CRAZY LOVE 2 (Obsesi Pria Dewasa)

CRAZY LOVE 2 (Obsesi Pria Dewasa)
Menang/Kalah?


__ADS_3

"Ini indah sekali." Gumam Syene takjub dengan pemandangan indah di depannya.


"Kau suka?" Tanya Griffith berdiri di belakangnya.


"Suka sekali. Terima kasih." Syene mengangguk semangat.


"Jika ingin berterima kasih, maka teruslah tersenyum hanya untukku." Griffith memeluk Syene dari belakang.


"Tuan Griff aku..."


"Panggil aku Griff!" Titah Griffith memotong perkataan Syene.


"Maaf, Griff." Syene akhirnya pasrah membiarkan Griffith memeluknya dari belakang.


Dalam diam gadis manis itu merasakan sebuah kenyamanan bersama pria yang baru tadi malam ia kenali itu. Entahlah, Syene tak bisa menjelaskan dengan gamblang perasaannya saat ini. Yang jelas dia merasa nyaman dan aman saat ini.


"Syene, will you be my girl?" Tanya Griffith tiba-tiba.


"A-apa? Em itu...itu terlalu cepat. Kita bahkan baru mengenal tadi malam." Syene memutuskan untuk lepas dari pelukan Griffith.


"Aku rasa. Syene, aku sungguh serius. Aku ingin memilikimu, menjadikan dirimu milikku sendiri." Griffith meraih kedua tangan Syene dan membawa tangan Syene menyentuh dadanya.


"Belum pernah aku merasakan jantungku berdetak sekencang ini sebelumnya. Tapi denganmu, aku merasakan ini. Aku serius ingin memilikimu Syene." Griffith menatap dalam kedua mata indah Syene.


"Aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Ini benar-benar terlalu cepat, aku minta maaf." Syene menarik tangannya dan melangkah menjauh dari Griffith.


"Aku tidak akan memaksamu. Tapi bagaimana jika kita membuat sebuah taruhan. Jika aku menang, kau harus menjadi milikku, tapi jika aku kalah aku tidak akan mengganggumu lagi." Tantang Griffith.


Syene terdiam. Otak kecilnya pasti sedang berpikir keras sekarang. Jika Griffith menang maka dia akan terikat dengan Griffith terus ke depannya, tapi jika Griffith kalah maka ia akan kehilangan teman yang baru ia kenal satu hari.


"Baiklah! Aku terima tantanganmu. Jika kau menang aku bersedia menjadi milikmu, tapi jika kau kalah jangan pernah mencariku lagi." Syene mendekati Griffith dan mengulurkan tangannya.


"Deal!" Griffith menyambut uluran tangan Syene tanpa ragu.


Keduanya kembali diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Syene fokus menikmati pemandangan di depannya sementara Griffith fokus mengamati pemandangan di sampingnya. Hingga hari berganti sore pun keduanya masih belum beranjak dari bukit itu. Lalu bunyi ponsel Griffith membuat keduanya tersadar dari lamunan mereka.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Griffith datar begitu menjawab panggilannya.


" ... "


"Baik, aku akan segera ke sana." Griffith memutus panggilannya sepihak.


"Kau mau ke mana?" Syene terlihat khawatir.


"Bertanding dan aku harus menang agar bisa menjadikan dirimu milikku." Jawab Griffith serius.


"Ayo." Ajaknya begitu ia sudah di atas motor.


Syene mau tak mau pun ikut naik ke motornya. Setelah memastikan semuanya aman, Griffith meluncur pergi dari bukit yang menampilkan sunset yang sangat indah itu. Sepanjang perjalanan keduanya sama-sama diam, ingin mengobrol pun akan sedikit kesulitan karena Griffith mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.


"Kita sampai." Ungkap Griffith menghentikan motornya di sebuah lapangan kosong yang juga terdapat beberapa motor dan mobil sport terparkir rapi di sana.


Tak jauh dari lapangan itu, ada sebuah gedung tua yang cukup menyeramkan bagi orang-orang yang bernyali kecil.


"Bertanding apa di tempat seperti ini?" Gumam Syene menerka-nerka.


Keduanya melangkah beriringan masuk ke dalam gedung tua itu lalu menaiki tangga yang ditumbuhi lumut dan tumbuhan-tumbuhan liar. Mereka sampai di lantai atas yang dipenuhi oleh orang-orang yang bersorak-sorai.


"Tinju? Kau akan mengikuti tinju itu?" Tanya Syene terkejut.


"Em..." Griffith berdeham singkat dan masih menarik tangan Syene agar ikut dengannya.


