
Kiandra melotot, dan spontan menutupi wajahnya yang mengundan gelak tawa Syakila, Hana dan Tiger.
...............
"Tunggu, Sya!" Syakila mengurungkan niatnya turun dari mobil, ia menoleh pada Nathan yang memang duduk di sampingnya.
Nathan mengambil kotak dan langsung memberikannya pada Syakila,"pakailah! "Ujarnya.
Syakila mengeryit sebentar kemudian membuka kotak itu dan menemukan heels hitam yang begitu elegan dan cantik namun terlihat mengerikan dimata Syakila. Syakila menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "ini apaan yah? " tanyanya dengan tampang bodoh.
Nathan menatap Syakila datar lalu meraih heels di pangkuan Syakila, "ayo!!" ajaknya.
Ia jadi tidak mood memaksa Syakila untuk mengenakan heels dari kakak nya Rafael.
Syakila kembali menggaruk tengkuknya, heran karna sikap Nathan yang tadi nya menyuruhnya memakai heels lalu Nathan malah membawanya, namun ia juga segera turun dari mobil.
"Aihhh, tumit siapa sik Nat? " Tiger menatap Nathan bertanya tanya.
"Syakila." Nathan berkata datar.
Seketika semua menoleh pada Syakila yang sedang mengamati rumah Mira yang sudah ramai oleh tamu undangan. Syakila yang merasa diperhatikan menoleh pada para sahabatnya, "paan?"
"Itu punya lo." ujar hana seraya menunjuk heels ditangan nathan.
Syakila menatap horor pada Hana. Sejak kapan ia memiliki heels, apalagi heels nya runcing begitu, "bukan lah."
"Ayo masuk, Mira pasti udah nungguin." tambahnya yang mendapat anggukan dari para sahabatnya.
Syakila berjalan terlebih dahulu, disusul oleh Hana yang terus mengoceh seputar makanan dan kiandra serta Tiger dibelakang yang membawa kotak hadia besar.
Sedangkan Nathan masih diam ditempat memperhatikan seseorang yang berjalan pelan didepannya. Nathan tersenyum miring lalu berjalan cepat. Setelah ia disamping Lily, ia memperlambat laju jalannya kemudian ia menggenggam tangan mungil gadis itu membuat si empunya tergelonjak kaget.
Lily tergelonjak kaget saat merasakan tangannya di genggam seseorang, seketika gadis itu menoleh, "Kak Nathan?! " ujarnya dengan nada kaget.
Nathan mengabaikan ekspresi kaget dari gadis imut didepannya itu, "lo cantik. " ucapnya tiba tiba, membuat lily yang deg deg kan semakin deg deg kan.
Percayalah, berada didekat Nathan selalu membuat Lily deg deg kan dan gerogi.
Setelah mengatakan itu, Nathan melepaskan genggamannya dan berjalan mendahului Lily membuat gadis itu bingung sekaligus kecewa.
Lily menatap tangannya yang sudah dilepas oleh nathan, dan beralih pada Nathan yang sudah jauh didepannya bahkan kini pria itu sudah di samping Syakila.
'Kak Nathan buat Lily bingung. Kadang kadang Kakak begitu perhatian sama Lily kadang kadang kak nathan bahkan tak menganggap Lily ada. Tapi tak apa, Lily akan berjuang karna disini lily lah yang mencintai Kakak. Cinta sepihak. ' Dewi batin gadis itu.
Lily tersenyum kecut melihat Syakila yang menggerutu kesal dan Nathan yang menampilkan raut wajah senang menatap Syakila yang sedang menggerutu. Kapankah ia berada di posisi seperti Syakila yang selalu mendapat perhatian dari Nathan dan diistimewakan.
__ADS_1
...................
"Bagaimana para saksi, sah? "
"Sah!"
"SAH!! " teriak Hana dan Syakila paling kuat karna terlalu semangat.
"Alhamdulillah."
Acara ijab kabul Mira dan Marcus selesai, di akhiri oleh doa, Mira yang mencium tangan Marcus dan sebaliknya Marcus yang mencium kening Mira yang sudah sah menjadi istrinya.
Acara selanjutnya beralih ke acara resepsi. Dimana Mira dan Marcus sudah berada di pelaminan, sedangkan para sahabat Mira sedang asyik menyantap hidangan pernikahan Mira.
"Tiba tiba jiwa anak kos ku meronta ronta." Hana menatap Syakila bertanya tanya.
"Kita bungkus." ujar gadis itu membuat Hana yang sedang mengunyah makananya jadi tersedak.
Hana terbatuk, "uhuk uhuk," ia dengan cepat menegung minum di depannya.Lalu ia menatap Syakila yang sedang tercengir padanya.
"Gilak lo! " ujarnya tak percaya.
"Ide lo bagus, ****. Gue bahkan ngak kepikiran kesitu. Wahhh.." tambah Hana dengan ekspresi senang.
"Aelahh, rupanya para buto ijo itu sedang disini toh. Lagi makan lupa ama tujuan, kelaperan yahhh?? " ucap kiandra yang baru datang bersama Tiger dengan nada sindiran.
Syakila dan Hana cengar cengir, "hehehhee, makanan disini menggoda sik. "
Kiandra memutar bola matanya jengah, "cik, ayo!! kita temui Mira dulu baru makan."
Hana dan Syakila bergegas berdiri lalu menghormat pada Kiandra dan Tiger.
"Siap komandan." ucap mereka lantang, lalu mereka berdua melangkah ala ala anggota paskibra.
