalu menundukkan kepalanya.


Kiandra dan Hana yang mendengar penuturan Syakila tadi membuat mata mereka memanas dan meloloskan cairan bening. Mereka mendekati Syakila lalu memeluk gadis itu.


Dalam pelukan Hana dan Kiandra yang menangis, Syakila hanya diam mematung tak bersuara tapi dengan air mata yang ia biarkan  mengalir.


"Maaf. Kita ngak bisa jadi sahabat baik buat lo. " Hana menghapus air matanya yang lagi lagi turun.


"Sya maafin gue Sya! gue..gue..ngak bisa lindungi lo dengan baik hick hick."


Hana dan Kiandra mempererat pelukannya, lalu menangis di pundak Syakila yang diam menatap nanar kedepan.


...........

__ADS_1


"Arrggg, kenapa sesakit ini ya tuhannn. " jerit Lily meluapkan marah dan rasa sakitnya.


"Padahal aku udah percaya sama kamu, Sya. Hu..hu.hu.." Lily memeluk guling nya lalu menenggelamkan wajah nya disana .


...............


  "Apa???? " Mira membulatkan matanya mendengar cerita dari Hana.


Hari ini mereka tengah di kampus sedangkan Lily memili tidak masuk kampus begitu juga dengan Kiandra, entah gadis itu punya alasan apa.


Syakila mengaduk jus nya tak minat. Ia masih memikirkan Lily yang bahkan belum tentu memikirkannya sedikitpun. Perkataan gadis itu benar benar membuatnya sakit hati. Ia bahkan tak menyangka gadis se imut dan semanis itu akan bisa menguarkan kata kata se menyakitkan itu.


"Sya.."


"Humm. " Syakila menatap Mira dengan senyum paksa dibibirnya.


"Maaf!! Maaf, Sya. Pliss maafin gue yang ngak ada di saat lo lagi butuh. Maafin gue, Sya." Mira memeluk s


Syakila lalu menumpahkan air matanya disana.


"Ehh kok lo nangis sik. Ehhh jangan nangis napa." Syakila berpura pura kesal.


"Maaf.." lirih Mira yang benar benar merasa tak berguna sebagai seorang sahabat.


"Cup..cup..cup.., anak cantik jangan nagis yahh. Soal semalam di lupain ajah. Dan lo, lo bakalan jadi sahabat baik buat gue Mir."


"Tapi..-"


Syakila segera memotong ucapan Mira,"udah lupain ajah."


Mira menghela napas pasrah lalu menganggukkan kepalanya. Kemudian ia mengembangkan senyumnya.


"Senyummm!! " ucapnya dengan senyum yang mereka dibibirnya membuat Hana dan Syakila ikut tersenyum lalu mereka tertawa bersama.


............


jan lupa like, vote dan komen yah.

__ADS_1


😁😁😁😁


__ADS_2