"Griff, kau gila ya? Itu sangat berbahaya, bagaimana jika yang menjadi lawanmu nanti malah menggunakan cara licik untuk menyakitimu. Kau bisa celaka." Celoteh Syene seketika merasa khawatir.


"Tidak peduli apapun yang akan mereka lakukan, aku akan berjuang untuk memenangkan pertandingan ini! Jika aku menang kau menjadi milikku dan aku janji ini juga menjadi pertandingan terakhir untukku." Tegas Griffith.


"Tapi Griff, bisa dengan cara lain. Aku tak mau kau membahayakan nyawamu hanya untuk taruhan konyol kita." Syene berusaha mencegah Griffith berbuat nekat.


"Aku seorang pria dan menyukai kekerasan. Aku akan berjuang dengan kekerasan untuk mendapatkan apa yang aku inginkan! Kau duduk di sini dan tunggu aku kembali. Jika aku tidak kembali dalam waktu empat jam terhitung mulai setelah aku keluar dari ruangan ini, maka kau boleh pergi dari tempat ini tanpa harus mencariku lagi!" Griffith tersenyum mengelus kepala Syene.


Beberapa menit kemudian ia pun keluar dari ruang ganti itu meninggalkan Syene sendirian. Syene berharap cemas dengan hasil akhir pertandingan tinju ini nantinya. Jika sudah seperti ini, tentu mau tak mau Syene hanya bisa berharap Griffith yang menang. Ia tak mungkin mau melihat nyawa Griffith melayang hanya

__ADS_1


karena taruhan konyol mereka barusan.


"Astaga ini sudah dua jam berlalu." Gumam Syene melirik jam tangan miliknya.


"Mungkin sebaiknya aku keluar untuk melihat keadaannya." Syene memutuskan untuk beranjak dari tempatnya dan hendak keluar.


"Maaf Nona, kami tidak bisa mengizinkan Nona keluar dari ruangan ini demi keamanan Nona." Dua orang pengawal yang menjaga di depan pintu mencegah Syene untuk keluar.


"Aku tidak peduli dengan izin kalian, Griff sedang dalam bahaya dan aku harus bisa menghentikan dia." Syene berusaha menerobos pertahanan dua orang pengawal itu.


"Tidak bisa Nona! Harap mengerti tugas kami! Tidak ada siapapun yang bisa menghentikan Tuan Griffith jika dia sudah bertekad." Kedua pengawal itu masih terus menahan dan melarang Syene.


"Aku bisa! Jadi biarkan aku keluar dari sini!" Syene kewalahan melawan dua pria berbadan besar itu namun ia tidak bisa menyerah dan membiarkan Griffith dengan konyolnya malah mengorbankan nyawanya.


"Nona tunggu! Jangan pergi!" Teriak seorang pengawal tadi karena Syene berhasil lolos.


"Urus saja diri kalian! Jangan melarangku!" Syene segera berlari ke tengah arena pertarungan. Ia kesulitan menerobos hingga ke depan karena ramainya orang yang menonton pertandingan itu.


"GRIFFITH JIKA KAU SAMPAI KALAH MAKA AKU BENAR-BENAR TIDAK AKAN PERNAH MENEMUIMU LAGI!" Teriak Syene menggelegar hingga semua mata berbalik dan tertuju padanya. Satu persatu penonton mulai memberi jalan untuk Syene agar bisa melangkah ke depan.


Dengan kaki bergetar entah karena gugup atau malu, Syene melangkahkan kakinya mendekati ring tinju. Dengan segala keberanian yang terkumpul ia memanjat naik dan masuk ke dalam ring tinju itu. Ia mendekap dan memeluk Griffith yang wajahnya sudah babak belur.


"Kau harus menang tidak peduli apapun taruhan kita! Demi aku, kau harus menang! Kau harus turun dari ring ini dengan keadaan aman. Harus Griff!" Bisik Syene seolah memberikan semangat dan dukungan pada Griffith.


"Kau harus menang!" Syene melepaskan pelukannya dan berjinjit lalu tiba-tiba mengecup bibir Griffith yang sudah ikut terluka.


"Jika kau kalah maka aku akan membencimu seumur hidupku!" Syene pun turun dari ring tinju itu dan berjalan menjauh sementara pertandingan kembali berlanjut.


"Wooooo...." Terdengar sorak-sorai dari para penonton dan suara heboh dari wasit.


"Dan pemenangnya adalah..."


...~ TO BE CONTINUE ~...


#####

__ADS_1


Semoga semua yang sudah membaca, tidak bosan ya. Ada masukan, kritik, saran, sampaikan saja dengan sopan dan santun..Diriku menerima kok 😄😄


__ADS_2