Sedangkan Tiger dan Kiandra menepuk jidat mereka kemudian mengikuti kedua makhluk tuhan yang rada gila itu dari belakang.
.....................
"Wah, selamat bro! " Atif menyalam Marcus lalu merangkul sebentar. Setelah Atif beralih ke Rafael yang mengucapkan selamat.
"Selamat." ucap Rafael singkat.
Marcus berdecak, sahabat nya yang satu ini memang selalu begitu. Datar, datar, cuek, cuek, dingin ,dingin, dingin, dingin dan dingin.
"Selamat Pak Marcus." Bahkan adik dari pria itu pun sama, sama sama datar dan irit bicara.
__ADS_1
"Humm! " Marcus hanya berdehem.
"Kak Nat, Syaki sama yang lainnya mana? " tanya Mira yang tak melihat keberadaan para sahabatnya semenjak ijab kabul tadi selesai.
"Itu! " tunjuk Nathan lewat tatapannya pada Syakila dan Hana yang baru datang dengan berjalan ala ala paskibra. Dan dibelakang dua mahluk astral itu ada Tiger dan Kiandra yang menepuk jidat melihat kegilaan dua sahabatnya.
"Syakila sama Hana," Lily yang berdiri di samping Nathan melogo menatap ngeri ngeri sedap pada Hana dan Syakila.
"Hentiiiiiii.......grak! " komando Hana lantang menghentikan langkah Syakila dan ia sendiri.
Marcus menatap Rafael dengan senyum sinis nya, "calon istri seorang pemilik perusahan besar A.Smith grup' memakai sendal jepit saat menghadiri pesta pernikahan, cih lucu sekali. " ejek Marcus yang hanya dihadiahi tampang datar dari Rafael.
"Saya bahkan telah membelikan heels seharga separuh biaya pesta mu ini untuk Syakila agar kau tidak merasa terhina karna gadis ku itu memakai sendal jepit kesini. " Berbalik Rafael yang kini tersenyum sinis. Sedangkan Marcus mendengus kesal, tak Rafael maupun Syakila selalu bisa membuatnya tak berkutik. Benar benar pasangan yang serasi.
"Kemarilah Syakila! " Syakila menoleh pada Rafael.G adis itu mengedipkan matanya beberapakali baru beranjak menggampiri pria yang benar benar sungguh sangat tampan itu. Apalagi ia baru menemui pria itu kembali setelah satu minggu tidak bertemu.
"Ada apa, Kak? " Tanyanya.
Namun bukannya menjawab Syakila Rafael malah berjongkok dan menarehkan tangannya pada Nathan yang berdiri disampingnya. Dan Nathan dengan cepat memberikan heels yang ia bawa bawa sedari tadi pada sang Kakak.
Dengan lembut dan penuh perhatian, Rafael memasangkan heels tersebut pada Syakila membuat gadis itu menatap horor bercampur tak enak pada Rafael. Namun dalam lubuk hatinya ia begitu senang karna Rafael lembut dan perhatian padanya.
Sedangkan para tamu undangan menatap pada mereka dengan berbagai prasangka. Ada yang iri, baper, kagum, takjub, tak suka, bahkan marah karna bukan dirinya yang berada di posisi Syakila.
"Tidak baik memakai sendal jepit ke pesta semewah ini Syakila." Ujar rafael setelah selesai memasang heels gadisnya, ia menatap Syakila datar yang juga menatapnya dengan dahi mengerut.
Syakila mencerna perkataan Rafael, mungkinkah pria itu merasa malu pada nya yang memakai sendal jepit. Tapi Syakila kan bukan siapa siapanya, lagian mereka tidak memiliki hubungan apapun jadi Syakila bebas mau bagai mana tanpa memikirkan tindakannya akan memalukan Rafael.
Walau Syakila berusaha mengabaikan dan tak peduli pada perkataan Rafael, namun ia tak menyangkal jika ia sakit hati dengan perkataan pria itu. Seberapa besarpun ia mengelak dengan mengatakan mereka tidak ada hubungan dan sangkut pautnya, tapi tetap itu tak bisa menutupi sakit hatinya akibat perkataan dari Rafael.
"Widihhh Sya!! lo makin cantik deh pake tumit. " ujar Hana entah sudah sejak kapan di dekat Syakila. Gadis yang mendapat pujian itu hanya cengengesan sambil menggaruk garuk pipinya pelan.
Syakila kini kembali ceria dengan bercanda bersama para sahabatnya melupakan perkataan Rafael padanya tadi. Ia bahkan sudah tak peduli lagi jika pria itu terus memerhatikannya.
Rafael memperhatikan Syakila yang begitu terlihat sempurna di matanya, sangat indah dan cantik. Menarik sekali membuat Rafael menutup mata pada gadis lain.
Ia mengalihkan tatapannya pada sang adik yang juga tengah memerhatikan seorang gadis yang ia ingat namanya Lily. Rafael mengangkat kedua alis nya, sepertinya ada sesuatu antara adiknya dan gadis itu tapi itu bukan urusannya. Rafael mengabaikan kelakuan Nathan dan memilih meletakkan sendal jepit milik gadisnya di tangan sang adik.
Spontan Nathan menoleh pada Rafael, ia menatap sang Kakak ingin memprotes, "bang!! "
Namun Nathan mengurungkan niatnya yang ingin protes kala sang kakak menatapnya tajam. Ia hanya menatap sandal itu nanar lalu berdecak.
.................
jan lupa vote, like dan coment yahhh😁
__ADS_1