
Marcus menatap Mira ,lalu mahluk halus disampingnga.Entah Marcus harus bersykur Syakila disini atau tidak ,karna gadis itu menyelamatkannya dari penolakan Mira sekaligus menjebaknya.
"Saya setuju."ucapnya yakin.Matanya tidak lepas dari Mira yang sudah salah tingkah.
Marcus menyeringai melihat tingkah Mira,gantian sekarang gadis itulah yang terjebak."Sekarang giliran kamu,setuju atau tidak,nak."Mira menatap ibu dan ayah nya sejenak ,dan ia.................. mengangguk.
Mira melotot,sungguh tadi ia tidak sengaja mengangguk tapi ada seseorang yang mendorong tengkuknya sehingga dengan cepat ia mengaggukkan kepalanya.Mira menoleh pada Syakila,mungkin teman somplak nya itu yang melakukannya.Mungkin tidak,karna Syakila kini tengah bertos ria dengan Arum.
Dengan gerakan kaku,Mira menoleh pada Marcus lalu beralih pada tangan markus yang bertengger pada kursinya.Mira kembali menatap Marcus yang juga menatapnya dengan senyum kemenangan.
' sial!!,gue di kerjai dogan.Sialan emang,pake acara senyum lagih.Buat gagal fokus ajah.Anjay...'batinnya ,lalu memuskan kontak mata dengan sang dogan .
.............
"Benarkah? " Kiandra, Lily dan Hana menatap Mira dan Syakila bergantian.Sekarang mereka berada di kontrakan.
Syakila mengacukan bahunya, ia memilih merebahkan tubuhnya di kasur.Mira berdecak,lalu ikut berbaring di samping Syakila,"ngapain gue boong,sik." Ia menghela nafas ,lalu memilih memejamkan matanya.
__ADS_1
"Yaelah ..,pelit amat .Cuma cerita doang,woi!! " Hana bersedekap,lalu menatap Mira sebal.
"Mira takut kali lo jadi pelakor.Kan lo suka ama pak Memar."tutur Syakila,masih dengan berbaring.
Semua tertawa,kecuali Hana.Ia mencabik kesal menatap Syakila yang tersenyum devil dengan mata terpejam,"Hei queen tidur,lo bicara apa sik.Omong kosong tau ngak!! "
"Acieee...,yang ketahuan jadi calon pelakor!!" Hana semakin kesala saja,ia menatap malas teman temannya yang tengah tertawa meledeknya.
" Cukup.Ihhh..."ia menghentakkan kakinya,lalu duduk dengan cepat didekat ranjang Syakila."Emangnya kalian rela apa ,gue jadi pelakor."tukasnya dengan menatap sahabatnya galak.
"Bisa jadi." Ucap Kia santai."Makanya suka dalam porsi yang pas aja."lanjutnya.
Kia hanya terkekeh,"Hehehhee.."
Lalu mereka tertawa dengan bersamaan.Setelah itu mereka lanjut saling melempar candaan,menghabiskan sepanjang malam dengan tawa.Menghiasi malam mereka dengan indah dan bahagia,sekejap melupakan masalah kampus dan keseharian mereka.
.........................
__ADS_1
"Kumpulkan tugas makalah kalian ,sekarang!" Perintah Marcus pada mahasiswa nya.
Para mahasiswa berbondong bondong mengumpulkan tugas makalah mereka.Begitu pula dengan Mira dan sahabatnya.
"Nitip,njrit!" Kia meletakkan makalahnya diatas makalah Mira.
"Gue juga deh,males kedepan." Hana mengambil makalah Syakila ,lalu meletakkan makalahnya dan milik Syakila ke atas makalah Mira.
Mira mendengus,kebiasaan para temannya memang selalu begitu.Ia lalu menoleh pada Lily," lo ngak nitip juga,nih."Lily menggeleng, kemudian tersenyum manis kearah Mira.
Mira dan Lily mengantar makalah mereka bersama dan kembali kebangku masing masing.Saat masih didepan tadi,Mira dan Marcus sempat melirik satu sama lain.
.........
Para gadis itu sekarang sedang berada di kantin.Mereka membicarakan pejodohan Marcus dan Mira sambil menyantap makanan masing masing.
"Trus,kalian nikahnya kapan? "Hana menyuapkan bakso kedalam mulutnya,ia menatap Mira menunggu di respon.
__ADS_1
"Nikah 2 bulan lagi,"jawab Mira singkat,kemudian menyerup es teh manisnya.Para sahabatnya ,kecuali Syakila hanya ber oh ria.
jangan lupa like dan coment yah